Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 40 - Saya Cemburu


__ADS_3

Tatapan Keisha dan Aurin sejak tadi fokus pada 9 manusia yang tengah bernyanyi di atas panggung. Berbeda dengan tatapan Ricky dan Tommy yang tertuju pada masing-masing gadis yang mereka cintai tanpa peduli suasana sekitar. Di saat-saat seperti ini, Ricky dan Tommy bisa menikmati wajah cantik itu tanpa ditegur oleh pemiliknya.


"Cantik banget senyumnya, pengen ngarungin dan bawa pulang," batin Ricky bertopang dagu, sementara yang di tatap sibuk berterteriak padahal tidak tahu nama Idol yang sedang dia tonton.


"Ternyata dia semanis ini, kok gue tega ya dua kali selingkuhin dia?" batin Tommy, menatap gadis berhijab yang tidak kalah hebohnya dari Keisha. Bahkan Aurin mengabsen setiap nama member Xodiac, idol baru yang beberapa bulan lalu melakukan debut. Salah satu alasan Aurin menyukainya karena ada salah satu warga indonesia di sana.


"Aaakkkh udah dikasi yang seagama, malah milih yang beda agama," gumam Aurin, awalnya gadis itu terpana oleh ketampanan Zayyan, tetapi malah oleh ke Leo.


"Padahal gue ada di sini jelas-jelas suka sama lo, malah milih yang nggak bisa digapai," celetuk Tommy membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari Aurin.


"Diam lo kang kibul!" tegur Aurin. Atmosfer di antara Aurin dan Tommy tiba-tiba berubah mencekam, berbeda dengan Ricky dan Keisha yang tampak akur-akur saja.


Bahkan, Ricky diam-diam mengenggam tangan Keisha, tetapi siapa sangka Keisha malah membalas genggamannya. "Tampan banget nggak sih? Jadi pengen pacaran sama dia. Terutama yang tengil itu." Menunjuk Leo penuh senyuman, tanpa menyadari raut wajah Ricky yang tiba-tiba berubah drastis.


"Kita pulang aja deh, bukannya nonton malah muji mulu sejak tadi," gerutu Ricky. Pria itu tiba-tiba kesal mendengar Keisha memuji pria lain, bahkan pria yang tidak bisa digapai sekalipun. Padahal sebelum-sebelumnya Ricky tidak peduli jika Keisha memuji pria manapun, termasuk Azka saat pertemuan mereka dulu.


"Apasih, Pak. Lagian mau saya muji sampai langit tuntuh pun, mereka nggak bakal gue gapai," celetuk Keisha.


Ricky tidak menyahut lagi, pria itu mengalihkan rasa kesalnya dengan memilin-milin jari-jari Keisha. Pria itu masih punya sedikit kesadaran agar tidak merusak kesenangan Keisha malam ini.


"Rin, yang rambut putih kekuningan dan sering gangguin Zayyan siapa? Yang mukanya anime-anime gitu," tanya Keisha.


"Ah itu, namanya Sing."


"Tampan banget njir. Ntar gue mau ngepoin dia sampai akar-akarnya," seru Keisha, semakin membuat air muka Ricky berubah masam, begitupun dengan Tommy.

__ADS_1


Ternyata dua pria itu tidak sanggup mendengarkan pujian-pujian yang terlontar dari mulut perempuan yang mereka cintai. Aspektasi mereka terlalu tinggi, menyangka datang ke konser bisa bermesraan dengan gadis kesayangan masing-masing. Dua jam telah berlalu, selama itu pula Keisha dan Aurin menikmati konser. Bahkan saat konser telah selesai, keduanya enggan untuk pulang, tetapi mereka harus melakukan hal tersebut sebab ruangan telah ditutup.


"Aaakkkhhh bentar banget dah perasaan," keluh Aurin.


"Bentar pala lo! Dua jam duduk udah bisa numbuhin bisulan di pantat, malah dibilang bentar!" protes Tommy.


"Dih, sokab lo, Mantan!" Aurin mendelik.


"Tom, antarin Aurin pulang ya, udah jam 10 malam, gue takut dia kenapa-napa dijalan," ucap Keisha yang tengah memeluk lengan Ricky. Sejak keluar dari gedung, gadis itu berusaha membujuk suaminya yang tiba-tiba ngambek tanpa sebab.


