Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 23 - Pasar Malam


__ADS_3

Malam minggu adalah hal yang selalu ditunggu oleh anak remaja. Begitupun dengan Keisha yang malam ini wajahnya sedang berseri-seri, selain karena bisa keluar jalan-jalan di malam hari, dia juga bisa menghabiskan waktu bersama pak Ricky. Sebenarnya Keisha tidak suka pada suaminya, hanya saja merasa nyaman dan terlindungi berada di dekat pria itu.


Sejak memasuki pasar malam beberapa menit yang lalu, Keisha terus saja menunduk, bukan karena malu, melainkan sedang menatap tangan mungilnya yang sedang digenggam oleh sang suami. Dia sengaja mengayung-ayungkan tangannya agar lebih estetis lagi, hal itu mengambil perhatian Ricky yang sedang sibuk menerima telpon dari seseorang.


"Senang banget perasaaan, padahal saya cuma ngajak ke pasar malam. Bukan mall seperti yang ada di bayangan kamu," celetuk Ricky. Menyimpan ponselnya di saku hodie yang dia kenakan.


"Soalnya sama, Bapak ... eh maksudnya bisa hirup udara malam lagi setelah dikurung sama, Pak Ricky."


"Perasaan nggak ada yang ngurung deh."


"Dih, Pak Ricky kok nyebelin? Tinggal bilang, iya, apa susahnya sih?" gerutu Keisha. Gadis itu lantas menyentak tangannya kasar dan berjalan lebih dulu. Namun, baru beberapa langkah, tubuhnya terhuyung dan mendarat di pelukan pak Ricky. Tangan kekar pria itu melingkar indah di pinggang bagian belakang istrinya.


"Ke-kenapa tiba-tiba meluk? Nggak sopan tau!"


"Tubuh kamu mungil, takutnya ada yang culik dan dijual sama om-om. Kan yang repot saya, apalagi kalau harus nebus kamu dengan harga mahal," ucap Ricky tepat di depan wajah Keisha.


Bukannya kesal mendengar ungkapan sang suami, Keisah malah memejamkan matanya, seakan menunggu sesuatu terjadi seperti di drama yang sering kali dia tonton. Namun, yang dia dapatkan malah bisikan kecil yang sangat menyebalkan.


"Nanti Sayang, sekarang lagi di tempat umum."


"Dasar mesum!"


Ricky hanya tertawa menangggapi kekesalan istrinya. Sama dengan Keisha, dia juga menikmati pasar malam kali ini, terlebih ditemani oleh kebawelan istri kecilnya. Pria itu menuruti semua keinginan Keisah, seperti janjinya sebelum berangkar dari rumah. Menjadikan dirinya mesin ATM untuk gadis kecil itu.


Setelah mendapatkan apa yang ingin Keisah beli, dia dan gadis itu memutuskan untuk istirahat di warung pinggir jalan. Ricky memesan dua mangkuk baso dan dua gelas es teh untuk menemani malam minggu mereka. Sesekali memperhatikan Keisha yang tampak sibuk memeriksa berang belanjaan.


"Ish masih kurang ini. Saya lupa beli cemilan dan minuman buat stok di kamar," protesnya.

__ADS_1


"Ntar beli lagi, sekarang makan dulu. Minum yang banyak! Tadi kamu keringattan."


"Bantu lap dong, Pak!" canda Keisha, tetapi siapa yang menyangka Ricky benar-benar melakukannya. Bukan memakai tisu, melainkan ujung hoodie pria itu sendiri.


Ah sungguh, hari ini Ricky banyak melakukan sesuatu yang membuat istri kecilnya baper dan salah tingkah. Keisha yang jarang blusing, selalu blusing jika berada di dekat sang suami.


Keduanya mulai fokus pada baso massing-masing setela pesanan datang, hingga pada akhirnnya Ricky izin ke toilet saat merasa kepedasan akibat tantangan tidak masuk akal dari Keisha.


Sepeninggalan Ricky, Keisha tertawa terbahak-bahak. "Mampus, makanya jangan buat Kei kesal. Mules kan sekarang," ejeknya, memadangi kepergian sang suami.


