Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 22 ~ Benih-benih cinta


__ADS_3

"Nggak boleh malu, nggak boleh gugup, demi uang jajan!" gumam Keisha mengepalkan tangannya. Gadis itu sedang berada di kamar mandi, bicara sendiri layaknya orang gila, hanya untuk meyakinkan diri agar tidan baper berada di dekat pak Ricky.


Keisha mengambil napas dalam-dalam, sebelum akhirnya keluar dari kamar mandi. Dia menghampiri pak Ricky yang tampak sibuk di balkon kamar, ditemani segelas kopi dan angin segar di sore hari. Keduanya masih berada di rumah papah Keisha, hanya saja pemiliknya sedang dinas keluar kota untuk beberapa hari ke depan.


Keisha duduk di samping Ricky, tingkahnya lumayan mencurigakan sehingga dapat mengambil perhatian pria yang sejak tadi hanya pura-pura sibuk.


"Cacingan? Kok nggak bisa diam duduknya?" tanya Ricky. Diam-diam mengulum senyum, menikmati peran menjadi suami yang cuek terhadap istrinya.


"Uumm, pak Ricky lagi ngapain?" tanya Keisha basa-basi.


"Ngitungin kecepatan angin."


"Dih saya serius loh, Pak!"


"Kenapa memangnya? Butuh sesuatu?"


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Keisha langsung menganggukkan kepalanya. "Saya pengen jajan yang banyak hari ini. Katanya, boleh beli apa aja kalau bareng, Pak Iky. Gimana kalau kita jalan-jalan nanti? Sekalian malam mingguan!" ajak Keisha.


"Boleh, tapi ada syaratnya."


"Apa tuh?" Mata Keisha mengerjap perlahan.


"Jadi istri yang penurut dan nggak bikin saya emosi." Ricky mengacak-acak rambut Keisha.


"Assiap, Pak Kapten! Perintah dilaksanakan!" seru Keisha dan meninggalkan Ricky di balkon kamar.


Gadis itu memutuskan untuk menghabiskan waktu sorenya di lantai bawah, sesekali melirik dapur saat memastikan tidak ada pelayan yang melintas.


"Nggak ada salahnya coba masak sesuatu buat pak Iky," gumam Keisha.


Keisha akhirnya menuju dapur, mencari bahan-bahan dapur sesuai perintah dari tutorial memasak yang ada di ponselnya. Gadis itu berencana membuat soto ayam, menu yang paling gampang menurutnya.


"Serai yang mana sih? Kok ada dua bentukannya kayak gini?" gumam Keisha, meneliti serai dan daun bawang secara bergantian. "Anjir, kok susah banget sih. Ah terserah, pakai dua-duanya aja." Meletakkan dua bahan-bahan tersebut, dan mengepreknya seperti contoh video.

__ADS_1


Keisha terus saja berkutat di dapur dengan kebingunnya, sementara Ricky yang berada di kamar sibuk memikirkan sesuatu.


"Tenang-tenang, Amel nggak bakal ngerusuh kalau saya nggak beri dia kesempatan," ucap Ricky.


Pria itu baru saja mendapatkan ancaman jika terus menghindar. Padahal Ricky tidak punya keberanian untuk bertemu, sebab takut luluh. Mungkin Keisha adalah gadis penuh drama, tapi Amelia wanita lebih parah dari hal itu.


"Satu-satunya cara jatuh cinta, ya jatuh cinta. Saya harus pepet Keisha."


Ricky beranjak dari duduknya, mencari keberadaan sang istri yang menghilang entah kemana. Dia terus berkeliling dan tidak ada niatan mengunjungi dapur, sebab Ricky tidak yakin istrinya ada di sana. Keisha takut akan percikan minyak, katanya, itu bisa melukai kulitnya yang putih nan lembut.


"Bi, liat Kei nggak?" tanya Ricky.


"Oh neng Keisha nya ada di dapur, Den. Kayaknya lagi masak sesuatu."


"Makasih, Bi."


Dengan sigap Ricky menuju dapur, terkejut bukan main melihat dapur berantakan layaknya habis kemalingan. Dia berdecak, mendekati Keisha yang tengah mengoreng ayam menggunakan helm.


"Ngapain pakai helm?"


Ricky tertawa, dia segera melepas helm di kepala Keisha, sehingga rambut gadis itu berantakan. Anehnya, istrinya malah terlihat lebih cantik. Sepertinya Ricky tidak akan membutuhkan waktu lama untuk mencintai gadis itu, terlebih Keisha juga mulai membuka diri.


