Grup WA Keluarga Suami Ku

Grup WA Keluarga Suami Ku
Episode 24


__ADS_3

Keberadaan Roland beserta anak buahnya di Kota terendus oleh polisi.Pihak intel kepolisian mengetahui keberadaan Roland cs dari anak buahnya yang berkhianat.


Selesai melakukan transaksi dengan pihak yang akan membuang orang yang tidak diinginkan,ternyata tempat itu telah di kepung pasukan polisi lengkap dengan segala perlengkapan logistiknya.


Polisi memberi memberi peringatan kepada Roland cs bahwa tempat itu sudah dikepung.Dalam hitungan sepuluh mundur jika tidak menyerahkan diri polisi akan memberikan tembakan peringatan.


Roland sudah terbiasa menghadapi ancaman seperti itu.Lewat Handy Talkie memberi perintah kepada anak buahnya untuk menyerang polisi dan melarikan diri.


Semuanya...! Kita coba kecoh polisi agar kita bisa lolos.Jangan ada yang sampai melarikan diri menuju markas.Jangan sampai polisi mengetahui letak markas kita,paham semua!" Roland memberi komando pada anak buahnya.


"Siap!" Jawab anak buah Roland bersamaan.


"Majuu...seraaang...!!!" Teriak Roland dengan lantang.


"Dor..dor...dor...!!!" Suara tembakan riuh memekakkan telinga sahut menyahut.Pihak kepolisian kaget dengan aksi Roland cs yang benar benar nekat.Pasukan polisi balas menembak dan mengejar.Roland cs dengan sengaja menyebar untuk mengelabui polisi.Terjadilah aksi kejar mengejar dan tembak tembakan antara polisi dan Roland cs.


Setelah lebih dari dua jam,Roland telah berhasil lolos dari kejaran polisi.Roland segera menghubungi Napoleon.


"Leon,segera evakuasi para wanita dan anak anak keruang bawah tanah! Jangan bikin mereka ketakutan,tuntun mereka secara perlahan keruang bawah tanah! Katakan akan terjadi angin badai!"

__ADS_1


"Siap bang! Apa yang sedang terjadi bang?"


"Tadi di kota polisi mengetahui keberadaan saya.Saya kuatir polisi akan menemukan markas.Perintahkan semua para laki laki untuk siaga.Buruh tambang juga kau kerahkan untuk berjaga jaga di sekeliling markas.Lengkapi mereka dengan senjata api!"


"Siap bang!" Leon segera bertindak dengan cepat.Leon mengetuk pintu kamar Nayfa berkali kali sampai Nayfa membuka pintu.


"Nona Nayfa ayo ikut saya!' Leon langsung menarik tangan Nayfa.


"Ada apa Leon,kenapa kamu menarik saya seperti ini?" Tanya Nayfa kebingungan tapi tetap mengikuti langkah Leon.


"Akan ada angin badai nona,jadi nona harus bersembunyi ditempat aman.Tunggu disini sebentar!" Leon berhenti ketika melewati kamar Rose dan Kemala.


"Ada apa Leon?" Tanya Rose dan Kemala bersamaan ketika keluar dari kamar.


"Bantu saya untuk membawa para wanita dan anak anak ke ruang bawah tanah.Sepertinya akan terjadi angin badai,jangan sampai bikin mereka panik" Terang Leon yang diangguki Rose dan Kemala.


Leon kembali menarik tangan Nayfa dan membawanya keruang bawah tanah.Rose melihat tangan Leon dan Nayfa yang saling berpegangan.Perasaan cemburu dan tak rela memenuhi relung hatinya.Rose tersadar ketika Kemala menarik tangannya dengan cepat.


Saat sampai didepan pintu ruang bawah tanah,ternyata pintunya masih digembok."Nona Nayfa tunggu di sini dulu,saya mau minta kuncinya pada bang Ramos!" Nayfa hanya mengangguk.

__ADS_1


Leon menemui Ramos untuk meminta kunci dan memberitahukan perintah Roland.Dengan cepat Ramos naik ke menara dekat gerbang pertambangan agar para buruh tambang siap siaga.


Roland kembali ke ruang bawah tanah,ternyata sudah banyak wanita dan anak anak menunggu di depan pintu.Saat pintu dibuka mereka berebutan ingin cepat cepat masuk.Nayfa ikut berdesak desakan diantara mereka.Saat sedang menuruni anak tangga untuk menuju ruang bawah tanah Nayfa terjatuh.


Nayfa menjerit kesakitan kedua lututnya luka terkena lantai ruang bawah tanah yang kasar.Leon dengan cepat turun dan mengangkat tubuh Nayfa kemudian meletakkannya di sebuah ranjang kayu.Leon sangat cemas karna teringat pesan Roland agar menjaga Nayfa dengan hati hati,jangan sampai terluka sedikit pun.


Secepat kilat Leon mengambil obat luka dan kain kasa.Dengan duduk berjongkok dihadapan Nayfa,Leon mengobati luka Nayfa dengan hati hati.Sesekali Leon meniup lutut Nayfa agar tidak perih.Semua tindakan Leon tidak luput dari perhatian Rose.Sakit rasanya melihat orang yang di cintai memperlakukan wanita lain dengan perhatian dan lembut.Ingin rasanya dia menggantikan posisi Nayfa.


Sebenarnya Nayfa risih dengan tindakan Leon,apalagi didepan orang banyak.Nayfa berusaha mencegahnya akan tetapi Leon bersikeras tetep merawat luka Nayfa.


Selesai mengobati luka Nayfa,Leon naik keatas hendak menghubungi Roland.Karna terburu buru,dia menabrak Rose yang akan turun kebawah.Tubuh Rose terjatuh kebawah.Rose berteriak kesakitan sambil menegang kedua lututnya yang berdarah.Leon menoleh sebentar pada Rose dengan wajah yang datar,kemudian berlalu tanpa memperdulikan teriakan Rose minta tolong.


Rose mendengus kesal,kemudian bangkit sendiri dan jalan terpincang pincang menuju ranjang kayu tempat Nayfa.Kini dia tau,Leon tidak sedikitpun perhatian padanya.Pupus sudah harapannya.


Melihat lutut Rose juga terluka,Nayfa berinisiatif membantu Rose.


'Mba,sini saya bantu obati" Nayfa mengambil obat dan kain kasa yang masih ada di atas ranjang.


Rose tidak menolak,karna memang lututnya luka dan perlu diobati.Nayfa memiringkan badannya agar bisa mengobati lutut Rose.

__ADS_1


Rose memandang wajah Nayfa"Dari segi wajah aku ga kalah cantik dari Nayfa,tapi kenapa tuan Roland malah menyukai Nayfa yang baru dikenalnya,dan sekarang Leon sepertinya juga menyukai Nayfa" Bathin Rose.


__ADS_2