Tatapan Keisha beralih pada benda pipih yang terus berdering sejak tadi, tetapi diabaikan oleh pemiliknya. Gadis itu meneliti kontak tidak di kenal cukup lama, hingga akhirnya menjawab sebab rasa penasaran sangat besar.


"Halo, ada yang bisa saya bantu? Kebetulan pemilik ponsel lagi ke toilet," ucap Keisha setelah menjawab panggilan di ponsel Ricky.


"Kamu siapa? Kenapa ponsel Iky ada di tangan kamu!" balas seorang wanita yang berada di seberang telpon.


"Benda ini sangat privasi bahkan untuk ukuran seorang istri," ucap Ricky tanpa perasaan.


"Aelah, cuma jawab telpon doang gitu banget bahasanya. Biasanya sih orang yang nggak mau disentuh ponselnya, antara selingkuh atau punya pacar," sindir Keisha. Gadis itu meminum kuah baksonya seolah-olah sedang meminum jus, padahal sangat pedas. Namun, kuah baso itu tidak sepedas mulut pak Ricky.


"Keisha?"


"Kenyang banget, Pak. Pulang yok!" Beranjak tanpa menunggu Ricky menghabiskan makanannya. Tanpa mampir ke manapun, Keisha langsung menuju mobil, melempar barang belanjaannya dengan asal.


"Apaasih, gitu banget jawabannya. Kan bisa ngomong yang lain kalau kesal. Gue juga nggak bakal angkat kalau telponnya cuma sekali. Dasar om-om nyebelin," terus menggerutu tanpa henti.


***

__ADS_1


Apapun benda yang Keisha sentuh, maka suaranya akan terdengar nyaring sebab gadis itu mengambil atau menyimpan barang dengan cara cukup kasar. Padahal di dalam kamar tersebut ada Ricky yang duduk di soda sambil memejamkan mata. Keduanya tidak lagi saling bicara setelah pulang dari pasar malam.


Kepulangan yang mereka rencanakan sebenarnya jam 12 malam, tetapi mereka pulang sebelum itu sebab mood Keisha memburuk.


"Sudah Kei!" tegur Ricky.


"Apa sih, orang nggak ngapa-ngapain juga," celetuk Keisha.


Ricky menghela nafas panjang, tingkah Keisha kembali ke setelan awal, karena kebodohannya. padahal Ricky melakukan itu semua karena tidak ingin Amel tahu bahwa dia sudah menikah. Jika Amelia mengetahuinya, dia takut yan menjadi sasaran utama adalah Keisha.


Dari kabar yang telah Ricky dapatkan setelah menyelediki Amelia akhir-akhir ini, dia yakin Amelia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya kembali. Bukan geer atau sok kegantegan, tapi Amelia baru saja dicampakkan oleh suaminnya karena sebuah pengkhianatan seperti yang wanita itu lakukan saat bersamanya dulu.


Tidak kunjung mendapatan ketenangan karena suara barang di dalam kamar, Ricky berdiri dan menghampiri Keisha. Merebut sapu yang ada di tangan gadis itu lalu melemparnya tanpa melihat.


"Maaf kalau ucapan saya tadi menyinggung kamu," bisik Ricky. Memeluk istrinya cukup erat tanpa memberi kesempatan untuk memberontak. "Jangan marah-marah lagi, dan berhenti menyapu lantai yang sudah bersih," lanjutnya.


Bagaimana tidak Ricky mengatakan hal tersebut, sedangkan sejak pulang dari pasar malam, sudah terhitung sepuluh kali Keisha menyapu lantai kamar. Paling parahnya, sapu itu sengaja dibenturkan ke kaki meja atau tempat tidur.


"Siapa yang marah coba, orang lagi beresin kamar biar bersih, sekalian olahraga malam," jawabnya tidak ingin mengaku.


"Kalau mau olahraga malam, bukan gitu caranya, Sayang. Tapi gini ...." Ricky mendorong tubuh Keisha hingga terjerambah di atas ranjang. Dia menyeringai yang membuat jantung Keisha berdetak tidak normal.


"Ba-bapak mau ngapain?" tanya Keisha.


"Ngajarin kamu olahraga malam dengan cara yang benar, sekalian membuat kamu terbang hingga menembus cakrawala," bisiknya tepat di telinga Keisha, membuat bulu kuduk gadis itu meremang seketika.


__ADS_1


__ADS_2