
Nayfa merebahkan tubuhnya di atas kasur,dengan menatap langit langit kamar,pikirannya tertuju pada Ammar fauzan.Nayfa mengelus perutnya yang masih rata.Apakah mas Ammar akan senang mendengar kalau dia akan mempunyai seorang anak.Atau justru malah sebaliknya.Bagaimana nanti masa depan anaknya tanpa seorang ayah.Apakah dia sanggup membesarkan anaknya seorang diri.Apakah Ammar merasa kehilangan sejak dia pergi.Apakah Ammar mencari nya? Begitu banyak pertanyaan pertanyaan yang terlintas di benak Nayfa.
Sampai detik ini,Nayfa masih sangat mencintai suaminya itu.Kenangan masa lalu indah mereka menari nari di benak Nayfa.Sambil mengusap usap perutnya Nayfa terus mengulang ulang kenangan indahnya dengan Ammar dalam pikirinnya.Nayfa tersenyum,kali ini dia benar benar sangat merindukan Ammar.Rasa rindu teramat dalam namun menyakitkan.
"Bagaimana keadaan mas Ammar sekarang,apakah dia sudah menikah dengan Raisya?" Kepo maksimal,Nayfa mencoba menghubungi Amira istri Aslam.Ternyata nomor teleponnya tidak aktif.
Untuk membuka kembali blokiran nomor telepon Ammar,rasanya tidak mungkin.Bukankah ini keinginan Nayfa,pergi dari kehidupan Ammar tanpa jejak.Lagi pula gengsi rasanya.
Nayfa menemui Kirana di kamarnya"Kiran,aku boleh masuk ga?"Nayfa mengetuk pintu kamar Kirana.
"Boleh Nay,masuk aja!"
"Kamu belum tidurkan,Kiran?'Nayfa masuk,melihat Kirana sedang rebahan di atas kasurnya sambil memegang telepon genggamnya.
"Belum,aku sedang membalas chat chat customer,ada apa Nay?"Kirana bangun dari rebahannya.
"Kiran,entah kenapa hari ini aku sangat merindukan Ammar"Nayfa duduk di sisi ranjang.
Kirana memandang Nayfa" Itu wajar Nay,Ammar kan masih suami kamu,lagi pula kamu masih mencintainya kan?"Nayfa mengangguk.
"Kiran,apa dia sudah jadi menikah dengan Raisya ya?"
"Mana aku tau Nay,kamu cari tahu dong dari orang orang yang dekat sama dia atau lewat akun sosial medianya"
"Mba Amira,istrinya mas Aslam ga bisa di hubungi...semua nomor telepon orang orang terdekat mas Ammar sudah ku blokir...akun sosial media ku juga sudah ku hapus semua"
__ADS_1
"Gini aja,kita cari tau lewat akun aku"Kirana membuka akun berlogo biru sejuta umat itu.
Sekali ketik langsung muncul akun milik Ammar Fauzan.
"Kurang ajar juga si Ammar ya" Umpat Kirana begitu melihat foto pernikahan Ammar dan Raisya sebagai foto profil akun Ammar.
Wajah Nayfa seketika pucat pasi,terlebih saat membaca caption di bawah foto" Alhamdulillah sudah Halal"
Kirana mengkuatirkan Nayfa" Nay,Kalau kamu ga kuat lihatnya jangan dilihat"
"Nggak apa apa Kiran,terus aja,aku mau lihat semua"Walau hatinya sakit Nayfa berusaha tegar,karna dia sudah terbiasa di sakiti Ammar dan keluarganya.
Terakhir ada video akad nikah saat Ammar mengucapkan ijab qobul.Hati Nayfa seperti teriris iris mendengar Ammar dengan lancar mengucapkannya tanpa beban sedikit pun.
Nayfa tak sanggup lagi
"Kamu baik baik aja kan Nay?"Kirana menatap Nayfa.
"Iya,aku ga apa apa kok,aku hanya butuh istirahat"Nayfa keluar dari kamar Kirana.
Sampai di kamar Nayfa menangis sepuasnya untuk menumpahkan segala yang mengganjal di hatinya.
Tiba tiba Nayfa teringat perkataan Kirana,bila ibunya bersedih anak yang di dalam rahim ya juga bersedih.
"Sayang maafkan mama ya,mama janji ga akan bersedih lagi'"Nayfa mengusap pintunya.
__ADS_1
"Mas Ammar,aku akan menutup semua lembaran lembaran kisah kita.Aku akan melupakan kamu selamanya"Nayfa menengadahkan kepalanya agar air matanya tidak tumpah.
*****
Pernikahan Ammar dan Raisya baru berjalan dua bulan.Ammar mulai merasakan perubahan sikap Raisya.
Raisya mulai menampakkan sifat aslinya,Raisya mulai tidak menghargai Ammar.Sering membentak bentak Ammar dan memperlakukan Ammar sebagai budaknya.Baik itu di rumah atau di kantor.
"Ammar,mulai malam ini kamu jangan tidur di kasur aku ya,terserah kamu mau tidur mana.Di sofa kek atau dilantai sekalian" Bahkan Raisya memanggil Ammar tanpa embel embel mas seperti biasanya.
"Cha,kamu apa apan sih,nyuruh aku tidur di lantai,aku ini suami kamu"Ammar tidak terima merasa di rendahkan.
"Nggak usah di ingatkan aku juga tau,yang jelas aku ga mau tidur dekat kamu.Kamu bau tau ga"Raisya memasang tampang jijik.
Ga mau berdebat dengan Raisya,Ammar pindah ke sofa yang ada di samping tempat tidur.
"Eh tunggu dulu,nanti bau lagi sofa itu,baiknya kamu dilantai aja"Raisya mengusir Ammar dari sofa.
"Cha,di lantai dingin,kamu kenapa jadi gini sih"Ammar enggan pindah ke lantai tapi di dorong Raisya sampai terjatuh.
"Eits tunggu dulu,sebelum kamu tidur pijat dulu kaki ku,pegal nih seharian ketemu klien"Raisya merebahkan tubuhnya ke kasur.
Ammar kesal,baru juga merebahkan badannya di lantai."Nay,ini sudah malam,aku sudah ngantuk"Jawab Ammar.
"Cepat ga...! Raisya menendang Ammar.
__ADS_1
"Cha,kamu kan bisa memanggil tukang urut"Sahut Ammar tak terima kemudian pergi keluar dari kamar.Seumur hidup baru kali ini dia di tendang wanita.Bahkan selama berumah tangga dengan Nayfa enam tahun lebih,Nayfa tidak pernah berlaku kasar padanya.Nayfa sangat menghormati Ammar sebagai suaminya.Tiba tiba Ammar membandingkan Raisya dengan Nayfa.