GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND

GENIUS DOCTOR & HER PERFECT HUSBAND
BAB 15


__ADS_3

Ketika kedua orang itu sedang asik berpelukan mereka tidak menyadari keberadaan Elain.


Orang yang mereka bicarakan itu sejak tadi terus bersembunyi di balik tembok yang menghalangi pandangan mereka.


Ya, ternyata alasannya memiliki janji dengan teman hanya sebuah alibi agar dia bisa memastikan apakah Sean memang memiliki hubungan seperti yang dia pikiran dengan Marin. Dan ternyata itu benar.


Elain bahkan mendengar percakapan mereka dari awal sampai akhir. Ini adalah kedua kali nya Elain mendapatkan perlakuan yang buruk dari suatu hubungan.


Namun beda nya kali ini mungkin tidak terlalu berat seperti yang terjadi di masa lalu. Mungkin karena keberadaan Sean di dalam hati nya tidak sedalam pria di masa lalu.


Namun tetap saja kebohongan Sean benar – benar telah melukai hati dan harga dirinya. Selama tiga tahun ini meski dia tidak begitu mencintai nya namun Elain benar – benar menghargai hubungan mereka dan dia telah menjalani hubungan mereka dengan sangat tulus dan ini lah bayaran nya sekarang.


Semua nya ternyata hanya sebuah skenario yang sengaja di susun untuk mengelabui dirinya. Elain merasa sangat marah dengan perbuatan Sean.


Namun dia juga tidak mau membuka topeng mereka sekarang, jadi Elain pun memilih segera pergi, keluar dari Villa itu.


Elain membawa Mobil nya menuju sebuh Bar besar di pusat kota A. Tempat berkumpul nya para manusia berkelas di negara itu.


Dan Elain khusus memesan sebuah ruangan VVIP di lantai teratas Bar. Saat itu Elain juga langsung menghubungi kedua teman nya, Anna dan Shasa untuk segera bertemu di Bar yang biasa mereka kunjungi untuk sekedar melepas penat.


Beberapa menit kemudian Elain sampai di parkiran Bar, parkiran memang selalu penuh. Semuanya berjejeran mobil – mobil mewah entah siapa pemilik nya.


Sampai di ruangan VVIP, Elain langsung duduk kemudian memesan beberapa minuman beralkohol rendah dan beberapa cemilan yang menurut nya sangat enak.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Anna dan Shasa datang dan langsung mencecar Elain dengan berbagai pertanyaan.


“El, sebenar nya ada apa? biasa nya kita berdua lah yang berinisiatif membawa mu datang kesini.” Tanya Anna si dokter yang belakangan ini masih setia di intili oleh beberapa wartawan.


“Ya, lalu kenapa sekarang kamu yang berinisiatif? bahkan meminta kita berdua untuk secepat nya datang. Ini benar – benar tidak seperti kamu yang biasa nya.” Sambung Shasa yang bertanya.


Shasa adalah salah satu sahabat Elain. Mereka berteman hampir dua tahun dan mereka sangat dekat. Namun aneh nya di antara mereka berdua tidak ada yang tahu identitas tersembunyi masing – masing.


Mereka bersahabat mengalir saja tanpa mencari tahu apa pun tentang masing – masing. Sama seperti hubungan nya dengan Sean, Elain tidak pernah mencari tahu apa pun tentang laki – laki itu.


Itu adalah kesalahan Elain sendiri yang begitu percaya dengan Sean membuat pria itu berhasil memperdayai nya.


Karena tidak ingin membuat dua sahabat nya terus penasaran, Elain pun menceritakan apa yang terjadi apa yang dia dengar tentang Sean dan Marin tanpa menyembunyikan apa pun.


Anna merasa seolah – olah tidak bisa memikirkan nya. Bagaiman bisa Master nya yang begitu luar biasa ini bisa nya di tipu oleh dua otak kecil Sean dan Marin?


Anna sungguh tidak percaya, laki – laki yang terlihat begitu setia ternyata sangat buruk?


Shasa juga berpikir demikian, selama dua tahun ini dia memperhatikan Sean, pria itu terlihat sangat perhatian dan seperti sangat mencintai sahabat nya, tapi tiba – tiba saja sekarang ternyata itu bohong?


“Astaga, ini terlalu mengejutkan. Otak ku bahkan tidak bisa menerima nya,” komentar Anna yang memijat kepalanya yang tidak sakit.


“Padahal pernikahan tinggal seminggu lagi, tapi beruntung itu cepat ketahuan.” Lanjut Anna lagi.

__ADS_1


“Benar, apa sebenar nya rencana dua orang brengsek itu, lalu bagaimana cara kita membalas mereka?” tanya Shasa.


“Aku tidak peduli apa yang mereka rencanakan, aku hanya marah bahwa mereka berani mempermainkan ku. Ah, sudahlah lebih baik lupakan saja kita datang kesini untuk bersenang – senang bukan? ayo, lebih baik minum saja, tentang ke depan nya biarkan aku sediri yang memikir kan itu.” Ucap Elain.


“Benar, ayo lupakan saja dua orang sampah itu. Elain lebih baik kau bersama kakak ku saja, kau tahu di dunia ini tidak ada yang lebih tampan dari kakak ku,” ucap Shasa menyetujui namun tidak lupa mempromosikan kakak nya sendiri.


“Oh, Shasa, sejak dulu ku rasa kau selalu mempromosikan kakak mu, sebenar nya kau memiliki kakak atau tidak? kenapa kami tidak pernah melihat nya dengan mu, jangan – jangan kau hanya membual memiliki kakak yang tampan, hem?” ledek Anna pada Shasa yang memang di setiap kesempatan selalu mempromosikan kakak nya yang tak pernah terlihat itu pada nya dan Elain.


“Ekhem, dia sebenar nya ada, hanya saja dia sangat tidak suka keramaian dan sangat gila kerja.” Jawab Shasa salah tingkah dan di balas anggukan tidak menyakinkan dari Anna.


“Sudahlah aku tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa pun saat ini, jadi tidak perlu membahas nya, kita lebih baik minum saja.” Ucap Elain yang jengah menanggapi Shasa yang selalu mempromosikan kakak nya di setiap celah.


“Baiklah setuju! Kita lebih baik bersenang – bersenang!” Anna menyetujui saran Elain, dan di balas anggukan mantap oleh Shasa.


Ketiga wanita dewasa itu pun mulai meminum alkohol yang telah Elain pesan sebelum nya, yang paling banyak minum adalah Elain namun walaupun begitu dia sama sekali tidak mabuk begitu pun dengan Anna.


Berbeda lagi dengan Shasa, wanita itu memang peminum yang buruk, padahal kadar alkohol nya sangat rendah tetapi dokter cantik itu sudah mulai merasa pusing.


Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam, namun ketiga dokter cantik itu masih juga belum keluar dari Bar.


Mereka bertiga masih menikmati karaoke bersama dimana suara mereka bertiga sangat buruk dalam bernyanyi. Ya, mereka memang hanya cocok jadi dokter.


Elain yang merasa lelah bernyanyi dan bergoyang pun memilih untuk kembali duduk. Namun ketika dia akan kembali duduk sebuah suara panggilan telepon terdengar dari tas Guci milik Shasa.

__ADS_1


Elain berkali – kali memanggil Shasa untuk memeriksa telepon nya, tetapi Shasa hanya peduli dengan kegiatan karaoke nya. Dia tidak mempedulikan panggilan Elain.


Karena Shasa tidak mempedulikan nya, Elain pun mengambil Handphone yang ada di dalam tas Shasa dia takut itu akan menjadi telepon penting untuk Shasa.


__ADS_2