GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 28


__ADS_3

Keinginan Samuel untuk bercerai diterima baik oleh Mira sehingga Samuel menjalin kembali hubungannya dengan ibu-Nya Elain sebelum sah bercerai.


Namun ternyata mira tidak benar - benar ingin bercerai dia hanya berusaha untuk bersikap baik kepada Samuel agar pria itu tidak kebih waspada padanya seperti yang terjadi selama ini.


Dan itu memang berhasil membuat Samuel lebih bersikap baik pada Mira dan mengendurkan kewasladaannya hingga suatu malam Mira memberi Samuel obat perangsang yang tidak disadari olehnya, malam itu Samuel pun akhirnya meledak karena gairah tidak sadar telah meniduri Mira.


Hubungan satu malam itu pun menghasilkan buah yaitu anak mereka sekarang, Marin Bora.


Meskipun begitu Samuel dan Ibunya Elain tetap berhubungan karena rencananya setelah melahirkan Marin, mereka akan bercerai namun ternyata terus ditunda hingga ibunya Elain hamil Elain dan meninggal ketika Elain lahir. Begitulah rumah tangga mereka di masa lalu.


"Elain kamu tahu kalau kamu bukan pewaris lagi, kamu akan semakin direndahkan oleh orang-orang dan dikucilkan di rumah sakit. Apakah kamu benar-benar tidak mempedulikan itu semua?" Tanya kakek Bora ditengah situasi yang tegang antara Elain dan Nyonya Mira.


"Hem ... hanya segelintir tikus kecil saja apakah bisa mempengaruhi ku." Ucap Elain dengan suara yang cukup pelan dengan intonasi yang mengejek namun dengan muka datar, dia memang Elain yang seperti itu. Namun orang di rumah ini tidak pernah melihat sisi-Nya yang seperti itu.


"Heh! Jadi kamu tidak masalah bila dihujat? baiklah, tapi ingat bersihkan nama baik keluarga didepan publik katakan kebenarannya bahwa kamu diselingkuhi. Aku tidak ingin hanya kakek Tua ini saja yang mendapat malu, muka keluarga Nerro juga harus dipermalukan, biarkan seluruh publik tahu bahwa anak laki-laki keluarga Nero itu tukang selingkuh. Ingat itu! Lakukan pagi ini." Ucap Kakek Bora kemudian dia berdiri dari kursinya pergi dari meja makan.


Kakek Bora sudah tidak ada diruang makan dan Samuel juga sudah keluar menyusul ayahnya bersama Nyonya Mira. Sedangkan Marin Bora terpaku ditempat, dia sungguh tidak menduga apa yang telah dia dengar dari kakeknya. Selingkuh? dia berpikir apakah sebenarnya ada yang telah mengetahui hubungan nya dengan Sean?


Tap!


Entapan dari sebuah tangan yang tiba-tiba memegang kedua pundak Marin Bora dari belakang mengagetkan lamunan Marin Bora.


"Kenapa kak, kaget? tidak menyangka kan, ternyata Sean selingkuh dari aku lho? menurut kakak siapa wanita selingkuhan nya?" ucap Elain berbisik ditelinga Marin. Sedangkan Marin? dia terdiam kaku.


"Jangan khawatir, rahasia mu aman ditangan ku. Tapi ingat, jangan merencanakan apapun lagi dibelakang ku, aku paling benci orang yang bermain-main dengan ku. Oh ya, soal pewaris, ambil saja aku tidak membutuhkan nya. Asal ... jangan bermain-main dengan ku, kalau tidak kau akan hancur sampai tidak tersisa kakak." Lanjut Elain dengan suara nya yang sangat serius dan terdengar seperti psikopat ditelinga Marin, membuat wanita cantik itu merinding.


Setelah mengucapkan beberapa peringatan itu Elain langsung pergi dengan santai nya dari ruangan itu seolah-olah tidak ada yang terjadi.


...----------------...

__ADS_1


Elain telah sampai di rumah sakit Bora, semenjak saat dia turun dari mobilnya banyak dokter yang memandang kearahnya. Ya, berita tentang pembatalan pernikahan nya masih ramai diperbincangkan di dunia nyata tidak terkecuali di rumah sakitnya meskipun berita itu telah di turunkan.


