Grup WA Keluarga Suami Ku

Grup WA Keluarga Suami Ku
Episode 31


__ADS_3

Leon berteriak memanggil dokter sembari mengangkat kepala Roland ke pangkuannya dan memeluknya.Para dokter yang mendengar teriakan Leon segera datang dan mengangkat tubuh Roland kemudian membawanya keruang IGD.Tubuh Roland mengalami demam tinggi yang disebabkan infeksi pada luka di lengannya.


Dokter begitu terkejut menemukan sebuah timah peluru bersarang di lengan Roland.Dokter menemui Leon di ruang tunggu dan minta persetujuan agar dilakukan operasi untuk mengeluarkan anak peluru yang bersarang di lengannya.


"Lakukan yang terbaik dokter yang penting saudara saya itu bisa selamat!" Ucap Leon.


"Tapi ada sedikit masalah,daging pasien yang disekitar lengan mulai membusuk akibat infeksi yang terlalu lama tidak ditangani" Dokter memberi keterangan.


"Pokoknya lakukan yang terbaik dokter!" Leon terlihat panik.


Tiba-tiba terdengar suara rintihan Roland dari kamar perawatannya.Dokter dan Leon berlari masuk.


Leon segera mendekat pada Roland dan memegang tangannya."Bang,abang." Leon terkejut,tangan Roland begitu panas.


"Dokter,cepat lakukan sesuatu!" Leon begitu ketakutan.

__ADS_1


"Leon...bawa saya...pada...istri saya." Suara Roland terdengar lemah dan bergetar.


"Baik bang" Jawab Leon.


"Jangan,sebaiknya istrinya saja bawa ke sini.Keadaan pasien begitu lemah dan tidak boleh banyak bergerak." Cegah dokter.


"Baik dokter."Leon segera menuju kamar perawatan Nayfa.Dengan dibantu para dokter yang merawat Nayfa,segera membawa Nayfa ke ruangan Roland.


Nayfa tampak begitu bahagia bisa melihat kembali suaminya walau dalam keadaan tak berdaya.Roland dan Nayfa hanya mampu saling berpegangan tangan.Keadaan mereka berdua tidak memungkinkan untuk duduk ataupun berdiri.


Dengan air mata berlinang,Nayfa menggenggam erat tangan suaminya.


Dalam sakitnya,Roland merasa tersentuh dan bahagia mendengar ungkapan cinta dari wanita yang telah memberinya kebahagiaan di dunia yang belum pernah dia rasakan.


"Nay,saya sangat mencintaimu,terimakasih atas kebahagiaan yang telah kamu berikan.Saya merasa waktu saya di dunia ini tidak lama lagi.Tolong jaga anak kita ya sayang,didik dia menjadi anak baik dan sholeh.Ajari dia ilmu agama,jangan sampai dia kelak seperti saya.Tak pernah dicintai keluarga dan tak tau ilmu agama.Tolong ingatkan dia kepada saya sebagai ayah yang mencintainya,walau nanti saya sudah tidak ada.Tolong ingatkan dia untuk selalu mengingat saya dalam setiap doanya." Ucap Roland dengan suara bergetar dan terbata-bata.

__ADS_1


"Suamiku,bertahanlah untuk kami,kami membutuhkan mu." Tubuh Nayfa bergetar menahan sakit yang dia rasakan.


Roland sangat ingin memeluk Nayfa dan menyentuh buah hati mereka berdua yang ada didalam perut istrinya.Dengan sekuat tenaga,Roland bangun dari tidurnya,walau terasa sakit yang amat sangat.Roland kini memeluk tubuh istrinya yang lemah di atas brankar.Tangis mereka pecah,bersamaan dengan datangnya para polisi yang telah mengepung rumah sakit.


"Pak Roland,anda kami tangkap!" Beberapa orang polisi masuk kedalam kamar perawatan Roland.


Nayfa menangis histeris melihat tangan Roland di borgol dan di bawa secara paksa oleh pihak kepolisian.


Nayfa berusaha turun dari atas brankar untuk menghalangi polisi membawa suaminya.


"Pak polisi,suami saya sedang sakit.Tolong biarkan dia dirawat dulu sampai sembuh.Tolong kasihani dia pak." Pinta Nayfa sembari memegang tangan polisi yang bersiap membawa Roland.


"Maaf bu,bapak Roland ini adalah buronan terpidana mati yang telah melarikan diri selama bertahun-tahun.".Polisi itu mendorong tubuh Nayfa untuk menjauh.


Begitu sakit hati Roland melihat istrinya diperlakukan dengan kasar oleh polisi."Leon,tolong bawa istri saya.Tolong jaga dia!" Teriak Roland.

__ADS_1


"Tidaaak...! Bawa saya bersama suami saya pak!" Kini Nayfa menarik kaki polisi itu.


Leon mengangkat tubuh Nayfa yang sedang terduduk memegang kaki polisi.Dan Roland pun di bawa dengan pengawalan ketat.Seketika tubuh Nayfa lemah terkulai di pelukan Leon.


__ADS_2