
"Mas Ammar lepas,sakit!"Nayfa berusaha melepaskan tangannya.
Ammar menghempaskan tangan Nayfa,dan memandangnya dengan tajam.
"Nay,kurang ajar ya kamu jadi istri,berani gitu kamu sama mama!'bentak Ammar.
"Mas,kenapa sih aku selalu salah di mata kamu"Nayfa membela diri.
"Kamu diam disini sampai semuanya pulang"Ammar menutup pintu dan menguncinya dari luar.
Nayfa kesal,matanya mulai memanas tapi dia berusaha menahan agar air matanya tidak keluar.
"Kamu harus kuat Nayfa,jangan cengeng"Nayfa menarik nafasnya dalam dalam.
Saat semuanya sudah pulang,Ammar kembali masuk ke kamar."Sebagai hukuman atas perbuatan kamu tadi, mulai gajian bulan depan aku yang akan pegang semuanya,aku hanya kasih uang belanja bulanan buat kamu"Ammar berdiri di depan Nayfa dengan berkacak pinggang.
"Mas Ammar,apa kita tidak bisa bicara baik baik dari hati ke hati,kita ini suami istri loh mas,tapi sudah seperti dua orang asing yang saling bermusuhan,sampai kapan kita begini terus mas?"Nayfa berdiri di depan Ammar.
"Sampai kamu bosan dan pergi dari rumah ini "jawab Ammar sinis.
"Kalau aku ga bosan dan tidak pergi dari rumah ini bagaimana?"Nayfa mencoba sabar.
"Terserah,aku mau mandi "Ammar berlalu ke kamar mandi.
Nayfa menghempaskan bokongnya ke atas kasur,matanya melihat telepon genggam Ammar ada di atas nakas.
Nayfa mengambilnya,dan mencoba membuka dengan kata sandi yang dia tahu dulu,ternyata Ammar belum mengganti kata sandinya.
Nayfa mencari nama Raisya,ada di temukan nama Raisya di tulis Ammar dengan nama Raisya sweetie.Nayfa merasa mau muntah membacanya.
Nayfa mulai membaca chat Ammar dan Raisya yang terakhir.
__ADS_1
"Ya Allah,mas Ammar, kamu bahkan menyebut sayang pada Raisya,orang yang baru kamu kenal,kamu menyebut Raisya sweetie,padahal itu sebutan nama aku di hp kamu"Nayfa memegang dadanya yang sakit atas penghianatan suaminya,sakitnya bahkan sampai menjalar keseluruh tubuhnya.
Nayfa terus menscrolling dan menemukan chat Ammar dan Raisya,yang membuat Nayfa menangis tertahan.
"Mas Ammar kamu kejam mas...kamu mengkhianati aku,kamu dan keluarga kamu akan bikin pertemuan dengan keluarga Raisya"Nayfa menghapus air matanya yang akhirnya tumpah,kemudian memfoto alamat restauran tempat keluarga Ammar dan Raisya bikin pertemuan.Kemudian cepat cepat meletak kembali hp Ammar ketempat semula.
Nayfa berjalan keluar rumah,menuju taman yang ada di samping.Nayfa duduk dengan menundukkan kepalanya dan memeluk kedua pahanya,menumpahkan semua air matanya yang tadi tertahan.
Tak mau larut dalam tangisnya,Nayfa mengangkat kepalanya,kemudian mencuci mukanya di kran yang ada di taman dan melapnya menggunakan lengan bajunya.Saat hendak mau balik kedalam,mata Nayfa tertuju pada balkon rumah tetangga sebelah.Pria yang sudah lama tidak kelihatan berdiri di atas balkon itu,sekarang ada sedang menatap Nayfa.
Nayfa cepat berjalan masuk ke dalam rumah,tidak sengaja dia menabrak Ammar yang akan keluar rumah,mereka saling bertatapan untuk beberapa saat.
"Kamu kenapa Nay,kamu habis nangis ya?"tanya Ammar melihat wajah Nayfa sembab.
"Ini mas,aku kangen sama ibu aku di kampung"Nayfa mengarang alasan.
"Yaudah,tinggal kamu video call aja kan gampangkan"jawab Ammar tak berperasaan.
"Dasar suami tidak peka"gerutu Nayfa dalam hati.
"Mau keluar dulu sebentar,mau beli sesuatu,oiya Nay,aku mau pakai uang tabungan kita dulu,aku minta kartu atm nya".
"Ada di dompet aku di kamar,kamu mau beli apa mas?"Nayfa berjalan ke kamar di ikuti Ammar dari belakang.