Bagaimana pun pada awalnya pernikahan ini memang telah digadang-gadang akan menjadi pernikahan termewah di tahun ini mengalahkan pernikahan dari artis ternama negara itu.


Dan bahkan pada awalnya Sean dan Elain diberikan label oleh masyarakat awam sebagai pasangan idaman.


Namun yang terjadi sekarang malah pembatalan pernikahan dengan isu anak haram dan perselingkuahan sebagai alasan kandas nya hubungan itu, sehingga banyak masyarakat yang kecewa.


Elain sendiri tidak mengambil pusing apa yang menjadi komentar orang-orang di rumah sakit apa lagi dengan komentar orang-orang tidak jelas di sosial media.


Dia dengan langkah santainya berjalan ke ruangannya tanpa mempedulikan tatapan dari para dokter di rumah sakit. Sampai di ruangan nya Elayn mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal.


"Halo ... "


"Sebentar malam jam tujuh aku ada undangan pesta dari seorang teman bisakah kamu jadi pasangan ku malam ini?" Seorang pria diseberang langsung to the point, em ini memang ciri khasnya.


"Bukankah adik ku adalah sahabat anda Nona Elain?" jawab Elson sambil tersenyum tentu saja tanpa diketahui oleh Elain.


Shasa...


Ucap Elain yang meringis kecil sambil memijat kepalanya tidak berdaya.


"Bagaimana tawaran ku, bisa?" tanya Elson lagi dengan suaranya yang lembut.


"Saya tidak bisa, saya pun memiliki undangan malam ini tuan Elson yang terhormat. Sangat penting." Jawab Elain dengan menekankan suaranya.


"Lebih penting dari pada permintaan ku?"


"Tuan Elson, malam itu saya memang mengatakan memaafkan anda ya, tapi bukan berarti saya akan seperti dulu yang selalu memprioritaskan anda. Kita sekarang tidak sedang berada di dalam hubungan yang seperti itu." Jawab Elain masih dengan bahasa formalnya.

__ADS_1


Malam itu Elain memang telah meluruskan kesalahpahaman dimasa lalu akan tetapi beberapa hal masih belum jelas di antara mereka.


Elain tidak begitu mengenal Elson yang sekarang. Belum lagi malam itu Elain terburu-buru kembali karena suasana yang canggung diantara mereka.


Jadi ada banyak hal masih tidak diketahui satu sama lain. dan pembahasan mereka malam itu hanya sepintas terkait dengan kejadian di masa lalu.


"Em, kamu benar kita memang tidak berada di dalam hubungan seperti itu. Mungkin aku harus ajak Sonya saja nanti malam."


"Apa? si - "


Tut ... tut ... tut ...


Sambungan terputus telepon sengaja dimatikan secara sepihak oleh Elson.


Sialan! Siapa yang mau dia ajak? Wanita yang mana itu? haruskah ku tanya kan? tidak mungkin! Bukankah nanti dia akan besar kepala? Ah sial, jadwal ku malam ini masalahnya sangat penting dan tidak bisa ditunda.


Elain jadi pusing sendiri gara-gara memikirkan wanita yang akan menemani Elson, disisi lain dia juga punya tugas pentingnya malam ini. Elain jiga tentu saja gengsi untuk bertanya.


Sementara Elson disisi lain setelah mematikan telepon dengan sengaja, dia tersenyum kecil dia tahu hubungan nya dengan Elain mungkin membutuhkan waktu untuk kembali seperti semula.


Tetapi dia akan sabar menantikan nya yang terpenting kesalahpahaman di masa lalu telah selesai dia perjelas semuanya, sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman lagi di masa depan. Bersyukur bahwa Elain telah memaafkan nya.


Elson juga berpikir bahwa Elain akan berubah pikiran setelah dia mengajak orang lain sebagai pasangannya, dia percaya diri Elain mungkin akan menghubungi nya lagi setelah beberapa saat dan meminta untuk menjadi pasangan nya malam ini.


Itulah yang dipikiran Elson saat ini. Dia memang setampan dewa Yunani tetapi bukan kah dia terlalu percaya diri?


Bersambung..................


Hai readers setelah baca chapter ini, jangan lupa like, subs, vote sama hadiahnya yahh hehee biar Author tetap semangat nulisnya. Terimaksih...

__ADS_1


__ADS_2