Grup WA Keluarga Suami Ku

Grup WA Keluarga Suami Ku
Episode 10


__ADS_3

Nanti malam,keluarga Ammar dan Raisya akan mengadakan pertemuan keluarga disebuah restauran.Sore hari,Ammar kelihatan sedang bersiap siap.Ammar kelihatan tampan dan cool dengan gaya berpakaiannya yang casual.Nayfa hanya melirik Ammar dengan ekor matanya,tapi tak berkomentar.Sebenarnya Nayfa sangat mengaguminya karna Nayfa masih sangat mencintai suaminya.


Setelah Ammar berangkat,Nayfa pun bersiap siap untuk berangkat.Nayfa sengaja mengajak mba Adira untuk bertemu di restauran itu juga.Nayfa tau makanan dan minuman di restauran itu mahal mahal.Tidak mengapa lah sesekali mentraktir mba Adira,karna dia sudah begitu baik pada Nayfa.


Nayfa sengaja membeli pakaian yang bagus dan agak mahal.Biar agak berkelas,agar dia tidak dipermalukan oleh Ammar di depan orang banyak.Dia mulai memperhatikan penampilannya.Saat keluar rumah Nayfa selalu memakai hijab.Hijab nan modis tapi tetap syar'i menutup aurat jadi pilihannya.


Sampai di restauran,Nayfa mencari keberadaan keluarga Ammar.Karna restauran nya tidak ramai jadi mudah menemukannya.Nayfa sengaja memakai masker agar tidak dikenali dan leluasa masuk ke restauran itu. Sepertinya mereka juga baru sampai,terlihat mereka saling bersalaman dan cipika cipiki.


Nayfa dan Adira dapat meja yang agak dekat dengan meja Ammar.Nayfa sengaja duduk membelakangi meja Ammar.Sambil membuka maskernya Nayfa melirik kearah Ammar yang duduk di sebelah Raisya.Kelihatan mereka mulai menikmati makanan yang telah tersaji sambil ngobrol santai.


Adira merasakan ada yang aneh pada Nayfa,karna Nayfa kelihatan gelisah dan selalu melihat kearah meja di sebrang mereka.


"Nay,kamu sepertinya gelisah,ada apa Nay"Akhirnya Adira bertanya.


Setelah menarik nafas panjang,Nayfa mulai bercerita."Mba Adira,sebelumnya aku minta maaf...sebenarnya aku ngajak mba Adira ketemuan di sini ada tujuannya...aku mau curhat mengenai rumah tangga aku mba"Nayfa menunduk sedih.


"Ga apa apa Nay,mba senang kamu percaya sama mba,kamu cerita aja kalau itu bisa membuat kamu lega"Adira mengelus punggung tangan Nayfa dan tersenyum.


Nayfa pun menceritakan tentang dia dan Ammar dari pacaran sampai menikah dan semua permasalahan rumah tangganya.


"Menurut mba ini ya,harusnya dari awal jangan kalian tunda untuk punya anak,karna kehadiran anak itu bisa menjadi penguat hubungan antara suami istri,dengan kehadiran anak juga akan menambah kebahagiaan dalam rumah tangga...ya tapi semua sudah terjadi...tapi kamu masih punya kesempatan untuk punya anak,kalian kan belum bercerai...suami kamu masih masih suka minta jatahnya kan?"kata Adira panjang lebar.

__ADS_1


"Masih mba,tapi ga ada mesra mesranya,ga ada pemanasan dulu tapi kenapa aku belum hamil juga ya mba,padahal sudah lama loh aku lepas pengamannya"sahut Nayfa sedikit malu.


"Berarti belum rezeki Nay...oiya suami kamu yang mana?"Adira mengarahkan pandangannya ke meja sebrang.


"Itu mba yang pakai jaket warna mustard,yang duduk disebelahnya itu Raisya anak dari CEO perusahaan suamiku bekerja"Nayfa hanya melirik.


"Nay,sepertinya mereka sudah selesai makan"kata Adira pelan.


"Iya mba,kita dengarkan ya apa yang mereka bicarakan"Nayfa dan Adira mulai fokus menguping pembicaraan keluarga Ammar dan Raisya.


