
Roland tidak menyangka efek dari dia menggendong Nayfa menimbulkan masalah besar.Tubuh Nayfa menempel erat di punggungnya,terutama dua bulatan bukit kembar Nayfa.Tubuh Roland memanas saat dua squeeze itu bergerak gerak menggelitik punggungnya.
Banyak anak buah Roland yang memandang mereka berdua sambil tersenyum.Roland menyangka anak buahnya memandang kagum pada kemesraan mereka.Tanpa Roland sadari ternyata tugu monas nya mengacung tegak dari balik celana training yang dia kenakan.
Sampai dikamar Roland menurunkan Nayfa dari gendongannya langsung keatas tempat tidur.Ketika akan melorotkan celana training nya karna gairah yang menghentak hentak, Roland baru menyadari kenapa tadi anak buahnya senyum senyum melihat dia menggendong Nayfa.
"Oh ****! Tiba tiba wajah Roland berubah panik dan membuat Nayfa kuatir.Bagaimana nanti dia menghadapi anak buahnya.
"Ada apa tuan Roland?" Nayfa mendekat pada Roland.
Roland menunjuk kearah tugu monas nya" Nayfa salah paham mengira Roland menyuruh untuk memegangnya.
Dengan terpaksa Nayfa memegangnya walau sebenarnya dia merasa geli.Tugu monas itu semakin tegang dan bergerak gerak.Seketika kekuatiran Roland lenyap berganti gairah yang membara.
"Ah bodo amat apa kata anak buah saya,yang penting ini dulu" Roland langsung menindih tubuh Nayfa.
Setelah percintaan panas mereka,Roland terus memeluk tubuh Nayfa.
"Sayang...besok saya harus pergi ke kota dan meninggalkan mu untuk beberapa hari" Kata Roland sambil membelai puncak squeeze Nayfa supaya Nayfa terangsang lagi dan terjadi ronde kedua.
Nayfa bahagia mendengar Roland memanggil nya sayang.Nayfa melirik Roland yang asik dengan mainannya squeeze hidup.
"Apa tuan Roland tidak takut tertangkap polisi?"
"Saya akan menyamar dan anak buah saya banyak yang akan mengiringi untuk melindungi saya.Lagi pula saya punya hubungan baik dengan orang orang penting di negara ini."
"Berarti aku akan dikurung dikamar ini selama kamu pergi?"
"Tidak sayang,saya akan izinkan kamu keluar dengan dijaga seorang pengawal,asal kamu berjanji untuk tidak kabur dari sini.Saya akan siapkan pengawal untukmu."
"Benarkah tuan Roland? Saya janji saya tidak akan kabur" Mata Nayfa berbinar binar dan menangkup kedua pipi Roland, mengecup bibir Roland dengan lembut.
"Kamu jangan panggil saya tuan Roland lagi,saya serasa sedang tidur dengan seorang pembantu.Panggil saya dengan sebutan sayang" Roland membalas ciuman Nayfa.
__ADS_1
"Saya tidak mau tuan..." Nayfa melepaskan kecupannya.
"Saya takut akan jatuh cinta pada tuan,bukankah tuan sendiri yang bilang jangan jatuh cinta pada tuan" Sambung Nayfa.
Roland terdiam sesaat,dia sendiri mulai merasa nyaman dengan kehadiran Nayfa disisinya.
***
Keesokan paginya Roland memperkenalkan Napoleon kepada Nayfa.Napoleon adalah pemuda berumur tiga puluh tahun,seorang bandar narkoba.Wajahnya tampan tidak kalah dari Roland,tapi lebih baby face karna memang usianya lebih muda.Tiga tahun lalu terdampar di daerah kekuasaan Roland karna melarikan dari kejaran polisi.Napoleon yang akrab di panggil dengan Leon,menjadi orang kepercayaan Roland.
Nayfa terperangah melihat ketampanan Leon,bagaimana bisa di tempat keras seperti ini banyak pria tampan.
