Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 19 ~ Ingin menghilang


__ADS_3

"Pak Ricky dari mana aja?" tanya Keisha, langsung duduk di meja pantri. Memperhatikan sang suami yang sedang menggoreng telur dadar.


"Ketemu teman-teman," sahut Ricky tanpa membalik tubuhnya, sehingga tidak menyadari senyuman sang istri yang terlihat sangat menarik. Keisha senang Ricky mau menjawab pertanyaannya tanpa nada ketus lagi.


"Akhir-akhir ini Pak Ricky selalu pulang setelah saya tidur dan pergi sebelum saya bangun. Itu kenapa? Bapak sengaja ngindarin saya atau memang sibuk?" tanya Keisha lagi.


"Mau makan juga?" tanya balik Ricky tanpa ada keinginan menjawab pertanyaan sang istri.


Keisha lantas mengelengkan kepalanya, beranjak ketika pak Ricky menghampiri di meja pantri. Perut kotak-kotak dan rambut basah pria itu membuat jantungnya tidak aman. "Udah kenyang. Saya nemuin Bapak cuma mau ngomong, kalau papah nyuruh kita bermalam di rumahnya selama beberapa hari," ucap Keisha dan berlalu pergi.


Gadis itu kembali kekamarnya dengan wajah ditekuk, karena tidak berhasil berbaikan dengan sang suami. Saran pertama Aurin yang menyuruhnya bertanya tanpa emosi, sepertinya tidak berjalan lancar. Besok dia akan melancarkan rencana kedua. Untuk saat ini Keisha ingin hubungannya kembali baik-baik saja. Setidaknya jika tidak bisa menjadi musuh, dia dan Ricky bisa menjadi teman dekat.


***


"Sial-sial! Pak Ricky kali ini susah banget luluhinnya njir. Padahal gue yakin kesalah gur nggak sefatal itu deh," gerutu Keisha di dalam kelasnya.


Meski hari ini dia mendapatan uang saku dari tangan pak Ricky langsung, tetap saja dia kesal sebab suaminya tidak banyak bicara dan tidak meladeni tiigkahnya yang bisa membuat siapa saja emosi. Termasuk pak Ricky yang mempunyai kesabaran setipis tisu dibagi dua.


"Tenang-tenang, kita masih punya satu rencana lagi. Kali ini gue yakin pasti berhasil. Kalau nggak berhasil, gue traktir lo makan selama sebulan, tapi kalau berhasil, lo yang harus teraktir gue."


Aurin senyum penuh kemenangan, kali ini gadis itu yakin rencananya akan berhasil. "Ntar sebelum pulang kita beli sesuatu dulu buat persiapan nanti malam. Setuju dong?"


Keisha menganggukkan kepalannya pasrah. Kali ini dia akan melakukan apapun demi berbaikan dengan sang suami. Ya meski Keisha sadar penghalang sesungguhnya adalah gengsi yang sangat besar.


Saat bel pulang telah berbunyi, Keisha dan Aurin buru-buru meninggalkan sekolah dan kebetulan berpapasan dengan pak Ricky yang sedang berbicara dengan guru di depan pagar SMA Angkassa.


"Siang pak Ricky, hari ini bapak tampan banget," puji Aurin tepat di depan Keisha. Gadis iitu lantas mendapat cubitan di lengannya.

__ADS_1


"Kalian mau pulang?" tanya pak Ricky setelah guru perempuan yang diajak bicara tadi, sudah pergi. Dia juga sedang bersiap pulang, bahkan sengaja berdiri di depan pagar karena menunggu Keisha. Seperti perkataan gadis itu semalam, hari ini dan beberapa hari ke depan, keduanya akan menginap di rumah pak Wilson.


"Hooh Pak. Pasti Bapak mau nawarin tumpangan buat kita ya? Maaf banget, Pak .... Bukannya saya dan istri Bapak nolak, tapi kita berdua ada urusan bentar. Duluan ya, Pak." Tanpa ingin mendengar jawaban dari pak Ricky, Aurin segera menarik Keisha meninggakan lingkungan sekolah. Membuat Ricky menatap malas dua gadis tersebut.


"Dahlah, rencana Ray emang nggak mujur. Bukannya dibujuk, Kei malah makin dingin," gumam Ricky.


Melihat respon Keisha hari ini, sepertinya Ricky akan mengubah sedikit taktiknya agar Keisha mendekat dan takut padanya. ingin gadis itu berubah mejadi lebih baik lagi dan mendengarkan setiap saran yang dia berikan.


