Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 34 - Sibuk Ngadon Bayi


__ADS_3

Senyumn Keisha mengembang setelah turun dari taksi, terlebih saat melihat mobil suaminya terparkir rapi di pekarangan rumah. Dia berlari memasuki rumah dengan wajah berseri-seri.


"Pak Iky!" teriak Keisha.


"Hm."


"Aduh tampan banget sih guru olahraga saya," puji Keisha. Gadis itu menangkup kedua pipinya, memperhatikan pak Rikcy yang tengah berdiri di depan kompor memakai kacamata. Sungguh jika ingin, Keisha tidak akan membiarkan suaminya melepaskan kacamata baca tersebut.


"Mau minum teh?" tanya Ricky tanpa menatap istrinya yang terus saja tersenyum.


"Mau makan."


"Ya sudah, saya pesan makanan dulu." Ricky dengan sigap mengambil ponselnya, hendak memesan makanan untuk mereka berdua, tetapi ponsel itu malah direbut oleh Keisha dengan cepat.


"Mau makan Bapak boleh nggak sih?" Keisha menaik turunkan alisnya.


Ricky yang tadinya fokus pada cangkir kopi, lantas menatap istrinya. Pria itu menyeringai, menarik pinggang Keisha agar tubuh mereka saling menempel satu sama lain. "Kamu serius? Saya siap dimakan dan memakan kapan saja," bisik pria itu tepat di telinga Keisha.


Gadis itu menganggukkan kepalanya cepat. Mengalungkan lengan di leher sang suami dengan senyuman penuh arti. Dia mendekatkan bibirnya tepat di telinga pria itu. " Tapi ada syaratnya."


"Apa?"


"Satu minggu lagi ada konser salah satu idol k-pop, saya nggak tau namanya, tapi dia tamppan banget. Bayarin tiketnya buat saya dan Aurin. Gimana?"


"Tiga ronde?"


Keisha menelan salivanya kasar. Membayangkan saja gadis itu tidak sanggup, apalagi jika harus melakukannya dengan sang suami. Dia memejakan mata sejenak.


"Demi ketemu cogan korea, gue pasti bisa," batinnya.


Tepat saat dia menganggukkan kepala, tubuhnya melayang ke udara dan mendarat di ranjang dengan aman. Ternyata Ricky tidak pernah main-main jika menyangkut hal yang satu itu, terlebih pasa Keisha yang entah kenapa sangat menyenangkan.


"Kalau misalnya saya kasar banget, tabok aja biar sadar," ucap Ricky yang telah berada di atas tubuh Keisha. Cuaca panas di luar sana semakin menambah sensasi untuk keduanya, bahkan Ac seakan tidak berarti di ruangan tersebut.

__ADS_1


Keisha menganggukkan kepalanya, lalu menutup mata. Menunggu Ricky melakkan sesuatu pada tubuhnya. Kali ini Keisha masih bersikap malu-malu karena baru melakukannya sekali, lihat saja nanti. Dia yang akan membuat suaminya menyerah. Itulah janji Keisha pada dirinya sendiri.


***


Keisha tida tahu definisi tiga ronde itu seperti apa, dan sepertinya dia baru saja dikibuli oleh sang suami yang kini telah terlelap sambil memeluknya. Peluh masih membasahi keduanya meski telah berkunjung ke kamar mandi.


Dia pulang sekolah setengah 3 sore, dan sekarang matahari hampir tenggelam. Entah berapa jam yang mereka habiskan di dalam kamar. Namun, kali ini Keisha tidak terlalu merasakan perih di bagian intinya.


"Gemes bangat pas lagi tidur, kayak bayi kucing," gumam Keisha memainkan jari-jarinya di hidung Ricky.


Saat perjalanan pulang tadi, Keisha dan Aurin membicarakan banyak hal, terutama tentang konser idol korea yang menjadi kesukaan Aurin. Keduanya memang mempunyai selera yang berbeda tentang mengidolan sesuatu, tetapi tidak pernah terpisahkan jika menyangkut konser. India atau pun korea, keduanya akan terabas tanpa memikirkan seberapa banyak dana yang mereka akan keluarkan.


Biasanya Aurin yang akan menanggung tiket konser dan makanannya, sebab gadis itu yang mengajak, tetapi karena Keisha mempunyai suami, gadis itu memanfaatkan keadaan.


