Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 38 - Dua Pemuda Mencurigakan


__ADS_3

Di tengah-tengah acara makan malam yang terjadi, ponsel Ricky berdering beberapa kali dan itu berhasil mengambil atensi Keisha yang tampak sibuk bicara dengan ibu mertuanya. Gadis itu menatap Ricky, seoalah bertanya siapa penelpon tersebut.


"Azka, saya angkat dulu," ucap Ricky memberitahukan. Segera beranjak dari duduknya dan menjawab panggilan dari sahabatnya. Dia tersenyum lebar ketika sambungan terlpon terhubungan bertepatan dia dan Azka berpapasan di pintu keluar restoran.


"Baru juga gue angkat, udah ketemu aja," celetuk Ricky.


"Gue mua ngomong sesuatu tapi nggak di sini," ucap Azka.


"Di dalam mobil gue aja kalau gitu, kebetulan kedap suara," sahut Ricky dan dijawab anggukan oleh Azka. Kedua pria tampan itu segera melangkah menuju parkiran di mana mobil Ricky berada.


"Hal penting apa?" tanya Ricky.


"Tadi gue nggak sengaja liat ada laki-laki kayak mantau lo dari kejauhan. Nggak yakin juga sih, tapi emang lo deh targetnya," ucap Azka.


Ricky tampak terdiam, berusah mengingat apa belakang ini dia pernah berselisih dengan seseorang selain Amelia.


"Lo harus hati-hati sambil selidiki siapa yang mau berbuat jahat, gue nggak mau sahabat-sahabat gue terluka kayak dulu." Azka menepuk pundak Ricky. "Dari postur tubuhnya, kayak masih anak remaja, tapi gue nggak bisa liat wajahnya, soalnya dia pakai masker."


"Thanks bro udah ngasih tau gue. Oh iya, lo makan malam sama siapa?"


"Salsa sama anak-anak, gue duluan kalau gitu, takut Salsa ngomel lagi. Oh iya kayaknya orang itu masih ada di sekitar restoran." Usai mengatakan hal tersebut, Azka keluar dari mobil Ricky, sementara pemiliknya tampak termenung.


Pria itu tidak takut kalau dia terluka karena musuh yang entah dari mana, tetapi Ricky tidak ingin bu Ratna atau pun Keisha yang mengalaminya.


"Ah mungkin cuma firasat Azka aja dah," gumam Ricky. Dia ikut meninggalkan parkiran untuk menemui istri dan mamahnya.


***

__ADS_1


Palang larut malam, membuat Keisha dan Ricky terpaksa bermalam di rumah mamahnya. Terlebih gadis cerewet yang biasanya meramaikan suasana telah tertidur saat perjalanan pulang. Ricky mengendong Keisha hingga sampai di kamar. Menyelimuti lalu mengecup kening gadis itu cukup lama. "Bisa-bisanya dia ngambil hati saya secepat itu," gumam Ricky, berkacak pinggang memperhatikan wajah cantik Keisha yang tengah terlelap.


Pria itu ikut berbaring di samping istrinya setelah mengganti baju dan sikat gigi sebelum tidur. Memeluk Keisha dan menyembunyikan wajah cantik itu di ceruk lehernya. "Semoga tidur nyenyak bidadari terpede yang pernah saya temui," bisik Ricky tepat di telinga Keisha.


Gadis itu hanya bergumam, membalas pelukan sang suami tidak kalah erat. Sakin terlelapnya Keisha sampai tidak merasakan malam begitu cepat berlalu. Dia membuka matanya ketika merasakan benda kenyal yang sangat dingin menyetuh pipi juga keningnya.


"Pak Iky?" gumam Keisha.


"Akhirnya bangun juga, ayo siap-siap! Ntar telat ke sekolah. Seragam kamu ada di kamar mandi," ucap Ricky. Tadi pria itu sudah berusaha membangunkan Keisha dengan mencubit kecil pipi tembemnya tetapi sia-sia. Itulah mengapa Ricky memberikan kecupan di pipi dan kening.


"Ko cepat banget sih paginya? Saya kan masih ngantuk."


