
Pagi ini Nayfa menikah dengan Roland.Nayfa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan bapaknya.Sebelum akad nikah dimulai,Nayfa terus memeluk bapaknya.Nayfa baru tau dari bapaknya kalau ibunya meninggal saat mereka mengalami kecelakaan.Dan Arfa ada pada Ammar.Nayfa sedikit lega mengetahui keberadaan anaknya.Tapi dia tetap kuatir karna mantan ibu mertua dan ipar iparnya tidak menyukai kehadiran Arfa.
Setelah akad nikah selesai,bapak Nayfa di kembalikan ketempatnya.Sebenarnya dia ingin protes pada Roland,tapi takut yang ada Roland marah dan memukulnya karna Roland tidak terima diatur.Nayfa berjanji akan mengeluarkan bapaknya dari pertambangan dengan cara menjadi istri yang baik buat Roland.Semoga dengan begitu hati Roland akan luluh.
Pagi harinya Roland mengajak Nayfa berjalan jalan menyusuri hutan.Roland ingin menikmati hidupnya layaknya pasangan suami istri.
Nayfa merasa senang,apalagi sejak dia ada di daerah kekuasaan Roland,belum sekalipun dia pernah keluar kamar.
Roland memerintahkan anak buahnya untuk berjaga jaga dari jarak yang aman siapa tau Nayfa berniat melarikan diri.
Mereka jalan berdua menikmati hangatnya mentari pagi dan sejuknya udara sepoi sepoi.Roland sesekali melirik Nayfa,pagi ini Nayfa terlihat cantik dan fresh mengenakan gaun selutut dan sepatu kets yang simpel.Rambut sepinggang Nayfa dibiarkan tergerai di tiup angin.Ingin rasanya Roland memeluk Nayfa berjalan menyusuri hutan.Tapi Roland gengsi untuk melakukannya.Dia lebih memikirkan harga dirinya.
Nayfa teringat dia akan berusaha menjadi istri yang menyenangkan untuk Roland.Nayfa memberanikan diri menggandeng tangan Roland,walau dalam hatinya ada rasa takut.Sebenarnya dari tadi Nayfa mengharapkan Roland memeluk atau paling tidak menggandeng tangannya.Tapi Roland kelihatan cuek dan tak ada romantis romantisnya.
Nayfa meraih tangan Roland dengan lembut,dan pura pura tidak melihat ekspresi wajah Roland yang kaget.
Roland kaget mendapati tangannya di gandeng oleh Nayfa.Tangan itu begitu kecil,halus dan lembut.Ada getaran halus nan indah di dalam dadanya.Rasa indah yang dulu pernah ia rasakan saat bersama Paramitha.Roland mulai nyaman dan mengeratkan genggamannya pada tangan Nayfa.
__ADS_1
Mendapat reaksi positif dari Roland,Nayfa memberanikan diri memeluk dengan mesra lengan Roland saat mereka menaiki jalan setapak menuju perbukitan.
Wajah Roland terasa panas dan memerah,tubuhnya menegang,ada gelenyar aneh menjalar keseluruh tubuhnya saat pipi dan bukit kenyal Nayfa menempel erat dilengannya.Padahal Roland sudah sering menyentuh tubuh Nayfa tapi dia tidak pernah merasakan hal semacam ini sebelumnya.Mungkin karena mereka sekarang adalah pasangan yang halal jadi semua terasa lebih indah.
Tanpa Roland sadari dia memeluk pinggang Nayfa dan mencium puncak kepalanya.Nayfa mendongak keatas memandang wajah Roland.Wajah Roland terlihat begitu tampan dengan senyumnya.Roland menghentikan langkahnya,meraih tubuh Nayfa dan memeluknya erat.Nayfa menyandarkan kepalanya di dada Roland.Detak jantung Roland berdegup dengan keras.Nayfa pun membalas pelukan Roland lebih erat lagi.
Roland melepaskan pelukannya dan membawa Nayfa duduk diatas sebuah batu yang besar.Tiada perbincangan diantara mereka,hanya mata dan tubuh mereka yang berbicara yang mewakilkan perasaan masing masing.Roland mengangkat tubuh Nayfa dan mendudukkannya diatas batu.Roland memandang Nayfa dengan sendu.Nayfa menunduk malu,tapi tiba tiba tersentak saat bibir Roland mengecup bibirnya dengan lembut.Nayfa sangat menikmati kecupan lembut Roland.Tanpa sadar Nayfa membalasnya dan membuka mulutnya.
Mendapat balasan Nayfa,Roland semakin memperdalam ciumannya.Lidah Roland menerobos masuk kedalam mulut nayfa dan mengeksplor setiap sisi dan sudutnya.Lidah mereka saling bermain dan membelit.Mereka saling memagut dengan gairah.Tiba tiba Nayfa mengentikan ciumannya dan mendorong tubuh Roland menjauh.
Roland kaget,merasa tersinggung dan hampir memukul Nayfa.
Tau Nayfa mengerjainya,Roland berlari mengejar Nayfa.
"Ayo tuan Roland kejar saya...!" Teriak Nayfa sambil berlari.
Roland terus mengejar Nayfa yang berkelit diantara pohon pohon.Ada perasaan bahagia menjalar ke seluruh tubuhnya saat mengejar Nayfa.Bagi Roland momen ini adalah hal terindah yang pernah dia rasakan dalam hidupnya.
__ADS_1
Nayfa berlari dan tertawa,sesekali mencibir pada Roland yang tak berhasil mengejarnya.Roland begitu gemas melihat Nayfa saat menjulurkan lidahnya meledek Roland.
"Awas ya kalau dapat akan hukum kamu,kamu harus layani aku sepuasnya.Kita akan bercinta sampai pagi lagi!" Roland mempercepat larinya.
Tapi sayang,dengan tubuhnya yang lansing dan lincah, Nayfa dengan gesit bisa menghindari dari kejaran Roland.
"Coba aja kalau bisa,ayo kejar!' Nayfa pun semakin mempercepat larinya.
Akhirnya Roland kelelahan karna tubuhnya yang besar,dia mendudukkan bokongnya disebuah gundukan tanah.
"Nayfa...saya menyerah..." Kata Roland terengah engah.
"Ah tuan Roland payah,segitu aja sudah capek" Nayfa pura pura merajuk dan mendekat pada Roland.
"Sepertinya saya harus lebih sering berolah raga biar bisa mengejar kamu lain kali.Sekarang kita pulang yuk,saya jadi merasa haus dan lapar habis mengejar kamu" Roland berdiri.
"Gendong" Nayfa naik keatas gundukan tanah dan merauh pundak Roland yang agak membungkukkan tubuhnya.
__ADS_1
Nayfa mengalungkan tangannya dileher Roland dan menyandarkan kepalanya dipunggung Roland.Aroma keringat Roland membuatnya merasa nyaman.
Roland kembali merasakan kebahagian yang luar biasa.Rasa bahagia itu menghentak hentak di setiap sendinya.Ingin dia berteriak kepada Tuhan agar kebahagiaannya jangan diambil lagi.