Grup WA Keluarga Suami Ku

Grup WA Keluarga Suami Ku
Episode 18


__ADS_3

Setelah selesai menghadiri acara pemakaman Amira,Ammar berniat melihat keadaan Nayfa di rumah sakit.


Ammar tidak menemukan Nayfa di kamar perawatannya yang biasa.Ammar menanyakan kepada dokter yang pernah menangani Nayfa.


Ternyata Nayfa telah di bawa pihak keluarganya pulang.Ammar mendatangi rumah Nayfa,ternyata rumah itu sepi dan kosong,tidak ada penghuninya.


Ammar mencari info ke beberapa tetangga Nayfa tapi tak ada yang tau.


Ammar kembali kerumah untuk menanyakan pada Aslam.


Aslam sedang rebahan di kamarnya ketika Ammar masuk.


"Mas Aslam,bisa bicara sebentar?" Ammar duduk dipinggir ranjang.


"Bisa,mau bicara apa dek?" Aslam bangun dan duduk disamping Ammar.


"Begini mas,Nayfa dan keluarga nya seperti menghilang."


"Menghilang bagaimana maksud kamu?"


"Tadi Ammar ke ruang Nayfa di rawat,kata dokter Nayfa sudah di bawa oleh pihak keluarganya,padahal keadaan Nayfa masih koma waktu Ammar tinggalkan.Terus Ammar Mencari kerumahnya tapi rumahnya kosong.Ammar tanya pada tetangganya satupun tidak ada yang tau" Terang Ammar.


"Iya sepertinya ada yang tidak beres" Sahut Aslam.


"Ammar curiga pasti ada orang lain yang merencanakan ini.Sebab memindahkan pasien dalam keadaan koma itu tidak gampang dan butuh biaya yang besar" Kening Ammar tampak berkerut memikirkan sesuatu.


"Sebaiknya kamu lapor polisi aja Mar,ini menyangkut nyawa seseorang."


"Iya mas,kalau begitu Ammar pamit dulu."


***


"Halo,bagaimana,apa semuanya lancar?"


"Lancar nyonya bos.Kami membawa dia dan ayahnya ketempat terpencil dan terisolasi.Kebenaran kami mempunyai orang di sana yang dapat di percaya,dia orang yang ditakuti dan berkuasa di wilayah itu.Selain itu dia orang yang kejam dan jahat.Tak satupun orang sudah di buang kesitu bisa keluar dengan selamat.Jadi nyonya bos tenang aja" Sahut seseorang di sebrang telepon.

__ADS_1


Wanita itu menutup sambungan telepon dengan senyum licik.


***


"Kenapa kalian membawa orang yang tidak sadarkan diri ke tempat ini,dia pasti tidak berguna!"


"Maaf tuan Roland,sebenarnya dia sudah sempat sadar,tapi kami membiusnya lagi karna sempat melarikan diri."


"Tuan akan terkejut mendengar berapa uang yang diberikan nyonya bos kami untuk membuang wanita ini."


Yang dipanggil tuan Roland itu terbelalak matanya melihat nilai yang tertulis diatas cek yang dipegangnya.


"Kaya raya wanita ini tampaknya" Dia masih memandang cek yang ditangannya.


"Bukan kaya raya lagi tuan,sultan" Sahut salah seorang laki laki yang membawa Nayfa ke markas tuan Roland.


"Ok,kalian pergi sekarang! Jatah kalian akan saya transfer ke rekening masing masing."


Selepas kepergian anak buahnya,Roland membalikkan tubuh Nayfa yang tidur menyamping diatas brankar.


Roland spontan menendang brankar itu hingga tubuh Nayfa jatuh kelantai.Dia berteriak memanggil pelayannya.


"Cepat kalian bawa wanita ini,urus dia dan kurung dalam kamar!" Dua pelayan wanita dengan cepat membawa tubuh Nayfa.


"Sialan! Kenapa wanita itu sangat mirip dengan Paramitha."


Roland mulai mengingat masa masa indahnya dengan Paramitha.Juga mengingat saat dia memergoki istrinya itu sedang bercumbu mesra dengan pria lain.


Roland kadang tersenyum,terkadang menangis dan berteriak mengingat kenangan manis dan buruk saat bersama Paramitha.


Kini Roland menjadi buronan polisi akibat telah menghabisi nyawa istri dan selingkuhan istrinya.Dalam persembunyiannya hampir lima tahun,dia membangun kerajaannya sendiri di sebuah tempat terpencil dan terisolasi.


"Bagaimana keadaan wanita itu?" Roland memasuki kamar tempat kedua pelayannya mengurus Nayfa.


"Kami sudah memandikan dan mengganti pakaiannya tuan.Tapi dia masih tertidur,mungkin akibat efek obat tidur yang di berikan" Jawab salah satu pelayan wanita.

__ADS_1


Kedua pelayan itu pergi,Roland menutup pintu dan mendekat pada Nayfa.


Roland duduk di sisi tempat tidur dan memandangi wajah Nayfa.


"Wajahnya,hidungnya,bibirnya dan kulitnya yang putih,semuanya mirip" Roland mulai membelai wajah Nayfa.


Rasa cinta,rasa rindu dan rasa benci menyatu dalam hati Roland terhadap Paramitha.


"Mitha sayang..." Roland menyentuh bibir Nayfa.Rasa rindunya seakan nyata.Pelan Roland mengecup bibir Nayfa dengan lembut.


Saat akan memperdalam kecupannya tiba tiba Nayfa tersadar.Roland reflek mundur.


"Dimana ini..." Nayfa memandangi ruang yang tampak asing baginya.Ingatannya mulai terkumpul.Tiba tiba dia tersentak,teringat Arfa putranya.


"Arfa...mana Arfa...mana anak saya...?" Nayfa menatap Roland.


"Kamu siapa,Kenapa saya ada disini,mana Arfa anak saya?" Nayfa memberi berentet pertanyaan pada Roland dengan wajah bingung.


"Berisik!" Roland kesal mendengar Nayfa terlalu berisik. Roland mendekat pada Nayfa"Akhirnya kau sadar juga."


"Kau mau apa!" Nayfa merapatkan tubuhnya ke dinding tempat tidur.


"Aku mau tubuh mu,sekarang kau adalah budakku" Roland menarik selimut yang menutupi tubuh Nayfa.Ternyata tubuh Nayfa hanya memakai gaun tidur yang tipis tanpa dalaman.Nayfa terkejut mengapa dia bisa sampai memakai gaun itu.


Penampakan tubuh Nayfa dibalik gaun tidur yang tembus pandang itu membuat sekujur tubuh Roland dipenuhi gairah membara.


Dengan capat Roland membuka seluruh pakaiannya.Melihat hal itu Nayfa ketakutan dan berusaha untuk kabur.


Roland menarik tangan Nayfa dan menghempaskannya ketempat tidur.Sekali tarik gaun tidur yang dikenakan Nayfa copot.Dan dengan cepat menindih tubuh Nayfa.


Nayfa berusaha melawan,tapi dia merasa tidak punya tenaga akibat tidak sadarkan diri beberapa hari.


Dengan paksa Roland memasuki bagian inti tubuh Nayfa tanpa pemanasan terlebih dahulu.Roland menggerak gerakkan tubuhnya dengan kencang seperti orang kesetanan tanpa memperdulikan teriakan dan tangis Nayfa.


"Kamu masih sama seperti dulu Mitha,sangat nikmat...!" Ucap Roland sangat lirih ditengah genjotannya.

__ADS_1


__ADS_2