Grup WA Keluarga Suami Ku

Grup WA Keluarga Suami Ku
Episode 11


__ADS_3

Adira mengantarkan Nayfa sampai rumah,dalam perjalan Adira berusaha menghibur Nayfa.


"Mba Adira,boleh ga malam ini aku menginap dirumah mba,rasa aku sudah tidak sanggup untuk ketemu sama mas Ammar...ku kira aku akan kuat mba menghadapi semua ini"Nayfa menengadahkan kepalanya dan menarik nafas agar air matanya tidak tumpah.


"Boleh Nay"sahut Adira terap fokus menyetir.


"Tapi aku pulang dulu kerumah untuk mengambil baju baju aku mba,aku mau pulang dulu kerumah kedua orang tuaku di kampung"Sambung Nayfa.


"Kalau itu yang kamu mau silahkan Nay,memang orang tua itu tempat terbaik untuk kita pulang...mengenai kerjasama yang kita jalani kamu ga usah pikirkan dulu,fokus saja sama hidup kamu dulu"Adira begitu pengertian.


"Baik mba Adira,terimakasih sudah jadi teman baik buat aku"Nayfa berusaha tersenyum.


*****


Nayfa kembali ke kampungnya hanya beberapa hari untuk menenangkan diri.Dikampung dia menemui temannya yang dulu pernah mengajak kerja ke Singapura.Ternyata dia sedang ada di Singapura.Nayfa senang lowongan kerjanya masih ada.Walau kerjanya hanya sebagai pramuniaga di toko tas dan pakaian,yang penting halal.


Nayfa kembali ke Jakarta untuk mengurus surat surat dan dokumen untuk keberangkatannya ke Singapura.Nayfa akan memulai hidup barunya tanpa Ammar.Terbukti Ammar sudah tidak perduli lagi pada Nayfa.Karna selama tiga hari di kampung,Ammar sama sekali tidak menanyakan keberadaannya.


Sampai di rumah,tidak ada tanda tanda orang di rumah.Rumah kelihatan bersih,tempat tidur masih rapih,tidak ada cucian kotor.

__ADS_1


"Berarti mas Ammar tidak pulang,tidur di mana dia...ah terserah dia mau pulang atau tidak"Nayfa membuang pikiran tentang Ammar.


Keesokan harinya setelah Ammar pulang kerja,Nayfa memberanikan diri bicara pada Ammar.Untuk meminta kepastian mengenai rumah tangga mereka akan di bawa kemana.


"Mas,aku mau bicara"Nayfa mendekat pada Ammar yang sedang mengambil baju salin dari lemari.


"Bicara aja,aku dengar kok"Sahut Ammar sambil melirik Nayfa.


"Aku butuh kepastian mas,aku ga mau di gantung gini,kalau memang mas mau menikah lagi,mas harus lepaskan aku"cecar Nayfa,kedua tangannya saling bertautan dengan kencang,ada rasa takut menghinggapi perasaannya.


Ammar memandang Nayfa"Kamu pasti tau kalau perceraian itu di benci Tuhan..."


"Jadi..."Nayfa menunggu perkataan Ammar selanjutnya.


"Tapi aku ga mau di madu mas,aku ga mau kamu nikah lagi,kamu coba pikirkan perasaan aku"Sanggah Nayfa.


"Itu terserah kamu,aku ga perlu pendapat kamu setuju atau nggak,yang jelas laki laki itu boleh nikah dengan atau tanpa seizin istrinya,apalagi aku sekarang aku sudah mapan.Bisa menafkahi istri lebih dari satu"kata Ammar tanpa perasaan.


Nayfa kehabisan kata kata menghadapi Ammar yang bebal.Bicara seenaknya tanpa perduli perasaan istrinya yang hancur lebur.

__ADS_1


"Mas,apakah kenangan kenangan indah kita di masa lalu tidak berarti buat mas Ammar"Nayfa mencoba menyentuh hati Ammar.


"Kenangan ya tinggal kenangan Nay,buat apa di ingat ingat,ga usah berlebihan deh"Dengus Ammar dan meninggalkan Nayfa.


Hati Nayfa tercabik cabik,tubuhnya melemah dan merosot kelantai."Mas Ammar,kenapa kamu bisa berubah begitu...dulu kamu paling ga bisa melihat aku menangis,bersedih apalagi di sakiti.Sekarang justru kamu melakukannya pada ku mas.Kamu dulu tempat aku berlindung dan mengadu,tapi sekarang..."Nayfa menangis sejadi jadinya.


*****


Setelah hampir dua minggu mengurus keberangkatan ke Singapura,akhirnya semua beres,Nayfa siap berangkat.Nayfa bertekad untuk melupakan Ammar seumur hidupnya.


"Semoga ini langkah yang benar...semoga aku sukses di negri orang"Nayfa berbaring di tempat tidur sambil memejamkan matanya.


Pagi pagi sekali sebelum berangkat ke bandara,sebelum memblokir nomor telepon Ammar dan semua keluarganya,Nayfa mengirimkan pesan terakhir pada Ammar.


"Mas,aku pamit ya...maaf lahir bathin"Nayfa membaca berulang ulang pesan yang dikirimnya pada Ammar.Hatinya sakit sekali,dadanya terasa sesak,sambil menangis Nayfa memeluk foto Ammar yang jadi wallpaper hp nya.


Nayfa juga berniat menghapus akun sosial sejuta umat miliknya,biar tidak meninggalkan jejak.Sebelum menghapusnya,Nayfa iseng iseng mampir sebentar ke akun Ammar.Betapa kecewa dan sedih hati Nayfa melihat postingan yang di unggah Ammar.


"Tinggal menunggu hari"tulis Ammar disertai foto dua tangan wanita dan pria yang saling bertaut.Nayfa sangat mengenal tangan pria itu,ya itu tangan Ammar,Nayfa sangat mengenalnya,apalagi ada jam tangan yang mereka beli dulu saat masih bersama.

__ADS_1


"Mas Ammar...tidakkah kau merasakan apa yang kurasakan...kamu melukai aku mas...sakit sekali rasanya...ingin rasanya aku pergi ke negri yang abadi"Nayfa cepat cepat menghapus akunnya.


Nayfa berangkat ke bandara sendiri tanpa ada yang menemani dan mengantar.Matanya memandang nanar jalanan yang tak ada ujungnya.Bayangan kenangan bersama Ammar seolah menari nari di sepanjang jalan.


__ADS_2