Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 32 - Masih sakit?


__ADS_3

Keisha menyandarkan kepalanya di pundak sang suami. Tatapannya tertuju pada layar tv yang sedang menampilan film azab istri yang durhaka pada suaminya. Sejak tadi, gadis itu mendengarkan cerita Ricky tentang Amelia. Mulai dari berapa lama mereka pacaran, alasan putus hingga kembalinya wanita itu dalam kehidupan Ricky.


Keisha lega mendengar semuanya, terlebih saat pak Ricky mengatakan membenci wanita kuntilanak itu. Namun, di sisi lain Keisha harus waspada dan menjauhkan Amelia di sekitar Ricky. Rasa benci bisa saja berubah menjadi cinta tanpa diduga, terlebih keduanya pernah menjalin hubungan cukup lama.


"Ada lagi yang mau kamu tanyakan?" tanya Ricky.


Keisha mengelengkan kepalanya. "Udah puas. Sekarang saya tahu harus apa."


"Syukurlah, saya takut kehadiran dia bisa buat kamu nggak tenang."


"Selama pak Ricky nggak beri dia kesempatan, kenapa saya harus takut? Tapi jangan sampai pak Ricky clbk sama kuntilanak itu, saya potong pedang pak Ricky sampai akar-akarnya," ancam Keisha membuat Ricky bergidik ngeri dan refleks memegangi selangkanganya. Pria itu merasakan ngilu, padahal hanya sebuah ancaman dari gadis kecil yang emosinya tidak stabil dan sering meledak-ledak.


"Nggak bakal, soalnya di rumah ini, ada yang lebih dari segalanya," sahut Ricky. Pria itu mengangkat tubuh Keisha agar duduk di pangkuannya. "Masih sakit?" bisiknya.


"Banget, Pak. Bapak sih ganas banget waktu itu, sampai perih rasanya. Saya nggak mau ngituan lagi. Cuma dapat enak di awal aja," gerutu Keisha dengan bibir manyunnya. Dia mere*mas-remas tangan Ricky yang melingkar di pingggangnya.


"Bapak beneran nggak mau kehilangan saya, kan?"


"Hm."


"Kalau gitu balikin uang bulanan saya. Saya nggak mau dikasih uang cash. Lagian sekarang kan saya udah nggak pacaran sama kak Mahesa."


"Tapi siang tadi kamu balikan sama dia," ucap Ricky mengingatkan.


Mata Keisha seketika membola, gadis itu baru ingat apa yang dia lakukan saat di sekolah. "Kok bapak nggak tegur saya sih tadi? Gimana dong?" tanyanya.


"Saya nggak tau, urus aja sendiri," gumam Ricky. Pria itu sibuk mengendus-enduh leher Keisha yang tertutup rambut panjang. Sementara pemilik rambut tampak panik.


***


Jam 12 malam, Keisha berusaha memejamkan matanya, tetapi bayangan saat dia memeluk Mahesa terus terlintas ketika dia memejamkan mata.


"Aaaaakkhhhh, gue harus apa?" pekiknya.


"Tidur!" sahut Ricky.


"Ish bapak ngebelin banget sih! Orang pusing kok disuruh tidur. Suami apa bapak ini, bukannya bantuin istri nyari solusi, malah enak-enakan tidur. Katanya nggak mau kehilangan saya, tapi pacaran sama pria lain nggak marah," gerutu Keisha.

__ADS_1


Gadis itu menyingkirkan tangan Ricky dari perutnya. Turun dari ranjang dan duduk di sofa dengan rambut acak-acakan. Ricky yang melihatnya segera menyusul, dia berbaring tepat di paha Keisha.


"Katanya istri yang baik, suami kedinginan malah ditinggal," sindir Ricky. "Jangan dipikirin terus! Besok saya yang bakal bicara sama Mahesa."


"Caranya?"


"Hey kamu, jangan pacaran sama istri saya," jawab Ricky dengan mata terpejam.


Bukannya marah, Keisha malah tertawa. "Bapak bisa ngelawak juga ternyata."


***


Seorang pria dengan hoodie tebal sedang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok. Dia adalah Mahesa, pria yang Keisha pikirkan sejak tadi. Pria itu tengah tersenyum setelah menerima transferan dari seseorang karena berhasil balikan dengan Keisha.


"Ternyata dia masih berguna," gumam Mahesa. Tidak mendapatkan uang dari Keisha, pria itu bisa mendapatkannya dari orang lain, asalkan dia berhasil membuat gadis itu jatuh cinta padanya.


Mahesa memainkan ponselnya, mencari kontak Keisha yang ternyata masih aktif. Tanpa pikir panjang, pria itu lantas menghubungi gadis itu. Dia berdecak kesal saat panggilannya ditolak beberapa kali sebelum akhirnya dijawab.


"Malam Sayang, kok belum tidur?" tanya Mahesa.


"Ma-masih ngerjain tugas. Kakak kenapa telpon malam-malam gini?"