Sir Lukas papanya Raisya mengatakan bahwa Raisya putri satu satunya,mamanya Raisya telah meninggal dunia,sementara sir Lukas sudah mulai tua dan sakit sakitan,dia butuh seorang menantu yang menyayangi Raisya dengan tulus dan dapat melindungi Raisya kelak.Sir Lukas juga mengatakan,perusahaan miliknya terus berkembang pesat dan Raisya sebagai generasi penerus tunggal harus punya pendamping yang pintar,kompeten dan bisa memimpin perusahaan.Sir Lukas berfikir Ammar memenuhi semua kriteria yang dia inginkan.Dan terlebih lagi kata sir Lukas Ammar dan putrinya pasangan yang cocok serta saling mencintai.


Mendengar hal itu Ammar membusungkan dadanya bangga,hidungnya kembang kempis.Sementara Raisya dengan tidak malunya memeluk lengan Ammar di depan orang banyak.


"Seperti yang sir Lukas tau,memang saya dan istri saya belum resmi bercerai tapi masih dalam proses dan nanti setelah saya resmi bercerai saya akan segera meminang Raisya...sebagai bentuk keseriusan saya pada putri sir Lukas,saya membawa mama saya dan keluarga besar saya untuk melamar Raisya"Ammar tersenyum ramah pada sir Lukas.


"Benar sir Lukas,saya mamanya Ammar ingin melamar langsung Raisya untuk putra saya Ammar"bu Nurmala memajukan sedikit badannya agar lebih kelihatan,maksudnya biar kelihatan perhiasan emas yang dipakainya kaya toko berjalan,belum lagi gedenya segede rantai biskuit khong guan zaman baheula.


"Ok,dengan senang hati saya menerimanya,saya sangat mengenal performanya Ammar...orangnya penyayang, tampan,tanggung jawab,cerdas,kompeten,punya jiwa pemimpin...semua kriteria calon menantu idaman yang saya harapkan ada pada diri Ammar"sir Lukas tertawa senang,yang lain pun ikut tertawa senang.


"Mari mari,kita rayakan kegembiraan kita hari ini"sir Lukas mengangkat cawannya di ikuti yang lainnya.

__ADS_1


Nayfa benar benar terpancing emosinya,apalagi mendengar tawa bahagia mereka.Ingin rasanya Nayfa melempar bom pada dua keluarga itu.


Karna sudah tak tahan,Nayfa menampakkan dirinya dengan menghampiri mereka.Tapi Nayfa tak mau kelihatan bar bar,dia berjalan dengan anggun dan santai.


Ammar dan keluarganya terkejut dengan kehadiran Nayfa.


"Nay,ngapain kamu ada disini?"Ammar berdiri.


"Mau ikut menghadiri acara lamaran suamiku"jawab Nayfa menyindir.


"Kejam kamu ya mas,melamar perempuan lain padahal kamu masih punya istri"Nayfa berjalan mendekat pada Ammar.


"Oh jadi ini dia perempuan yang kamu lamar itu"Pandangan Nayfa beralih pada Raisya.


"Cantik...tapi saya bingung,kenapa mba mau merebut suami saya,apa mba ga laku ya?"Ejek Nayfa sinis.


Raisya berdiri berhadapan pada Nayfa, yang lain hanya menonton"Banyak yang mau sama saya,bahkan laki laki seluruh dunia mau sama saya...tapi sayangnya saya hanya mau sama suami kamu dan dia juga mau sama saya...oiya sebentar lagi akan jadi mantan suami kamu ya"kata Raisya sinis memandang Nayfa dari kaki sampai kepala.


"Siapa bilang saya akan bercerai dengan suami saya,asal kamu tahu,saya akan pertahankan rumah tangga saya sampai kapan pun,saya akan lawan perempuan mana pun yang akan merebut suami saya"kata Nayfa lantang.


"Oya...?Saya tidak merebut suami kamu,tapi dia sendiri yang datang pada saya...katanya sih suami kamu malu punya istri tak berpendidikan seperti kamu,apalagi kamu tidak bisa memberinya anak"Raisya melirik Ammar,yang dilirik hanya tersenyum simpul.

__ADS_1


Mendengar penuturan Raisya,Nayfa terdiam,matanya menatap pada Ammar mengharap pembelaan tapi Ammar seakan tak perduli.


Semua menatap Nayfa penuh cemooh,dadanya terasa sesak menahan amarah,matanya mulai memanas,tubuhnya pun mulai bergetar.Adira yang dari tadi juga ikut menyaksikan apa yang terjadi dengan cepat membawa Nayfa keluar,sebelum tangis Nayfa pecah.


__ADS_2