
Para pekerja tambang itu melepaskan tubuh Nayfa begitu saja ketanah.Nayfa meringis kesakitan entah sudah berapa tubuhnya di hempaskan begitu saja.Dengan terpincang pincang Nayfa mendekat pada Roland yang memandangnya dengan senyum kemenangan.
Tidak sabar melihat Nayfa melangkah begitu pelan,Roland membopong tubuh Nayfa dan membawanya kembali kemarkas.Kali ini Roland tidak membanting tubuh Nayfa ke kasur.Dengan pelan dan lembut meletakkan tubuh kecil Nayfa ke atas kasur,dia tau kaki dan tangan Nayfa banyak yang luka akibat diseret Ramos di jalanan yang banyak batunya tadi.
"Besok pagi kita menikah,saya akan bawa bapakmu kesini untuk menikahkan kita.Saya hanya menginginkan anak bukan istri,jadi setelah kamu melahirkan anak buat saya,saya akan ceraikan kamu.Apalagi saya sebenarnya membenci kamu karna kamu mirip dengan mendiang istri saya" Kata Roland sambil mengobati luka ditangan Nayfa.
Nayfa meringis menahan perih saat lukanya diberi obat oleh Roland.Dengan pelan dan lembut Roland meniup luka itu.Sebenarnya hati Roland sangat lembut,dia paling tidak bisa melihat wanita kesakitan.Hanya saja sejak dikhianati mendiang istrinya Roland berubah menjadi sosok yang kasar dan beringas.
Tiba tiba Nayfa teringat putranya Arfa"Saya bersedia menikah dengan anda tuan Roland tapi sebelum menikah saya punya satu permintaan" Nayfa menatap Roland yang masih sibuk mengobati lukanya.
"Iya katakan saja,kalau saya sanggup akan saya kabulkan" Sahut Roland pelan dan lembut membuat Nayfa terperangah.Karna biasanya Roland selalu bicara kasar.
"Begini tuan,saya punya seorang bayi laki laki berusia tiga bulan.Seingat saya terakhir saya menggendongnya saat saya,dan ibu saya melihat saudara yang meninggal dirumah sakit.Dirumah sakit itu ada mantan suami saya,saat keluar dari rumah sakit dia mengejar saya dan tiba tiba saya merasa tubuh saya terbang karna tertabrak sesuatu.Setelah itu saya ga ingat apa apa lagi,sampai saya tiba tiba ada disini."
"Oh jadi kamu punya anak? Saya akan mencari anakmu kalau kamu positif mengandung anak saya."
"Tapi saya ingin tuan mulai mencarinya secepat mungkin,saya sangat mengkuatirkannya.Entah bagaimana nasibnya sekarang,semoga dia ada ditangan orang yang baik" Mata Nayfa mulai berkaca kaca.
__ADS_1
"Siapa kamu ngatur ngatur saya?!" Roland menghempaskan tangan Nayfa yang sedang dipegangnya.
"Maaf tuan,saya hanya mengutarakan apa yang di hati saya.Kalau tuan tidak bersedia mengabulkan tidak masalah" Tubuh Nayfa meringsut ketakutan.
"Jangan pernah mencoba mengatur ngatur saya,kamu bukan siapa siapa disini.Jangan kamu pikir kamu istimewa karna saya menginginkan anak dari kamu!" Roland menatap tajam pada Nayfa.
"Maaf tuan,tapi mengapa tuan mau punya anak dari saya,bukankah banyak wanita lain disini yang masih muda dan cantik cantik?"
"Itu karna kamu mirip dengan mendiang istri saya bodoh,kan saya sudah katakan tadi."
"Sekarang coba saya lihat paha kamu,sepertinya juga ada yang luka" Roland menyingkap gaun selutut Nayfa.
"Kamu jangan sok suci dan jual mahal,saya sudah memegang seluruh tubuhmu bahkan menikmatinya" Roland kembali menyingkap gaun Nayfa.
"Itu karna anda memaksa saya tuan atau lebih tepatnya anda memperkosa saya.Sekarang saya adalah calon istri saya,jadi tolong hormati saya.Tunggu sampai kita resmi menikah" Roland tersentak dengan perkataan Nayfa dan menghentikan kegiatannya.
"Baiklah kalau begitu.Apa saya boleh tau tentang kehidupan pribadimu,kalau kamu tidak keberatan coba ceritakan!"
__ADS_1
Nayfa menceritakan kehidupan pernikahannya dengan Ammar,sampai Ammar berselingkuh.
Roland terkejut mendengar kisah Nayfa,ternyata nasib mereka sama.Roland kembali di bikin terkejut saat Nayfa menyebutkan tempat tinggalnya di Jakarta.Alamat itu tidak asing baginya karna dia pernah tinggal disitu untuk bersembunyi dari kejaran polisi.Dulu Roland dan istrinya tinggal di Manado.Setelah Roland memergoki istrinya berselingkuh dan membunuhnya,Roland mulai berpindah pindah tempat untuk mengelabui polisi.Hingga akhirnya dia terdampar di sebuah tempat terpencil yang dia tempati sekarang.
"Nayfa...apa kamu pernah melihat dan masih ingat ada seorang pria berdiri diatas balkon di sebelah rumahmu dulu?" Roland menangkup kedua pipi Nayfa.
"Iya,saya ingat tuan.Pria itu dulu sering memperhatikan saya diam diam,sampai membuat saya takut" Nayfa membayangkan kejadian itu.
Mata Roland berbinar binar,tidak menyangka dia bertemu dengan wanita itu yang ternyata adalah Nayfa."Pria itu saya Nayfa."
"Benarkah tuan?" Nayfa tidak percaya.
"Iya benar,saya sungguh tidak menyangka kita di pertemukan di tempat yang jauh" Roland sejujurnya juga masih belum percaya.
"Terus mengapa tuan sering memperhatikan saya,apa tuan ingin berniat buruk pada saya?"
"Itu karna kamu mirip dengan mendiang istri saya bodoh...pantesan kamu diselingkuhi suamimu karna kamu itu bodoh" Sahut Roland.
__ADS_1
Nayfa memandang wajah Roland"Ga nyadar apa dia mengatakan orang bodoh,dia juga diselingkuhi sama istrinya.Bahkan dia sampai tega menghabisi nyawa istrinya.Sampai hari ini pun dia tidak bisa move on dari mantan istrinya.Siapa sebenarnya yang bodoh?" Bathin Nayfa.
Nayfa masih memandang wajah Roland" Jangan pandangi saya seperti itu,saya tau saya tampan,jangan sampai kamu jatuh cinta pada saya" Ucap Roland mengagetkan Nayfa.