Grup WA Keluarga Suami Ku

Grup WA Keluarga Suami Ku
Episode 29


__ADS_3

"Bang,ada yang harus saya sampaikan sama abang" Leon menemui Roland secara sembunyi-sembunyi di ruang kerjanya.


Roland memperhatikan wajah Leon yang terlihat kuatir." Ada apa?" Tanya Roland.


"Begini bang,ternyata bang Ramos mengkhianati abang.Dia telah membocorkan tempat persembunyian kita di sini pada polisi" Roland,tidak terkejut karna dia sudah tau siapa si penghianat itu.


"Iya saya sudah tau Leon,terimakasih kau sudah mengingatkan abang,abang hanya menunggu waktu.Kita harus siap dengan keadaan,bisa kapan saja polisi mengetahui tempat persembunyian kita" Roland menepuk pelan pundak Leon.


"Tapi bang,berdasarkan keterangan dari bang Ramos,polisi akan menyergap dan mengepung tempat ini nanti malam" Sambung Leon.


"Apa Ramos memberitahu kan padamu secara langsung?" Tanya Roland dengan tatapan menyelidik.


"Iya bang" Jawab Leon.


"Tapi,mengapa Ramos memberitahukan padamu Leon?"


"Bang Ramos mengajak kerja sama untuk memberontak pada abang.Karna dia sudah muak dan benci pada abang.Dia juga sudah menghasut orang-orang abang untuk memberontak.Tadinya saya mendukung bang Ramos,tapi saya segera sadar,bahwa bang Roland banyak berjasa dalam hidup saya" Terang Leon.


"Apa perkataan mu bisa dipercaya?" Roland tampak ragu-ragu.


"Abang bisa penggal kepala saya sekarang kalau saya berbohong" Leon berusaha untuk meyakinkan Roland.


"Baik,saya percaya.Lebih kita siap-siap untuk melarikan diri dari sini" Roland teringat bahwa Nayfa belum kembali dari rumah bapaknya.


"Saya harus menjemput istri saya dulu kerumah bapak.Padahal tadi siang saya menyuruh Rose untuk menjemput istri saya,tapi sampai jam segini mereka belum kembali" Roland berjalan menuju mobilnya.


"Saya ikut,saya kuatir terjadi sesuatu pada nona Nayfa.Seharusnya abang tidak menyuruh Rose yang menjemput.Rose itu tidak bisa dipercaya" Ucapan Leon membuat Roland diam dan berfikir.

__ADS_1


Roland memutuskan mengajak Leon untuk mendatangi rumah bapaknya Nayfa menggunakan mobil Land Cruisernya.


"Mereka sudah pulang dari siang nak Roland" Bapak Nayfa pun terkejut ketika tau anaknya belum kembali ke markas.


Rahang Roland mengeras,memikirkan kemana Rose membawa Nayfa.


"Baik pak,saya pamit dulu untuk mencari istri saya" Roland dan Leo berusaha menyusuri semua hutan.


Tiba-tiba mata Roland melihat sebuah benda berwarna dari kejauhan di pinggir jurang.Dengan cepat Roland melajukan mobilnya mendekat pada benda itu.


Roland turun dari mobilnya,dan melihat benda itu ternyata sepatu Nayfa.Roland begitu panik,apa yang telah terjadi pada istrinya.Roland menyusuri semua sisi jurang dan melongok kedalam,apakah ada tanda-tanda keberadaan Nayfa.


Agak samar-samar, Roland melihat ada seperti tubuh manusia tersangkut di dahan pohon.Dengan hati-hati,Roland dan Leo turun untuk memeriksa.


Mereka begitu terkejut menemukan tubuh Rose tersangkut di atas dahan sebuah pohon.Dengan cepat tubuh Rose di evakuasi keatas.


"Nay...Nayfa...!"


"Nay...kamu dimana...jawab aku...!" Suara teriakan Roland membangunkan Nayfa yang pingsan di dasar jurang.Nayfa tau itu suara Roland.


Nayfa berusaha bangkit untuk naik keatas,tapi dia terjatuh lagi.Saat terjatuh lagi,Nayfa melihat darah mengalir dikakinya.Nayfa panik dan berteriak sekencang-kencangnya.


"Tuan Roland...tolong...saya ada di bawah...!" Nayfa terus mengulanginya.


Roland mendengar teriakan Nayfa dari bawah jurang.Dengan cepat dia turun,sementara Leon mengurus Rose diatas.


"Nayfa...!" Panggil Roland begitu menemukan Nayfa.

__ADS_1


"Tuan Roland" Nayfa terisak bahagia Roland berhasil menemukannya.


Roland memeluk tubuh Nayfa yang sedang duduk di tanah,Nayfa semakin terisak.


"Tenang sayang,saya sudah ada disini,kamu aman" Roland mengusap lembut punggung istrinya.


"Tuan,cepat keluarkan saya dari sini,saya mengalami pendarahan" Mata Nayfa melihat kearah kakinya.


Roland sangat terkejut dan matanya terbelalak melihat darah mengalir di kaki Nayfa.


"Ya Tuhan,lindungilah anak dan istri hamba" Roland kembali memeluk erat tubuh Nayfa dengan air mata mulai bercucuran.


Segera Roland menggendong tubuh Nayfa dan membawanya keatas dengan susah payah.


"Tuan,sebaiknya kita melarikan diri sekarang,polisi sedang dalam perjalanan kesini" Wajah Leon kelihatan cemas.


"Bagaimana dengan istri saya? Dia mengalami pendarahan" Roland begitu panik dan bingung harus berbuat apa.


"Tidak ada waktu lagi tuan,sebaiknya kita kabur menuju kota agar nona Nayfa bisa mendapat pertolongan di sana" Jawab Roland.


"Baiklah Leon,tapi bagaimana dengan Rose?" Roland melihat Rose yang belum sadar dari pingsannya.


"Kita akan membawanya tuan,kasihan dia di tinggal sendiri disini."


Roland dan Leon bekerjasama menaikkan Nayfa dan Rose kedalam mobil.


Tak lama kemudian dari kejauhan terdengar samar-samar suara sirine mobil polisi.

__ADS_1


"Saya yang nyetir Leon,kau siaga di jok belakang,di situ ada senapan dan pistol.Jika terdesak kau gunakan saja" Roland mulai menjalankan mobil berlawanan arah dari markas mereka.


__ADS_2