Atensi Keisha teralihkan pada ponsel Rcky yang terus bergerak, pertanda ada pesan masuk. Dia lantas membukanya tanpa takut Ricky akan marah jika bangun nanti.


Iky, aku sakit. Aku hilang naf*su makan.


"Kok cuma sakit sih? Harusnya mati aja sekalian," gumam Keisha.


Gadis itu mulai mengetikkan sesuatu dengan sebelah tangannnya, sementara sebelah lagi memainkan rambut sang suami di bagian belakang. Tidak lupa Keisha ngembil gambar Ricky yang tengah tiduran di ceruk lehernya.


Aduh, kayaknya suami saya nggak bisa datang deh. Soalnya dia lelah habis ngadon baby sama saya. Ntar kalau bangun saya sampain, ngak tega juga kalau misalnya kamu mati kelaparan.


Keisha senyum penuh kemenangan setelah berhasil mengirimkan pesan beserta foto yang dia abadikan tadi.



Setelah pesan yang dia kirim centang biru. Keisha segera meletakkan posel Ricky dan ikut memejamkan mata. Lagi pula dia juga lelah setelah olahraga di sore hari.


***


Hari libur sekolah yang biasanya sangat Keisha benci, kini adalah hari yang selalu dia nantikan setiap minggunya. Bukan karena bisa tidur sampai siang, melainkan bisa menghabiskan banyak waktu bersama sang suami.

__ADS_1


Kali ini Keisha sengaja bangun pagi-pagi sekali demi membuat sarapan untuk suaminya. Senyuman gadis itu mengembang setelah nasi goreng buatannya telah usai.


"Enak ya kalau udah punya istri. Bangun tidur langsung disuguhin aroma yang menyegarkan," ucap Ricky yang baru saja sampai di dapur. Pria itu telah rapi dengan setelan jas berwarna putih, tetapi Keisha belum menyadarinya.


"Iya dong. Bapak tuh beruntung punya istri kayak saya. Oh iya, saya lupa ngomong sama pak Iky." Keisha duduk di hadapan suaminya setelah menghidangkan dua piring nasi goreng acak-acakan. Belum lagi ada saos merah yang menghiasi nasi goreng tersebut.


Melihatnya saja membuat siapapun akan hilang selera makan, tetapi Ricky berusaha tampak biasa-biasa saja demi menjaga perasaan Keisha.


"Ngomong apa?" Ricky perlahan-lahan mengunyah nasi goreng asin itu.


"Semalam kuntilak itu chat,Bapak. Katanya dia sakit dan hilang selera makan. Kira-kira pak Ricky bakal nemuin dia?" tanya Keisha.


"Kamu balas apa?"


"Ngomong bapak nggak bisa kesana soalnya lelah ngadon bayi sama saya," jawab Keisha dengan santai.


Sementara Ricky yang mendengarnya langsung tersedak. Telinga Ricky seketika memerah mendengar kata bayi keluar dari mulut gadis itu. Sejauh ini, dia tidak pernah terpikirkan kehadiran makhluk mungil di dalam hubungan mereka.


"Ish bapak jorok! Nasi dimulutnya muncrat ke mana-mana sampai turun ke piring saya. Dahlah ngerusak mood pagi saya," omel Keisha, mendorong nasi goreng miliknya sedikit jauh, begitupun dengan Ricky, terlebih pria itu memang tidak bisa menelan nasi buatan Keisha sakin asinnya.


"Ya udah kita sarapan di luar aja."


"Ish jawab dulu, bapak mau nemuin kuntilanak itu atau nggak?"


"Nggak Keisha sayang. Lagian kamu udah jawab kita sibuk ngadon bayi. Ayo!" Ricky menarik tangan Keisha keluar dari rumah, tanpa memperdulikan penampilan gadis itu yang acak-acakan. Rambut dicepol asal dan piyama tidur yang sangat tertutup.


Sesekali Ricky melirik Keisha yang berusaha merapikan rambutnya di dalam mobil. Padahal jika dilihat-lihat, Keisha akan selalu terlihat cantik bagaimanapun penampilannya.


"Udah cantik, Kei. Nggak usah dirapihin lagi rambutnya, cepol gitu aja biar tanda kepemilikan saya diliat banyak orang."


"Pak Iky!"


"Kenapa, Sayang?"

__ADS_1


__ADS_2