Grup WA Keluarga Suami Ku

Grup WA Keluarga Suami Ku
Episode 30


__ADS_3

"Bang Roland,Rose sudah sadar dari pingsannya,tapi kini giliran nona Nayfa yang pingsan,pendarahannya semakin banyak!" Teriak Leon yang duduk di jok belakang menjaga Nayfa.


"Leon,gantian kau yang nyetir" Roland menghentikan mobilnya dan langsung pindah posisi dengan Leon.


Roland meletakkan kepala Nayfa di pangkuannya.Menatap wajah istrinya yang mulai memucat.Roland mulai kuatir sebab tangannya Nayfa yang dalam genggamannya terasa dingin.


"Leon,bisa nggak lebuh cepat kagi,biar kita bisa sampai ke kota tepat waktu" Teriak Roland dengan suara bergetar.


"Baik bang" Leon menambah kecepatan laju mobil yang dia kemudikan.


"Leon lebih cepat lagi,mobil polisi sudah semakin dekat" Roland berteriak lagi karna mendengar samar-samar suara mobil sirine polisi.


"Maaf bang,saya nggak bisa,saya takut tidak bisa mengendalikan mobilnya nanti!" Balas Leon.


"Hentikan mobilnya,biar saya lagi yang nyetir" Roland kuatir nyawa Nayfa tidak tertolong karna terlambat mendapat pertolongan.


Leon menghentikan laju mobil dan turun berganti posisi lagi dengan Roland.


"Leon,seandainya nanti terjadi sesuatu pada abang,tolong kau jaga istri abang" Roland memandang Leon dengan serius dan memegang kedua bahunya untuk meyakinkan Leon.


"Bang,saya yakin kita akan baik-baik saja" Sahut Leon.


"Ini,pegang tas abang di dalamnya ada beberapa barang berharga dan kartu dan buku tabungan.Saya hanya berharap sama kau Leon,tolong berjanjilah,jaga anak dan calon anak abang" Roland menatap Leon dengan mata mengiba.

__ADS_1


"Baik bang,saya akan jaga nona Nayfa dan calon anak abang dengan nyawa saya" Leon mengangguk untuk meyakinkan Roland.


"Oke Leon,terimakasih" Mereka berdua kembali masuk kedalam mobil.


Roland mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi dan membuka jendela di sebelahnya agar bisa memantau keberadaan mobil polisi yang semakin mendekat.


Mobil polisi semakin dekat,Roland dan Leon siap-siap untuk melepaskan tembakan.


"Tembak bannya Leon!"


"Siap bang!" Leon mengarahkan senjata apinya kearah ban mobil polisi dan menembaknya membabi buta.


"Dor! Dor! Dor...!!!"


"Bagus Leon,sekarang kita aman" Teriak Roland.


Tapi tiba-tiba...


"Dor!" Satu tembakan polisi yang tak terduga datangnya mengenai lengan Roland.Sebuah mobil polisi kembali mengejar mobil Roland.


"Aakkhh...!" Roland terkejut mendapat serangan dadakan,spontan menekan gas mobil secara penuh.Untung dengan cepat Roland kembali bisa mengendalikan laju mobilnya.


"Bang,abang terluka,bagaimana ini...biar saya yang menggantikan abang!" Teriak Leon kuatir.

__ADS_1


"Nggak apa-apa,saya bisa mengatasinya" Roland berhasil berhasil menghindar dari kejaran polisi.


Hampir dua jam kejar-kejaran dengan polisi,akhirnya mobil Roland sampai di depan rumah sakit yang ada di kota terdekat.Dengan cepat dia turun untuk melihat keadaan Nayfa sambil menahan luka di lengannya yang dibebatnya menggunakan kain.


Leon membuka pintu belakang mobil dan menurunkan Nayfa terlebih dahulu dan menyerahkannya pada Roland.


Roland membawa Nayfa masuk kedalam ruang IGD untuk mendapatkan langsung penaganan.Tanpa memperdulikan lukanya yang terus mengeluarkan darah.


Leon pun membawa Rose kedalam IGD,karna biar pun sudah sadar keadaan fisik Rose begitu lemah.


Nyawa Nayfa dan calon bayi yang ada di dalam rahimnya dapat diselamatkan.Kondisi fisik Nayfa sangat kuat.Perjalanan hidupnya menjadikannya seorang wanita sekaligus ibu yang tangguh.


Dengan setia Roland selalu berada di samping Nayfa.Rasa bahagia terpancar dari wajahnya melihat orang yang jadi sumber kebahagiaannya saat ini baik- baik saja.


"Bang,wajah abang kelihatan pucat.Bagaimana dengan luka abang,apa sudah diobati?" Tanya Leon saat mereka sama-sama ada di ruang tunggu pasien.


Roland sampai melupakan luka lengannya" Belum Leon" Jawab Roland.


"Luka abang harus diobati bang,takut infeksi" Leon menatap dengan kuatir.


"Abang nggak mau meninggalkan Nayfa,lagi pula abang baik-baik saja" Roland tersenyum tipis dan menepuk bahu Leon pelan.


"Leon,di dalam tas ini,ada banyak benda berharga dan surat-surat penting,tolong jaga dan gunakan untuk keperluan kalian bila abang tertangkap polisi.Atau bisa saja abang meninggal kapan saja.Tolong jaga istri dan anak abang,jangan sampai ada yang menyakiti mereka.Oiya satu lagi,tolong kau cari keberadaan anak Nayfa yang dari suami pertamanya.Di dalam tas itu ada petunjuk" Setelah mengatakan itu Roland mulai melemah,tiba-tiba tubuhnya terjatuh di lantai.

__ADS_1


__ADS_2