
"Raisya,apa kamu yakin Nayfa tidak akan bisa kembali lagi kesini?" Bu Nurmala dan Raisya mengadakan pertemuan rahasia di kamar bu Nurmala.Mereka berdua yang merencanakan menyingkirkan Nayfa.
"Tenang ma,kalau uang sudah bicara semua lancar.Nayfa dan bapaknya sudah dibuang ke suatu tempat yang terpencil.Tempat itu dipenuhi oleh binatang buas. Dan katanya orang yang berkuasa di tempat itu adalah seorang laki laki kejam,dan berdarah dingin.Siapa saja yang masuk ketempat itu tidak akan bisa keluar dengan selamat.Raisya sudah membayar mahal orang itu" Jawab Raisya.
"Kamu hebat Raisya,mama tidak menyangka kamu punya ide sebrilian itu.Kita bisa menyingkirkan Nayfa tanpa harus mengotori tangan kita."
"Sekarang dendam mama terhadap ibu Nayfa terbalaskan dan Raisya bisa memiliki anak Nayfa."
***
Roland sangat senang melihat Nayfa berteriak kesakitan akibat perbuatannya.Setelah sekian lama tidak merasakan hangatnya tubuh wanita dan selalu bermain solo.Roland menemukan Nayfa yang dianggapnya sebagai Paramitha sebagai pelampiasannya.
Dahaga yang dia tahan bertahun tahun belum juga hilang.Roland kembali mendekat pada tubuh Nayfa.
Nayfa yang masih merasakan sakit yang teramat pada bagian intinya siaga.Saat tubuh Roland akan menindihnya dengan cepat kaki Nayfa menendang perkakas utama Roland.
Tubuh Roland terjungkal kelantai.Kesempatan itu di gunakan Nayfa untuk melarikan diri.Saat akan berdiri Nayfa kembali terjatuh.Tubuhnya seakan remuk tak bertenaga.
Dengan amarah meluap luap Roland bangkit naik keatas tempat tidur.Nayfa merasa ketakutan melihat wajah Roland.
Plak! Plak! Plak!
Roland menampar bolak balik wajah Nayfa sekuat tenaga.
"Sakit...tolong hentikan...!' Teriak Nayfa.
"Sakit! Itulah yang kurasakan saat kau mengkhianati ku Mitha.Bahkan beribu ribu lebih sakit!" Roland tertawa keras.
Tanpa kenal ampun Roland melampiaskan hasratnya sampai berkali kali.Tak perduli tangis memilukan dan wajah mengenaskan Nayfa.Akibat kelelahan dan rasa sakit yang dia rasakan akhirnya Nayfa pingsan.Tanpa merasa kasihan Roland meninggalkannya diatas tempat tidur.
Siang harinya Nayfa terbangun dan sadar dari pingsannya.Nayfa membuka matanya,merasa kecewa dia masih berada di tempat yang sama.
__ADS_1
Merasa hendak buang air kecil,Nayfa beranjak dari tempat tidur.Perih teramat sangat dia rasakan saat buang air kecil,Nayfa menjerit.
Dikamar mandi Nayfa terus mengguyur tubuhnya untuk menghilangkan bekas pelecehan yang dilakukan laki laki yang tidak dikenalnya itu.Merasa tubuhnya mulai kedinginan Nayfa menyelesaikan mandinya.
Karna tidak memiliki sepotong pakaian pun,Nayfa memakai asal baju yang ada di lemari di kamar itu.
Sepotong kaos oblong dan celana kolor yang ukurannya kebesaran.Karna ukuranya kebesaran jadi tidak memperlihatkan ceplakan tubuhnya bagian dalam yang tidak memakai dalaman.
Pintu terbuka dari baliknya muncul dua pelayan wanita yang diperintahkan Roland untuk melayani Nayfa.
"Mba,makan dulu ya!" Mereka meletakkan makanan di atas nakas dekat tempat tidur.
Nayfa memandang dua wanita itu.Sepertinya mereka orang baik,begitu pikiran Nayfa.Karna mereka berlaku sopan dan ramah.
"Mba,tempat ini dimana ya,kenapa saya sampai ada disini?" Tanya Nayfa penuh kekuatiran.
"Maaf mba,kami juga tidak tahu ini dimana.Kami sudah lama terkurung di tempat ini" Jawab salah satu wanita itu.
"Dia tuan Roland mba.Dia penguasa disini,jadi kita harus menurut dengan semua perkataan dan peraturannya kalau mau selamat."
