
Nayfa sampai di bandar udara internasional Changi Singapura.Kirana,teman satu kampung Nayfa telah stand by di tempat untuk menjemput Nayfa.
"Nayfaa...!Kirana melambaikan tangannya memanggil Nayfa yang celingak celinguk mencari Kirana.
"Kiraan...!Nayfa berlari dengan gembira menghampiri Kirana.Mereka berpelukan seperti Teletubbies, setelah hampir lima tahun tidak bertemu.
"Kiran,kamu cantik sekali sekarang"pekik Nayfa tak dapat menyembunyikan kekagumannya.
"Iya dong Nay,wanita sukses itu harus cantik,ayok kita ngobrol di rumah aku"Kirana membantu Nayfa membawa tasnya ke mobil.
"Wow...Kiran...kamu bisa nyetir sekarang!"Nayfa kembali kagum pada Kirana.
"Kalau punya mobil harus bisa nyetir Nay"jawab Kirana sambil tertawa dan melajukan mobilnya.
Nayfa kembali di buat kagum oleh Kirana.Rumah Kirana begitu besar dan megah,Nayfa sampai ternganga dibuatnya.
Sampai didalam Nayfa terus berdecak kagum dengan interior dan perabotan rumah Kirana.
"Semoga aku juga sukses seperti kamu ya Kiran"Nayfa mendudukkan bokongnya di sofa yang empuk dengan santai.
"Nay,ini anak aku,namanya Reyhan"Kirana menggendong Reyhan putranya yang berumur empat tahun.
"Mirip sekali dengan Farhan"Nayfa mencoba mengambil Reyhan dari gendongan Kirana,dan ternyata Reyhan senang di gendong Nayfa.
"Jangan kamu sebut nama dia Nay,aku muak mendengar namanya"Nasib Kirana sama dengan Nayfa,di selingkuhi suaminya.Kirana memilih berpisah dan merantau ke negara Singapura.Nasib mujur berpihak padanya,bisnis tas dan sepatunya berkembang dengan pesat.
"Maaf Kiran...kenapa nasib kita sama ya,semoga aku bisa sukses juga seperti kamu"Nayfa menyentuh tangan Kirana.
"Nggak apa apa Nay,aku akan bantu dan ajari kamu cara berbisnis.Kita buktikan kepada mahluk kaum lelaki bahwa kita bisa hidup tanpa mereka,kita bisa menghasilkan uang sendiri"Kirana mengambil Reyhan dari pangkuan Nayfa dan memberikannya pada pengasuhnya.
__ADS_1
"Oiya Nay,aku ga nyangka Ammar bisa sekejam itu sama kamu,padahal waktu sekolah dia murid yang paling baik,yang paling sholeh yang aku kenal".
"Aku juga ga nyangka Kiran,jabatan dan wanita membuat dia berubah"Nayfa menarik nafas panjang untuk menghilangkan sesak di dadanya.
"Udah Nay,kita ga usah sedih lagi karna laki laki ga bertanggung jawab begitu.Lebih baik kamu istirahat,karna besok kamu bisa langsung kerja.Sekarang kamu aku tinggal dulu ya,aku mau ke counter dulu,kamu santai aja disini,ada Reyhan dan mba Rahmah yang nemani"Kirana mengambil tasnya,Nayfa ikut mengantarnya sampai depan.
Hari pertama Nayfa kerja di toko milik Kirana.Toko itu berada Vivo City pusat perbelanjaan di Singapura.Nayfa kembali terkagum kagum dengan kesuksesan Kirana.Dia telah mempunyai dua toko yang besar.Bahkan Kirana menjual tas dan sepatu brand tokonya di online shop.Nayfa begitu semangat dan antusias mendengar pengarahan dari Kirana.Dibantu teman satu counter nya,Nayfa bisa cepat menguasai jenis produk,kualitas dan cara menawarkan pada customer.Nayfa begitu bahagia bisa menjual tas dan sepatu begitu banyak.Kirana pun puas dengan kinerja Nayfa.
"Nay,hari ini kita aku mau survey tempat,mungkin aku akan buka cabang yang baru di tempat lain,kamu sudah bisa aku tinggalkan?'Kirana menghampiri Nayfa yang sedang menata tas dan sepatu sambil jongkok.
"Bisa dong Kiran,lagi pula kan ada Fahira dan Hanifa yang jaga sama aku"jawab Nayfa dengan penuh semangat.Kirana pergi meninggalkan tokonya,belum begitu jauh dari toko,Kirana mendengar teriakan Fahira dan Hanifa.