"Nayfa...Ini Leon,yang akan jadi pengawal pribadi kamu selama saya tidak ada disini.Keselamatan nyawa kamu ada ditangannya.Kalau sampai kamu ada yang luka sedikitpun,saya akan habisi dia."
Nayfa merasa takut mendengar perkataan Roland.Dari air wajahnya Roland terlihat serius dengan ucapannya.
"Leon,kau dengar tadi apa yang saya katakan" Roland menatap tajam pada Leon sebagai sebuah ancaman.
"Siap bang!" Jawab Leon singkat dengan wajah datar.
Nayfa masuk kedalam kamarnya,sementara Leon menunggu didepan pintu kamar Nayfa.Lima menit kemudian Nayfa keluar dari kamarnya.Dia kaget melihat ada Roland berdiri siaga tanpa ekspresi.
Nayfa berusaha tersenyum dan menyapa Leon." Tuan Leon,maaf sudah merepotkan."
"Jangan panggil saya tuan,nona Nayfa.Panggil saya Leon saja.Ini sudah tugas saya" Jawab Leon tegas.
"Anda sekarang mau kemana nona?"
"Saya hanya mau jalan jalan ke pinggir hutan,Leon."
Leon mengikuti langkah Nayfa,sampai dipinggir hutan,Nayfa memetik beberapa bunga hutan yang akan di letakkan di meja kamarnya.Tidak ada pembicaraan di antara mereka.
Keheningan terpecah oleh ponsel Leon yang berdering.Leon mengangkatnya,Roland yang menelepon.
__ADS_1
"Leon,bagaimana keadaan Nayfa,apa dia baik baik saja?"
"Baik bang,nona Nayfa sedang ada dipinggir hutan memetik bunga."
Baru meninggalkan Nayfa setengah jam,Roland mulai kuatir.Dia mulai posesif terhadap Nayfa.
"Coba ambil gambarnya dan kirimkan kepada saya!"
"Baik bang" Leon mulai mengambil gambar Nayfa pakai kamera ponselnya.
Nayfa yang dari tadi mendengarkan pembicaraan Roland dan Leon hanya diam saat Leon memfotonya.
Ternyata dari tadi dibalik rindangnya pepohonan ada sepasang mata wanita menatap tidak suka pada kebersamaan Leon pada Nayfa.
Selesai memetik bunga,Nayfa kembali kekamarnya.Sebelum masuk kamar,Nayfa berniat meminjam ponsel Leon.
"Leon,saya boleh meminjam ponsel kamu sebentar?" Nayfa tersenyum semanis mungkin agar Leon mau meminjamkannya.
"Maaf nona Nayfa,bang Roland melarang kami semua yang ada disini meminjamkan ponsel pada nona" Sahut Leon sambil melangkah agak menjauh dari Nayfa.
Nayfa mengerucutkan bibirnya,dikiranya Leon akan mudah dapat dipengaruhi.
Leon menghubungi Roland" Bang tadi nona Nayfa berniat mau meminjam ponsel pada saya."
"Saya ingatkan sekali lagi,siapa pun yang ketahuan meminjamkan ponsel pada Nayfa,siap siap saja akan kehilangan kepalanya!" Ucap Roland penuh penekanan.
"Siap bang!"
"Kau perketat jaga dan awasi Nayfa!Sepertinya dia belum bisa dipercaya.Saya akan usahakan urusan saya di kota selesai dalam sehari!" Teriak Roland dilanda kecemasan.
"Siap bang!" Leon kembali berjaga didepan pintu kamar Nayfa.
***
__ADS_1
Rose,salah satu dari dua wanita yang ditugaskan Roland melayani Nayfa telah lama menaruh hati pada Napoleon.Rose geram dan mulai tidak menyukai kehadiran Nayfa.
"Aku yakin Leon tidak akan berani menyukai Nayfa.Bisa hilang kepalanya sama tuan Roland.Tapi aku kuatir kebersamaan mereka akan menimbulkan rasa suka di hati Leon" Gumam Rose yang sedang memperhatikan Leon dari tempat pengintaiannya.