
Semuanya diam mematung mendengar pemintaan terakhir Amira.
"Mas Aslam,aku sadar sesadar sadarnya mengatakan ini.Nayfa dan Ammar sudah bukan suami istri lagi dan kalian berdua juga bukan mahrom." Amira memandang Nayfa.
Bu Nurmala yang dari tadi menahan dadanya yang penuh sesak dengan kemarahan tiba tiba berteriak sambil menunjuk nunjuk Amira.
" Amira,kamu jangan kurang ajar ya! kamu tidak menghargai saya sebagai mamanya Aslam.Saya yang melahirkan Aslam,saya yang membesarkan Aslam.Kamu hanya seorang istri yang sebentar lagi akan mati.Jangan gunakan sakit mu itu sebagai alat agar kami mengasihani kamu dan menuruti perkataan mu!"
"Dan kamu Nayfa,hidup kami sudah tenang dan tentram setelah kau pergi.Tapi hari ini kamu datang,masalah pun langsung datang.Memang kamu itu benar benar pembawa sial.Jangan harap saya akan membiarkan Aslam menikahi kamu!"
Nayfa pun tak luput dari sasaran kemarahan bu Nurmala.Ingin rasanya Nayfa melawan dan menyumpal mulut pedas mantan mertuanya itu.
"Mba Amira,saya minta maaf,saya merasa keberatan dengan permintaan mba.Dan saya tidak merasa punya kewajiban untuk memenuhinya."Nayfa mengungkapkan apa yang dirasakannya,cukup sudah sekali seumur hidupnya masuk dalam kehidupan Ammar dan keluarganya.
Nayfa berlari keluar dan mengajak pulang ibunya yang baru saja sampai.
" Nay,tunggu sebentar.Kamu tidak bisa pergi begitu saja,aku juga punya hak atas anak kita" Ammar mengejar Nayfa.
"Anak kita kamu bilang? Jangan mimpi! Dia hanya anakku dan selamanya hanya anakku! Nayfa menggandeng tangan ibunya dan berjalan dengan cepat.
Karna fokus untuk menjauh dari Ammar,Nayfa tidak memperhatikan jalannya.Saat keluar dari pelataran rumah sakit,Nayfa,ibunya dan Arfa yang dalam gendongannya tertabrak sebuah mobil pick up yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Na has sang ibu meninggal di tempat sedangkan Nayfa koma akibat benturan keras di kepalanya.Sementara Arfa putranya selamat,hanya mengalami luka kecil pada kakinya karna Nayfa melindungi Arfa dengan tubuhnya.
Ammar merasa shock,Nayfa dan anaknya mengalami kecelakaan di depan matanya.
__ADS_1
Ammar yang membawa Nayfa kerumah sakit.Dia juga yang menunggui Nayfa selama di rawat di rumah sakit.
"Ammar...! Mau sampai kapan kamu menunggui Nayfa di sini,dia sudah bukan istri kamu lagi.Istri kamu itu Raisya!" Bu Nurmala merasa kesal.
"Ma,tapi Nayfa ibu dari anak Ammar ma,Ammar mau menebus rasa bersalah Ammar karna tidak mengetahui kalau dia mengandung anak Ammar. Menebus rasa bersalah membiarkan dia mengandung dan merasa kesakitan sendiri saat melahirkan anak kami.Ammar merasa menyesal dan berdosa ma."
"Rasa bersalah apa?! Memang semua ibu melahirkan itu kesakitan jadi kamu ga perlu merasa bersalah.Sekarang kamu pulang!"
"Ma,Ammar mohon...tolonglah mengerti" Ammar menatap memelas pada bu Nurmala.
"Baik...Kalau begitu mama tidak akan mau lagi anak kalian di titipkan di rumah mama,merepotkan!"
"Ma,anak kami itu cucu mama...!" Pekik Ammar.
Bu Nurmala meninggalkan Ammar dengan penuh kekesalan.Ammar hanya bisa geleng geleng kepala.
"Mau apa dia telepon" Ammar menatap tidak suka pada hpnya.
Karna hpnya terus berdering,Ammar keluar untuk menjawabnya.
"Halo"
"Mas Ammar...kamu ada di mana?" Suara Raisya terdengar sengau seperti habis menangis.
"Tumben kamu tanya aku ada di mana" Jawab Ammar ketus.
__ADS_1
"Mas...aku minta maaf...aku menyesal...aku mau kita seperti dulu lagi.Ku mohon kamu kembali,aku masih sangat mencintai kamu mas" Rajuk Raisya manja merasa tidak bersalah.
"Aku sudah tidak perduli lagi sama kamu Raisya.Aku sedang sibuk,tolong jangan ganggu aku"Jawab Ammar malas malasan.
"Mas Ammar aku sedang sakit,aku membutuhkan kamu" Raisya melemahkan suaranya agar Ammar tersentuh.
"Bakanya kamu sudah punya pengganti aku,yang lebih kaya,tampan,muda.Kamu punya uang banyak,kamu bisa membeli pria mana pun yang kamu suka."
"Mas,hanya kamu yang paling mengerti aku,ku mohon mas,pulanglah!"
"Sekali tidak tetap tidak!" Ammar mematikan sambungan telepon.
Ammar hendak masuk ke dalam ruang perawatan Nayfa.Hpnya berdering lagi.
"Ada apalagi!" Pekik Ammar.
"Mas Ammar...! Aku akan persulit hidup mu dan keluargamu jika sampai kamu tidak datang.Dengar mas,kamu tau aku punya banyak uang.Aku bisa melakukan apapun dengan uangku.Termasuk menghancurkan mu dan keluargamu,camkan itu!" Ancam Raisya kemudian mematikan sambungan teleponnya.
"Ya Tuhan!" Perempuan apa yang sudah ku nikahi itu" Ammar menyugar rambutnya kasar kemudian menghubungi keluarga Nayfa.
Ammar pulang ke rumahnya untuk berkemas dan bertemu dengan Arfa.
"Ma,Ammar mau kembali ke Jakarta,Raisya telepon katanya dia sedang sakit" Ammar mengambil Arfa dari gendongan bu Nurmala.
"Kalau begitu kita bareng aja,mama juga mau ke Jakarta.Lalu bagaimana dengan Arfa?"
__ADS_1
"Kita bawa saja ma,nanti Ammar akan carikan baby sitter untuknya."