"Kak Nay...!teriak Fahira dan Hanifa bersamaan.Nayfa tiba tiba sempoyongan saat bangkit dari jongkoknya dan terjatuh di lantai toko.Mereka membantu Nayfa berdiri dan membawa Nayfa ke dalam.
Kirana setengah berlari kembali ke tokonya,dan melihat Nayfa terkulai lemas di bangku panjang.
"Tiba tiba tadi jatuh kak"sahut Fahira,sedangkan Hanifa mengambil air hangat ke pantry.
Nayfa masih sadar,dia hanya merasa pusing dan lemas.Kirana mengoleskan balsem ke pelipis Nayfa dan mengurutnya pelan.
"Sekarang kita pulang ya Nay,kamu istirahat di rumah aja,di dekat rumah aku kan ada klinik tuh,nanti kita mampir kesana"Kirana membantu Nayfa duduk.
"Jangan ah Kiran,aku ga apa apa,ini juga sudah baikan"Nayfa merapikan rambutnya yang berantakan.
"Ga apa apa gimana,muka kamu pucat gitu...tuh keringat dingin lagi"Kirana benar benar kuatir,Nayfa akhirnya menurut.
Sebelum kerumah,mereka mampir dulu ke klinik yang tidak begitu jauh dari rumah Kirana.Nayfa di periksa oleh seorang dokter kandungan seorang wanita blasteran yang fasih berbahasa Melayu.
"Ibu Nayfa,apa ibu tak tau kalau ibu sedang mengandung?"dokter itu menatap Nayfa heran.
__ADS_1
Nayfa terdiam mencerna kata kata dokter itu.Kemudian hanya menggeleng geleng.Perasaan Nayfa antara bahagia dan sedih mengetahui kehamilannya.Kirana yang ikut menemani juga terkejut.
"Oh my God,ibu Nayfa,bagaimana ibu sampai tidak tahu kalau ibu sedang mengandung,apa ibu terlalu sibuk?Tapi tidak apa apa yang penting ibu sekarang sudah tahu".
"Dokter,bagaimana keadaan kandungan saya,apa dia sehat?"Nayfa teringat saat sering bertengkar dengan Ammar dia sering mengkonsumsi obat sakit kepala.Nayfa menceritakannya pada dokter itu.
"Baik bu,untuk mengetahuinya kita lakukan USG"dokter itu sedikit terkejut mendengar pengakuan Nayfa.
"Syukurlah janin ibu sehat dan sekarang kandungan ibu sudah berusia enam belas minggu.Sudah empat bulan,apa ibu tidak merasakan ada pergerakan di dalam perut ibu?"dokter memperlihatkan di layar monitor pergerakan janin dalam perut Nayfa.Mata Nayfa berkaca kaca melihat keajaiban lewat layar monitor kehidupan yang ada dalam perutnya.
"Saya terkadang merasakan ada yang bergerak gerak di dalam perut saya dok,tapi saya pikir saya hanya lapar atau mungkin cacing dalam perut saya meronta ronta kelaparan minta makan"Jawaban Nayfa membuat dokternya tertawa.
Sampai di rumah Kirana,Nayfa langsung menumpahkan tangisnya yang dari tadi ditahan.Kirana kewalahan membujuknya untuk diam.
"Nay,kalau kamu nangis terus nanti anak kamu sedih loh di dalam!"Teriak Kirana.Nayfa langsung diam dan menatap Kirana penuh pertanyaan.
"Benar begitu Kiran,bayi ku akan sedih kalau aku menangis?"
"Benar Nay,bayi dalam kandungan ibunya bisa merasakan apa yang di rasakan ibunya.Jadi kamu harus senang dan bahagia biar bayi kamu tumbuh sehat di dalam.Lagipula Nay kenapa kamu ga tau kalau kamu lagi hami!?"
"Aku juga bingung Kiran,bahkan aku lupa kapan aku terakhir kali datang bulan,mungkin karna aku terlalu banyak pikiran ya"sahut Nayfa.
"Semoga saja bayi ku nanti laki laki ya Kiran"kata Nayfa.
"Mau laki atau perempuan sama aja Nay,yang penting sehat dan sempurna"sahut Kiran.
"Kalau laki laki,kelak kalau dia menikah tidak memerlukan bapaknya,kalau perempuan kan harus bapaknya yang menikahkannya.Aku ga mau Ammar tahu kalau dia punya anak dari aku,aku juga ga akan sudi untuk ketemu dia lagi"Tatapan Nayfa jauh dan penuh benci.
"Ya ampun Nay,belum juga lahir anak kamu,sudah ngomong nikah aja,masih jauh Nay"Kirana tertawa dan mencubit pinggang Nayfa.
__ADS_1