
Dua wanita pelayan akan memberikan makanan dan pakaian untuk Nayfa atas perintah Roland,mereka terkejut dan berteriak minta tolong melihat Nayfa terkulai lemah diatas kasur tanpa pakaian samasekali.Terlebih lagi terlihat ada seekor ular kobra sedang merayap turun dari tempat tidur.Mereka berdua berlari ketakutan mencari Roland.
"Ada apa kalian berdua berlari lari?!' Bentak salah satu pengawal Roland,yang bernama Ramos.
"Mba Nayfa yang dikurung dikamar oleh tuan Roland di kamarnya ada ular tuan."
Ramos berlari memanggil Roland di ruang pribadinya.Secepat kilat Roland berlari menuju kamar Nayfa.
"Mitha! Aku ga mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya!" Roland terlihat panik dan menutup tubuh Nayfa dengan selimut.
Roland melihat ada bekas patukan ular di tangan Nayfa.Dengan sigap dan terampil Roland mengisap bisa ular dari tangan Nayfa.Roland sudah sering dan berpengalaman menolong anak buah dan tawanannya yang dipatuk ular.Karna tinggal di daerah hutan dan perbukitan,hampir setiap hari ada yang di gigit ular.
Selesai mengeluarkan bisa dari tubuh Nayfa,Roland memakaikan baju Nayfa dan menyuruh Ramos memanggil seorang tabib wanita yang ahli membuat obat ramuan.Sebab tubuh Nayfa demam tinggi.
Setengah jam setelah meminum ramuan tabib tersebut,Nayfa mulai sadar,tubuhnya berkeringat.
Tabib wanita itu menyeka keringat di wajah Nayfa sampul mengajaknya bicara."Mba cantik namanya siapa?"
"Nayfa bu...kenapa saya tidak dibiarkan mati saja,saya tidak mau menjadi budak nafsu tuan Roland bu" Kata Nayfa terbata bata.
"Maaf mba Indah saya tidak bisa berbuat apa apa."
"Bu saya mohon,bantu saya keluar dari sini.Saya sudah tidak sanggup lagi,saya merasa jijik dengan diri saya sendiri,tiap hari digauli oleh tuan Roland tanpa ikatan.Itu sama saja saya melakukan zinah,makanya saya memilih mati dipatuk ular.Bagaimana kalau saya sampai hamil bu.Saya tidak ingin punya anak diluar nikah" Nayfa berfikir ini kesempatannya untuk kabur dari Roland.Ternyata Roland mendengar obrolannya dengan ibu tabib itu dari balik pintu yang setengah tertutup.
"Maaf mba Nayfa,ibu tidak berani,ibu pamit ya" Tabib itu pergi meninggalkan kamar Nayfa,alangkah terkejutnya dia melihat Roland berdiri dibalik pintu.Tapi kali ini wajah Roland tidak menakutkan seperti biasa,walau tanpa ekspresi.Tabib itu menundukkan badannya sebagai bentuk pamit.
__ADS_1
Roland mengintip kekamar Nayfa sebentar,kemudian berjalan cepat keruang kerjanya.Dia memikirkan perkataan Nayfa tadi terutama kata anak.Ya dulu Roland sangat menginginkan anak dari Paramitha,sebelum Paramitha selingkuh dan mati ditangannya.Roland sangat merindukan kehadiran seorang anak.Dia ingin memiliki sebuah keluarga yang utuh.Roland duduk di kursi kebesarannya sambil berfikir tentang anak.
Setelah lama berfikir,Roland memutuskan untuk memiliki anak dari Nayfa.Dia akan bicara baik baik pada Nayfa,memintanya untuk menjadi istri.
Roland menemui Nayfa,tampak Nayfa sedang menangis sambil menyebut nama anaknya dan juga bapaknya.
Nayfa menyadari kehadiran Roland" Mengapa tidak anda biarkan saya mati!"
"Menikahlah denganku!" Roland tidak menghiraukan pertanyaan Nayfa.