"Kok di lepas? Kalau wajah saya kena minyak, terus melepuh dan luka, gimana Pak? Ayolah, biaya operasi ...."


Kalimat Keisha seketika berhenti saat sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Pipi yang semula putih bersih itu, menjadi merah hanya dalam hitungan detik.


"P-pak Ricky kok cium saya?" tanya Keisha gugup.


"Soalnya cerewet. Minggir, biar saya yang goreng!" Mendorong Keisha agar menjauh dari kompor dan mengambil alih pekerjaan dapur. Ricky dengan cekatan menyelesaikan menggoreng ayam, lalu memberikannya pada Keisha untuk disuir-suir.


"Pak Iky?" panggil Keisha.


"Hm."

__ADS_1


"Bapak kok makin hari, makin buat jantung saya nggak aman ya?" tanya gadis itu sambil merobek daging yang telah matang.


Sementara yang ditanya, sibuk mengaduk kuah yang berada di atas kompor. Ricky diam-diam tersenyum, pria itu tidak menyangka rencananya untuk mencintai Keisha akan disambut dengan baik. Setidaknya untuk saat ini, mempertahankan apa yang seharusnya dipertahankan adalah yang utama.


"Mungkin suka sama saya."


"Enak aja, saya nggak suka sama, Bapak! Bapak tuh yang bakal suka sama saya. Siapa sih yang nggak terpesona sama kharisma mahal Keisha?" ucap gadis itu mendelik.


"Ya sudah, biarkan saya jatuh cinta sama istri kecil saya ini."


Deg. Tolong siapapun yang berada di dekat Keisha, selamatkan gadis itu dari serangan jantung dadakan. Darah Keisha berdesir hebat ketika pak Ricky mengelus pipinya sangat lembut. Apa tadi? Biarkan saya jatuh cinta? Ini bukan candaan, kan?


"Nggak boleh jatuh cinta segampang itu, ntar kayak Mahesa lagi," batin Keisha mengelengkan kepalanya. Beralih ke mode perempuan mahal yang tidak bisa ditaklukan oleh seorang pria.


Keisha mengangkat dagunya sambil ongkang kaki di bawah meja, tidak lupa bersedekap dada, membawa kesan sombong di mata suaminya. "Coba aja kalau bisa, nggak ada yang larang, Bapak," jawabnya.


"Gemes banget." Lagi dan lagi Ricky mengacak-acak rambut Keisha tanpa sadar. Keduanya mulai fokus menyelesaikan masakan yang telah Keisha mulai. Momen kali ini tidak mungkin keduanya lupakan, terlebih untuk Keisha yang baru melihat sisi lembut dari seorang Ricky.


Ternyata jika diteliti lebih dalam lagi, Ricky adalah pria yang mempunyai banyak daya tarik yang tersembunyi. Bolehkan Keisha merasa bangga karena mengetahui semuanya?


"Ngapain senyum-senyum? Sana siap-siap, bentar lagi kita berangkat, biar nggak kena macet," ucap Ricky setelah selesai menyantap soto ayam buatan mereka berdua.


Ingin rasanya Ricky tertawa saat melihat setangkai daun bawang di dalam kuah soto milik Keisha, tapi pria itu menahannya demi menghargai kerja keras istrinya yang ingin berubah lebih baik. Karena pakaian Ricky selalu rapi setiap saat, dia memutuskan untuk menunggu di teras rumah setelah membereskan kekecauan di dapur. Duduk sambil meneliti pekarangan rumah papah mertuanya yang lumayan luas.


"Sepertinya saya harus berterimakasih karena dipaksa menikah. Dia nggak seburuk itu untuk dijadikan istri," gumam Ricky.


Apa yang dikatakan Azka ada benarnya, sekeras apapun batu jika terus terkikis air, maka batunya akan hancur. Begitupun dengan Keisha, ternyata meluluhkan hati gadis remaja tersebut bukanlah dengan kekerasan, melainkan tutur kata yang lembut dan mengayomi. Ricky menyadari semuanya setelah menjaga jarak satu sama lain. Keduanya saling merindukan dan membutuhkan, tetapi terhalang ego masing-masing. Saat keduanya berusaha menghilangkan ego dan gengsi, hubungan mereka terlihat baik-baik saja.


*


*


*

__ADS_1


*


Benih-benih pelakor dan cinta mulai bertebaran. Kira-kira yang bakak menang siapa ya?


__ADS_2