"Ayo bangun cepat, saya nggak suka siswa yang telat." Menarik tangan Keisha dan mengendongnya masuk ke kamar mandi.


"Besok-besok saya mau malas bangun ah, biar digendong masuk ke kamar mandi," goda Keisha dan dibalas decakan oleh Ricky. Andai saja hari ini bukan senin Pria itu sudah memakan istrinya pagi-pagi.


***


Seperti biasa, Keisha akan turun di perpatan jalan demi menghindari seseorang mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya. Gadis itu berjalan sambil menundukkan kepalanya, menendang-nendang batu kecil hingga sampai di depan sekolah SMA Angkasa.


"Makin cantik aja, Kei," ucap Mahesa yang tiba-tiba menyeimbangkan langkahnya dengan sang mantan.


"Kei, buruan ke kelas lo, tadi Aurin ngomel nyariin," cetus Tommy yang sejak tadi mengekori kemanapun Mahesa pergi.


"Ah iya, dah." Keisha segera berlari menuju kelasnya, sementara Tommy dan Mahesa berjalan santai menuju ruang guru untuk memenuhi panggilan dari pak Ricky.


"Ngekor mulu lo dari kemarin."

__ADS_1


"Harusnya lo bersyukur gue mau ngekor, daripada lo jalan sendirian," celetuk Tommy dengan cengiran khasnya. "Btw, lo ngapain ngikutin pak Ricky dan Keisha semalam? Oh iya, kok mereka bisa barengan dan akrab gitu, apa mereka adik kakak ya?"


"Suami istri."


"Serius lo? Gila sih gue nggak nyangka banget. Apa lagi Keisha sama pak Ricky tuh musuh bubuyutan di sekolah."


Pembicaraan keduanya harus berakhir ketika melihat guru yang mereka bicarakan berdiri di depan ruang guru sambil bersedekap dada.


"Kenapa bapak manggil kita?" tanya Mahesa.


"Pulang sekolah kalian ada latihan. Saya mau ngasih beberapa trik untuk mengoceh lawan. Sampaikan sama tim kalian," ucap Ricky.


"Baik Pak."


Mahesa dan Tommy segera berlalu dan itu semua tidak luput dari perhatian Ricky. Selain ingin memberi beberapa trik untuk mengecoh lawan, Ricky sedang menyelidiki dua pemuda tersebut. Keduanya mempunyai ciri-ciri yang Azka sebutkan semalam, belum lagi saat Azka mengirimkan foto. Foto yang tidak asing di mata Ricky, hanya saja tidak bisa menebak siapa pemilik punggung tersebut.


"Saya harap nggak ada drama kejahantan dalam rumah tangga saya," gumam Ricky.


"Pak Iky!" Panggil seseorang, tetapi Ricky tidak membalik tubuhnya.


"Ih kok nggak balik sih? Akting nggak kenal jangan sampai segitunya kali," omel Keisha yang kesal diacuhkan oleh sang suami.


"War tiketnya jangan lupa, kalau nggak dapat, bapak tidur di rumah mamah," ucap Keisha sangat pelan dan berlalu begitu saja.


"Cuma war tiket doang mah gampang," gumam Ricky. Pria itu segera masuk ke ruang guru untuk mengambil ponselnya. Sebelum bel pelajaran berbunyi, dia akan mengunjungi link yang diberikan oleh Keisha. Jika boleh jujur, pria itu sedikit deg-degan memikirkan kalau benar-benar dia tidak berhasil mendapatkan dua tiket saat war dimulai.


Jika gagal mendapatkan tiket konser, artinya dia tidak akan mendapatkan jatah di malam hari. Lebih parahnya lagi jika harus pisah kamar dengan Keisha. Sejak kembali mencicipi tubuh perempuan, rasa candu pria itu mulai muncul dipermukaan seperti saat remaja dulu. Entah apa reaksi Keisha jika tahu bahwa masa mudanya hanya dihabiskan untuk menjelajahi tubuh gadis yang bersedia dirusak olehnya tanpa ada kata cinta.

__ADS_1


Mungkinkah Keisha marah dan memakinya habis-habisan? Ricky harap itu tidak terjadi, atau dia akan menyesal karena pernah nakal dulu.


__ADS_2