"Ja-jangan, ntar papah gue marah lagi. Kita ketemu di sekolah aja ya. Di parkiran, tunggu gue di sana," ucap Keisha lalu memutuskan telpon sepihak.


"Ck, dasar cewek murah," ucap Mahesa dengan senyum sinisnya.


***


Membuka mata di pagi hari dan mendapati pria yang sangat tampan tertidur di sampingnya, adalah hal yang sangat Keisha idam-idamnya dalam hidupnya. Sekarang keinginan itu telah terwujud, apalagi bonus pelukan posesif di pinggang gadis itu.


"Coba aja nggak nyebelin, saya udah cium," gumam Keisha.


"Cium dong!" sahut Ricky yang tiba-tiba membuka matanya. Keisha sampai terkesiap, tetapi berusaha bersikap biasa-biasa saja.


"Pagi istriku," sapa Ricky.


"Akting apa beneran nih?" tanya Keisha.

__ADS_1


Ricky menghela napas panjang mendengar pertanyaan istrinya. Masih saja gadis itu terus membahas hal-hal yang menjurus pada kejadian beberapa hari lalu, padahal mereka telah sepakat berbaikan.


"Masih pagi, Kei. Jangan mancing keributan deh. Mending kita anget-anget aja, masih ada setengah jam," cengir Ricky.


Pria itu semakin memepetkan tubuhnya di balik selimut. Mengunci pergerakan Keisha agar tidak melarikan diri. "Masih sakit nggak?" bisiknya.


"Udah nggak sih. Tapi bapak harus nepatin janji dulu. Selesaikan masa lalu bapak, baru dapat jatah dari saya!" ucap Keisha tegas.


Gadis itu berusaha keluar dari selimut yang tengah Ricky gulung. Berbagai cara dia lakukan, tetapi semuanya sia-sia saja.


"Lepasih Pak Iky! Saya mau mandi dan berangkat ke sekolah!" pekik Keisha tepat di telinga Ricky, tetapi pria itu tampak acuh. Masih memejamkan mata dengan tenang dan bersrmbunyi di ceruk leher Keisha.


"Kalau bapak beneran suka sama ya, bapak harus lepasin pelukan ini."


Tepat setelah kalimat Keisha selesai, Ricky langsung melepaskan pelukannya pada tubuh Keisha. Tertawa kecil melihat wajah memerah gadis itu. Dia bersandar di kepala dipan, memperhatikan Keisha berjalan ke kamar mandi.


"Saya harap ini bukan nafsu semata. Saya menyukainya dan sudah melupakan Amel," gumam Ricky.


Setelah Keisha selesai mandi pagi, Ricky segera melakukan hal yang sama dan berangkat ke sekolah bersama. Keduanya tidak sempat sarapan sebab waktu keduanya habis di kamar.


"Setelah jam pelajaran pertama, saya udah nggak ada di sekolah. Kalau kamu butuh sesuatu langsung telpon aja."


"Nggak ada yang saya butuhin lagi, Pak. Uang bulanannya udah masuk. Oh iya, kalau bapak mau ketemu kuntilanak itu, harus ngajak saya. Kecuali bapak nggak takut kehilangan saya," sahut Keisha.


Gadis itu turun dari mobil Ricky setelah sampai di perpatan jalan. Dia melambaikan tangan untuk mengantar kepergian pak Ricky yang akan sampai di sekolah lebih dulu.


"Keisha?"


Keisha memelankan langkahnya ketika seseorang menyebut nama gadis itu. Namun, dia urung membalik tubuhnya karena sudah mengenali pemilik suara. Keisha terkesiap saat tanganya langsung digenggam oleh Mahesa, pria yang memanggil tadi.


"Selamat pagi pacarnya Mahesa. Oh iya, kok turun di perpatan jalan?" tanya Mahesa, enggang melepaskan genggaman tanganya. Padahal pria itu merasakan penolakan dari Keisha. Siapa peduli, Mahesa hanya ingin gadis itu menjadi pacarnya kembali.


"An-anu tadi gue mampir di indoapril beli sesuatu, makanya turun di sini. Oh iya, gue mau ngomong sesuatu sama kak Mahes soal yang kemarin." Keisha berusaha menarik tangannya ketika sudah sampai di depan sekolah. Dia yakin pak Ricky ada di sekitar parkiran, sebab tahu dia dan Mahesa akan bertemu seperti perjanjian semalam.


"Ngomong apa?"


"Yang kemarin itu lupain aja ya kak. Saya cuma bercanda kok. Lagian saya belum bisa lupain kesalahan kakak," ucap Keisha dan berlari memasuki lingkungan sekolah. Dia tersenyum saat melihat pak Ricky memberikan jempol dari dalam mobil.

__ADS_1


"Lo kira gue nggak tau hubungan kalian?" gumam Mahesa senyum sinis. Pria itu telah mengetahui pernikahan Keisha dari seseorang.


__ADS_2