
Pagi-pagi sekali Nayfa telah rapi,dia berniat ingin menghirup udara pagi untuk menghilangkan morning sick yang dialami.
"Kamu mau kemana?" Roland menatap penuh selidik penampilan Nayfa.
"Mau,hirup udara pagi ke pinggir hutan,biar mual-mual saya hilang" Jawab Nayfa sembari menyisir rambutnya.
"Saya temani" Roland menatap Nayfa posesif dan protektif.
Nayfa hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
Ada perasan tidak enak di hati Nayfa karna perkataannya kemarin pada Roland.Nayfa melirik Roland yang berjalan disampingnya.Tapi sepertinya Roland baik-baik saja,tak ada sesuatu yang aneh diwajahnya.Nayfa tau,Roland sangat ahli menyembunyikan perasaannya.
Nayfa memberanikan diri menggandeng tangan Roland dan memeluk lengannya.Perasaan hangat seketika mengalir di sekujur tubuh Roland mendapatkan perlakuan manis dari istrinya.Roland merengkuh bahu Nayfa dan berjalan menyusuri pinggiran hutan.
"Bagiamana,apa kamu masih merasa mual?" Tanya Roland saat mereka berhenti di dekat sebuah kolam kecil.
Nayfa menggeleng,"Terima kasih ya sudah mau menemani saya" Nayfa menyipitkan matanya akibat silau sinar mata hari.
Roland menariknya ke bawah pohon yang agak teduh."Nay,tetaplah bersama saya walau apa pun yang terjadi" Tiba-tiba Roland berjongkok dihadapan Nayfa sambil menggenggam tangannya.
Nayfa terkejut dengan tindakan Roland yang membuatnya sangat tersentuh.
"Izinkan saya menikmati kebahagiaan bersama mu walau hanya sebentar.Saya ingin bahagia sebelum saya mati.Saya belum pernah merasakan kebahagiaan saat seperti sekarang ini.Jadi ku mohon,jangan pernah tinggalkan saya"Roland menatap Nayfa dengan mata sendu.
Nayfa menarik bahu Roland agar bangkit berdiri."Mana mungkin saya meninggalkan tuan.Perkataan saya yang kemarin jangan di anggap,saya hanya agak emosi waktu itu...saya juga merasa bahagia saat ini sama seperti yang tuan rasakan."
__ADS_1
"Benarkah?" Nayfa mengangguk,Roland membawa Nayfa kedalam pelukannya.Tak ada cinta diantara mereka,yang ada hanya rasa nyaman saat bersama.
"Saya ada kejutan buat kamu" Roland melepaskan pelukannya.
"Apa itu?"
"Nanti kau akan tau sendiri,mari naik,biar saya gendong!" Roland membungkukkan badannya.
"Kita mau kemana,kenapa saya harus digendong?"
"Naik aja,saya akan bawa kamu ke suatu tempat,tempatnya lumayan jauh kalau jalan kaki" Roland masih jongkok menunggu Nayfa naik.
Nayfa naik ke punggung Roland dengan hati-hati.
"Hati-hati ya" Nayfa memperingatkan Roland.
"Tentu...saat ini saya sedang menggendong dua orang yang sangat saya sayang di dunia ini.Saya tak ingin kalian terluka" Perkataan Roland membuat sesuatu bergejolak aneh di dalam perut Nayfa.
Nayfa menyandarkan kepalanya dengan nyaman di punggung Roland.Nayfa berpikir saat ini adalah hari terindah dalam hidupnya.Dimanja dan diperhatikan oleh suami yang tak pernah dipikirkan olehnya sebelumnya.
"Andai waktu bisa berhenti...saya ingin kita begini terus sampai tua" Roland terus mengutarakan apa yang ada dalam hatinya.
"Kalau sudah tua,tuan mana sanggup menggendong saya" Nayfa tertawa renyah.
"Sanggup lah,kalau sudah tua pasti tubuh kamu kurus dan peyot" Perkataan Roland praktis membuat Nayfa kesal.
__ADS_1
"Apa kamu bilang ha?! Kamu bilang saya kurus,peyot! Kamu tuh yang kurus,peyot!" Nayfa menggelitik perut Roland.
"Aww...Nay...berhenti! Nanti kita bisa jatuh" Teriak Roland sambil tertawa kegelian.
"Biarin jatuh,lagi kamu resek" Nayfa merajuk.
"Maaf...kamu nggak kurus dan peyot,kamu tetap bohay sampai tua...ha...ha...ha...!" Roland semakin semangat menggoda Nayfa.
Nayfa jadi ikut tertawa membayangkan dirinya saat tua nanti tapi tetap bohay seperti perkataan Roland.
Karna bercanda sepanjang perjalanan sambil menggendong Nayfa,tak terasa mereka telah sampai ketempat tujuan.
Sebuah rumah semi permanen,di depannya tampak seorang pria setengah baya sedang duduk di sebuah bangku rotan panjang.
Nayfa terkejut dan mematung,melihat bapaknya dalam keadaan sehat sedang duduk santai sambil ngopi.
Nayfa memandang Roland dengan mata berkaca-kaca.Roland menepati janjinya untuk mengeluarkan bapaknya dari pertambangan.Roland mengangguk dan tersenyum.
Nayfa mendekat,"Bapak" Panggilnya.
Sang bapak menoleh dan langsung menubruk Nayfa yang sudah berada didepannya.Seketika tangis keduanya pecah.Roland hanya bisa diam dan terharu.
Roland mendekat dan menyalami takzim pada sang bapak mertua."Nay,saya tinggal dulu ya,saya ada urusan mendadak,nanti saya suruh Rose untuk menjemput kamu" Nayfa mengangguk masih ada isak tangisnya.
Siang hari Rose datang menjemput Nayfa.Rose tidak membawanya langsung pulang,tapi mengajaknya ke suatu tempat yang sangat jarang orang tau.
__ADS_1