"Saya tidak akan sudi menikah dengan bajingan sepertimu,lebih baik saya mati!" Nayfa terus berteriak.
"Kau akan selamanya tinggal disini dan akan jadi budak nafsuku,jadi menikahlah denganku...atau kau mau punya anak tanpa ikatan?" Roland mengangkat dan mencengkram dagu Nayfa dengan kasar.Nayfa memejamkan matanya menahan sakit akibat cengkraman Roland.
"Phuh"
"Kalau kau tidak mau menikah dengan saya...saya akan jadikan kau budak nafsu puluhan anak buah saya yang bekerja di penambangan batu.Mereka akan menggilir tubuh mu itu!" Roland menyeka wajahnya yang diludahi Nayfa.
"Dan satu lagi...bapakmu yang tua bangka itu akan saya siksa bekerja penambangan itu sampai mati" Sambung Roland tersenyum sinis.
"Bapak saya juga anda sandera...?! Apa salah kami,sampai anda menculik dan menyandera kami tuan Roland?! Atau ada orang yang menyuruh anda untuk menyekap kami di sini?!' Nayfa memandang penuh kebencian pada Roland.
"Tepatnya dibuang.Kalian dibuang kesini dan saya dengan senang hati menerimanya.Kalau seandainya kau tau siapa yang membuang mu kesini,kau pasti akan terkejut."
"Tuan Roland,tolong kembalikan bapak saya ke tempatnya,jangan sakiti dia" Nayfa memohon pada Roland.
__ADS_1
"Saya bersedia mengembalikan bapakmu ke tempatnya,asal kau bersedia menjadi istri saya."
"Saya tak akan pernah sudi jadi istri orang bajingan dan gila seperti anda tuan Roland."
Roland sangat marah dengan penolakan dan hinaan dari Nayfa.
"Ramos...! Roland memanggil pengawal pribadinya yang berbadan besar dan berwajah menyeramkan itu.
Secepat kilat Ramos muncul di hadapan Roland.
"Cepat bawa wanita pembangkang ini ke pertambangan dan masukkan dia kedalam gudang.Suruh seluruh pekerja pertambangan untuk menggilir tubuh wanita ini sampai dia mati.Setelah mati kasih tubuhnya untuk jadi santapan babi hutan.Dan bapaknya yang sudah tua itu langsung saja lempar jadi santapan babi babi hutan diluar sana karna dia tidak berguna!" Perintah Roland.
Ramos menarik tangan Nayfa dengan kasar dan menyeretnya dengan kasar menuju pertambangan batu yang jaraknya lima ratus meter dari markas kebesaran Roland.
Roland memandang tubuh Nayfa yang diseret Ramos.Sebenarnya Roland kasihan tapi Nayfa terlalu pembangkang.Roland mengikuti Ramos dari belakang.
Nayfa terus berteriak,menangis dan meronta ronta agar dilepaskan Ramos.Sampai di pintu masuk Ramos melemparkan tubuh Nayfa.Mendengar suara tangis dan teriakan Nayfa,para pekerja tambang langsung berhenti bekerja dan memandang Nayfa.
Nayfa ketakutan melihat para pekerja tambang yang wajahnya bengis bengis.
Ramos memanggil beberapa orang pekerja tambang untuk membawa tubuh Nayfa kedalam gudang.
"Kalian bawa wanita ini kedalam gudang,kurung dia disana! Silahkan kalian nikmati tubuhnya!" Perintah Ramos.
Nayfa semakin ketakutan saat beberapa orang berwajah bengis itu mendekatinya dan mengangkat tubuh Nayfa beramai ramai.
__ADS_1
"Tuan Roland...! Tolong saya...! Saya bersedia menjadi istri anda tuan Roland!" Nayfa akhirnya berubah pikiran.Lebih baik tubuhnya dinikmati satu orang dari pada puluhan orang.
Roland yang dari tadi mengikuti dari belakang menyuruh Ramos agar para pekerja tambang itu menurunkan tubuh Nayfa.