"Ogah! Gue bisa pulang sendiri," sahut Aurin. "Oh iya, Pak. Makasih ya tiket konsernya. Lain kali dibayarin lagi," cengir Aurin. Gadis itu berjalan menuju motornya, tetapi didahului oleh Tommy.


"Mana kunci motor lo? Gue anter sampai ..."


"Minggir, gue nggak butuh kawalan buaya kayak lo." Aurin mendorong tubuh Tommy agar segera turun dari motor bebeknya.


Sepanjang perjalanan pulang, Keisha memeluk erat pinggang Ricky, menempelkan tubuhnya pada punggung pria itu.


"Pak Iky. Saya kedinginan loh. Nggak kasian apa dicuekin mulu? Masa ngambek cuma karena saya muji mereka. Padahal pak Iky sadar kalau pemenangnya adalah bapak. Bapak udah berhasil milikin saya, sementara mereka cuma jadi tempat persinggahan," gumam Keisha.


Gadis itu mengulum senyumnya ketika Ricky mengelus tangannya yang melingkar di perut. "Dah anget dikit. Btw, pak Iky cemburu sama mereka?"


"Nggak tuh, pede banget," sahut Ricky.


"Jadi beneran nggak cemburu? Ya udah deh, anter saya ke rumah papah. Buat apa tinggal sama suami yang nggak cemburu ...."

__ADS_1


"Saya cemburu Keisha. Jangan ulangi lagi atau ini terakhir kalinya kamu nonton konser."


"Gimana kalau setelah sampai di rumah, kita ngadon baby? Saya yang mulai deh, kayak pas di kamar mandi itu." Goda Keisha mengalihkan pmbicaraan agar Ricky tidak lagi cuek padanya.


"Serius nih?"


"Serius, Sayangku," sahut Keisha, berhasil mengembalikan senyuman Ricky yang sempat menghilang.


***


Dua hari telah berlalu sejak konser tersebut, selama itu pula hubungan Keisha dan Ricky semakin membaik dan romantis. Berbeda dengan hubungan Aurin dan Tommy yang tidak mengalami kemajuan sama sekali, bahkan bisa dibilang semakin memburuk. Mungkin karena luka di hati Aurin terlalu dalam sebab Tommy menyia-nyiakan kesempatan kedua yang gadis itu berikan.


"Nih anak kemana sih? Dari tadi nggak nongol-nongol," gumam Tommy. Pria itu sedang berdiri di depan sekolah SMA Angkasa. Menunggu kedatangan Mahesa yang tidak kunjung memunculkan batang hidungnya. Sebelum ke sekolah, Tommy sebenarnya mampir ke rumah pria itu, tetapi orang tua Mahesa mengatakan bahwa sahabatnya berangkat pagi-pagi sekali.


"Jangan sampai Mahes benar-benar nyakitin Keisha. Kalau iya, gue nggak bakal dapat maaf dari Aurin."


Tommy semakin gusar, sebab dua orang yang dia khawatirkan belum datang. Dua orang itu adalah Mahesa dan Keisha, jika keduanya tidak datang ke sekolah, maka sinyal bahaya sedang mengintai. Raut wajah Tommy seketika berubah 180 derajat saat dari kejauhan melihat Aurin datang berboncengan dengan Keisha.


Kedua gadis itu tampak bahagia karena terus tertawa di atas motor. Suara klokson berbunyi nyaring ketika motor Aurin tepat berada di depan gerbang SMA Angkasa


"Minggir lo! Ngalangin jalan aja," gerutu Aurin.


Tommy lantas menyingkir karena tidak ingin berdebat pagi-pagi. Sepeninggalan kedua gadis itu, Mahesa pun datang dengan senyuman yang tidak kalah lebarnya.


"Napa lo senyum-senyum mulu? Kayak menangin lotre ratusan juta aja," celetuk Tommy.

__ADS_1


"Ada deh, gue senang karena rencana gue bakal berhasil."


"Rencana apa tuh? Ada cuannya nggak? Ajak dong, kebetulan bokap gue nahan uang bulanan nih."


__ADS_2