***


Matahari mulai tenggelam dan tergantikan oleh bulan yang bersinar terang di langit, pertanda bahwa hari ini manusia telah melewati hari yang panjang, dan waktunya istirahat dengan tenang. Begitupun dengan makhluk cantik yang sedang duduk di balkon kamarnya, mengistirahatkan tubuh sambil memperhatikan dua pria berbeda generasi yang sedang berdiri di pinggir kolam renang.


Wajah kedua pria tampan itu tampak serius, seakan baru saja membicarakan hal yang sangat mendalam. Keisha kepo, tapi enggan untuk bergabung. Dia mengerjap-erjapkan matanya ketika objek yang dia perhatikan tiba-tiba menghilang hanya dalam satu kedipan.


"Lah mereka kemana? Gue tinggal kedip doang udah hilang," gumam Keisha.


"Anjir, gue kaget, goblok!" Keisha refleks memaki, karena terkejut mendengar suara pak Ricky yang tiba-tiba berada di belakangnya.


"Itu mulut kalau nggak ngeluarin kata-kata kasar sehari aja, bakal sariawan?" tanya Ricky bersedekap dada. Sementara yang ditegur hanya menyenggir tanpa dosa.


"Bawaan dari lahir mungkin, Pak. Harap maklumin istri cantik Bapak ini," celetuknya.


Ricky menaikkan salah satu alisnya, memastikan apakah benar dia tidak salah dengar? Keisha baru saja mengakui statusnya.


"Ngomong apa tadi?"


"Nggak ngomong apa-apa, keknya Bapak salah dengar deh," ucap Keisha, dia menyesali kalimatnya. Gadis itu beranjak dan berjalan memasuki kamar. Langkahnya berhenti mendengar ucapan pak Ricky yang semakin membuat dia malu.

__ADS_1


"Kata pak Wilson, dia nggak ada ngajak kita buat tinggal di sini selama beberapa hari. Ini pasti cuma akal-akalan kamu, 'kan?"


Siapapun tolong bawa Keisha pergi sekarang juga, dia tidak mampu memperlihatkan wajahnya lagi pada pak Ricky.


"Aurin sialan!" pekik Keisha berlari ke kamar mandi. Keisha terus mengumpat di dalam sana, memaki dirinya maupun Aurin yang telah mempermalukannya di depan pak Ricky.


"Kampre lo, Rin! Gue malu banget njir. Pak Ricky tau kalau yang nyuruh bukan papah, tapi gue," gerutunya setelah Aurin menjawab panggilan telpon.


Bukannya perminta maaf yang dia terima, Keisha malah mendengar suara tawa dari seberang telpon. Sungguh ingin rasanya dia membunuh sahabatnya sekarang juga.


"Udah deh, lo nggak usah banyak drama di sana. Sekarang ganti baju dan jalankan misi kita selanjutnya. Ingat! Buang rasa malu lo, hilangin gengsi dan jauhkan emosi dari hati dan pikiran lo." Aurin mulai mengultimatum.


Sudah terlanjur malu dan berada di tengah rencana, Keisha memutuskan untuk menyelesaikan semuanya. Jika berhasil alhamdulillah, jika gagal ya kabur dari rumah.


Dia segera berganti baju seperti yang telah direncanakan. Bergidik ngeri melihat penampilannya di depan cermin kamar mandi. Dress satin dengan panjang setengah paha, belahan dada yang sangat terbuka, menunduk sedikit saja maka seluruh bagian atasnya akan terlihat.


"Anjir, udah mirip ******* gue," gumamnya. Dia baru sadar kalau lingerie yang dibeli Aurin sangat terbuka. Sepertinya Keisha salah mempercayakan rumah tangganya pada gadis yang otaknya tidak pernah bersih, padahal sudah mulai hijrah ke jalan yang benar.


Sebelum keluar dari kamar mandi, Keisha mengintip perlahan. Setelah memastikan suaminya berbaring di ranjang, Keisha akhirnya keluar dari kamar mandi seraya mengendap-endap. Membaringkan tubuhnya di ranjang, lalu membungkusnya dengan selimut tebal. Dia mengigit bibir bawahnya, menjentik-jentikkan tangan tepat di lengan pak Ricky.


"Pak Ricky?"


*


*


*

__ADS_1


Kira-kira Kei bakal ngapain?


__ADS_2