Setelah kedua wanita itu pergi,Nayfa memakan habis semua makanannya.Dia butuh tenaga untuk melawan Roland.Untuk melarikan diri dari tempat asing terkutuk ini.Dia tidak ingin lagi tubuhnya dijamah laki laki bejat seperti Roland.
Tiba tiba Nayfa teringat Arfa putranya.Dimana dia sekarang,bagaimana nasibnya.Apakah Arfa ada bersama ayahnya atau orang lain.
Merasa telah memiliki tenaga,Nayfa mulai mencari cara untuk keluar dari kamar itu.Dia sangat terkejut ketika membuka gorden yang menutupi jendela.Sejauh mata memandang hanya ada hutan yang lebat.Tidak ada rumah sama sekali.Jendelanya pun dipasang terali besi yang kuat.
Saat sedang mencoba menarik narik terali besi itu tiba tiba Roland datang.
"Percuma kamu berusaha mau kabur,seandainya juga kamu berhasil keluar dari kamar ini,kamu akan jadi santapan hewan hewan liar di luar sana" Kata Roland dengan kedua tangannya di lipat didada dia mendekat pada Nayfa.
"Wow ternyata kamu mulai berani menggoda saya" Roland tersenyum mesum melihat kaos yang dikenakan Nayfa.Ceplakan puncak bukit squeezy yang tidak memakai dalaman mengundang gairah Roland.
__ADS_1
"Mau apa kau tuan Roland,mundur!" Nayfa tampak siap untuk melawan Roland.
"Aku menginginkan tubuhmu Mitha,akui saja kalau kau mulai ketagihan dengan permainan...akui saja kalau aku lebih hebat dari selingkuhan mu itu.Makanya kamu kembali kesini" Roland menyentuh pipi Nayfa dengan lembut.
Tak ingin dirinya disentuh lagi oleh Roland,Nayfa menampar pipi Roland.
"Plak"
Roland terkejut dan marah,baru kali ini ada orang yang berani menamparnya.Roland meraih rahang Nayfa dan mencengkeramnya dengan keras.
"Kamu berani menampar saya pelacur!" Roland mendekatkan wajahnya pada wajah Nayfa dan menatapnya dengan tajam.
"Puih"
Nayfa meludahi wajah Roland dan membuat Roland semakin marah.Mendorong tubuh Nayfa kedinding dan mencium bibir Nayfa dengan kasar.Aroma rokok dan minuman keras dari mulut Roland membuat Nayfa mual.Dengan keras Nayfa menggigit bibir Roland hingga berdarah.
"Aww!" Roland berteriak dan melap darah yang keluar dari bibirnya.
Rasa sakit itu tidak ada apa apanya bagi Roland.Dengan beringas menarik pakaian yang dikenakan Nayfa.Karna kebesaran pakaian itu dengan mudah molos dari tubuh Nayfa.Roland mengangkat tubuh Nayfa dan menghempaskannya ke kasur.
Saat tubuh Roland menindihnya,Nayfa mencakar badan Roland dan kakinya menendang nendang punggung Roland.Mendapat perlawanan yang dahsyat dari Nayfa,dan tidak dapat dengan leluasa melancarkan aksinya akhirnya Roland mengikat tangan dan kaki Nayfa dengan dasi yang diambilnya dari lemari.Mulut Nayfa juga tidak ketinggalan dilakban oleh Roland.
Nayfa tidak berkutik dia hanya bisa pasrah saat tubuhnya kembali dinikmati Roland dengan brutal.
Selesai melaksanakan hajatnya Roland melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Nayfa.Tanpa merasa kasihan sama sekali Roland meninggalkan Nayfa dalam keadaan mengenaskan.
Nayfa melepaskan lakban dari mulutnya,mengusap usap pergelangan tangannya yang bengkak dan memerah.
Nayfa duduk meringkuk dengan memeluk kedua kakinya.Tiba tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas plafon kamar pas diatas kasur.Nayfa kaget dan mengangkat kepalanya.Ternyata seekor ular kobra yang besar.Awalnya Nayfa takut saat kepala ular itu berdiri pas didepan wajahnya.Suara desis nya sangat jelas ditelinga Nayfa.
Nayfa berpikir bila dia tidak bisa keluar dari sini dan hanya akan menjadi budak nafsu Roland.Lebih baik mati karna racun ular kobra itu.Nayfa sengaja menggerak gerakkan tubuhnya agar ular kobra itu mengetahui keberadaannya.Dengan memejamkan matanya pasrah,Nayfa siap di patuk ular kobra itu.Benar saja hanya hitungan detik ular itu mematuknya.
__ADS_1