"Nanti kamu lihat sendiri aja,kalau aku sudah pulang"Ammar langsung mengambil kartu atm dari tangan Nayfa.
"Yaudah hati hati mas,jangan pulang malam malam"Nayfa mengantarkan Ammar sampai pintu.
Nayfa masuk kamar dan membuka hp nya,dia melihat lihat akun sosmed Ammar.Betapa terpukulnya Nayfa,semua foto foto dia dan Ammar sudah di hapus,begitu juga foto pernikahan mereka yang jadi foto profil akun sosmed Ammar.Semua foto fotonya di ganti dengan foto Ammar dan Raisya.Lebih gila lagi Ammar mengubah statusnya dari menikah menjadi duda.
"Ya Allah mas Ammar,kamu bisa berubah begini,aku seperti tidak mengenal kamu lagi mas...mana mas Ammar yang dulu,lembut,baik,penyayang dan sabar"Nayfa memekik dalam kepedihannya.
__ADS_1
"Sakit sekali rasanya...mas Ammar,apakah aku sudah tidak berati lagi dalam hidup mu"Nayfa merasa kepalanya tiba tiba pusing,dia segera mengambil obat sakit kepala yang sudah beberapa bulan ini di konsumsinya,karna sakit kepalanya bisa berjam jam lamanya baru bisa hilang kalau tidak minum obat.
Setelah hampir setengah jam,pusingnya hilang,Nayfa bersiap siap,dia punya janji ketemu dengan owner soto ayam lamongan dan ayam geprek di daerah Jakarta barat.Nayfa mengirimkan pesan pada suaminya bahwa dia akan keluar bertemu seorang wanita.Nayfa juga mengirim sherlock pada Ammar biar jelas dan tidak membuat suaminya marah.
Dengan mengenakan setelan baju muslimah,rok plisket berwarna coklat mocca,atasan blouse berwarna putih dan jilbab segi empat senada dengan roknya,sepatu kets warna putih,penampilannya begitu modis dan santai.
Nayfa sampai tepat waktu,mba Adira owner yang akan di temuinya juga baru sampai.Nayfa belajar berbisnis dari mba Adira.Nayfa mendengarkan dengan fokus semua penjelasan mba Adira.
"Baik mba Adira,terimakasih atas waktu dan saring ilmunya hari ini"Nayfa begitu antusias.
"Sama sama Nayfa,semoga sukses dan terus semangat,jangan lupa harus sering ikut pelatihan pelatihan".
Nayfa pulang dengan wajah yang penuh semangat tidak seperti saat berangkat tadi,dia memang perlu beraktifitas di luar rumah dan seseorang untuk berteman.Karna selama kurang lebih lima tahun pernikahannya Nayfa hanya sibuk mengurus rumah dan suaminya.
Menjelang maghrib,Nayfa sampai didepan rumah,berharap Ammar belum pulang.Nayfa terkejut melihat sebuah mobil new Pajero sport berwarna putih terparkir dihalaman rumahnya.
Nayfa masuk kedalam rumah yang tidak di kunci.Ammar sedang menelepon seseorang sambil rebahan di atas sofa.Melihat Nayfa pulang dia kaget dan langsung mengakhiri teleponnya.
"Kamu dari mana saja Nay,suami pulang kamu malah tidak ada di rumah"Ammar memasang wajah sewot.
'Maaf mas aku tadi ada ketemu orang di luar,lagi pula aku sudah kirim pesan sama mas Ammar tadi sebelum berangkat"Ammar membuka hp nya dan melihat ada pesan yang terkirim dari Nayfa,Ammar kelabakan.Nayfa mengabaikannya,dia penasaran dengan mobil yang ada di depan rumah.
"Mas,itu yang di depan rumah mobil siapa,apa ada orang yang bertamu?"
"Itu mobil yang baru aku beli"
"Jadi atm yang kamu minta tadi untuk beli mobil,tapi kalau beli mobil bukannya inden mas?"
"Iya aku sudah empat bulan yang lalu memesannya dan sudah ku DP dulu,aku kan gengsi naik motor terus ke kantor Nay"
"Iya ga apa apa mas,kamu memang perlu mobil,biar ga kepanasan di jalan"
__ADS_1
"Iyalah,aku memang perlu mobil,masa iya seorang kekasih Raisya anak seorang CEO hanya pakai motor ke kantor,apa kata dunia"dalam hati Ammar.
"Sudah malam aku mau tidur dulu,capek"Ammar meninggalkan Nayfa yang terus memandangnya sampai hilang masuk ke kamar.