Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 56 ~ Pak Ricky Playboy


__ADS_3

Keisha melambaikan tangannya untuk mengantar kepergian teman-teman Ricky. Wajah gadis itu terlihat tidak senang lantaran harus berpisah dengan balita mengemaskan seperti Sheila dan Kenzo.


"Kenapa nggak nginap aja sih? Aku masih pengen main sama bocilnya," ucap Keisha.


"Cieelah punya teman baru," ledek Ricky. Dia menjawil hidung Keisha, tidak lupa mengamit pinggang istrinya ketika melihat gadis itu mendelik tidak suka.


"Mereka gemesin banget, Mas. Jadi pengen."


"Ya udah, ayok! Kita buat serajin mungkin biar dedek gemesnya cepat nongol!" seru Ricky. Dia lantas mengendong tubuh Keisha dan berjalan memasuki rumah. Apa yang dia lakukan berhasil mengeluarkan pekikan keras di mulut cempreng sang istri.


Ricky tertawa terbahak-bahak melihat eskpresi mengemaskan Keisha. Pria itu menurunkan sang istri di ranjang. Luka di kepala seakan tidak masalah untuk Ricky, lantaran mempunyai mood booster di rumahnya. Alih-alih merenungi kepala yang diperban, keduanya malah terlihat biasa-biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa.


"Bubur aku mana, Bub?" tanya Ricky yang baru ingat istrinya tadi membuat bubur sebelun inti Avegas datang.


"Ya ampun aku lupa!" Keisha menepuk keningnya. Tanpa mengatakan apapun, gadis itu berlari menuju dapur. Memeriksa apa yang terjadi di sana, seingatnya dia lupa mematikan kompor tadi.


"Ah syukurlah kompornya mati." Keisha bernapas lega. Dia akhirnya menambahkan sedikit penyedap rasa pada bubur yang ada di panci, tidak lupa menaburkan ayam yang telah dia suir-suir bersertan bawang goreng dan kerupuk setelah berada di mangkuk.


Keisha membawa bubur ayam hangat itu menuju kamar. Senyuman bahagia menghiasi wajah gadis itu, lantaran untuk pertama kalinya dia membuat makanan tidak terlalu asin dan rasanya cukup enak.


"Tada! Bubur ayam untuk suami sudah jadi!" seru Keisha duduk di pinggir ranjang, sementara Ricky bersandar di kepala dipan sambil memperhatikan layar ponsel.


Keisha mengerutkan keningnya, lantara mengenali benda pipih yang berada di tangan sang suami. Mata gadis itu membola setelah menyadari ponsel itu miliknya.


"Mas Iky!" pekik Keisha, langsung merebut ponsel miliknya. Pipi gadis itu memerah melihat apa yang ditonton sang suami. Matilah Keisha, sekarang dia ketahuan tengah menonton hal-hal memalukan. Ini semua karena ketua kelas gilanya yang mengirim Link. Tahu sendiri Keisha punya tingkat keingintahuan cukup tinggi.


"Sering? Apa jangan-jangan Bubu nobar film itu sama Avegas?" tanya Ricky dengan tatapan mengintimidasi.


"It-itu ak-aku cuma .... Aku cuma praktekin sama Mas aja kok. Serius. Jangan marah!" Keisha menundukkan kepalanya, meremas tangan Ricky yang terkepal. Entah suaminya marah atau tidak, tetap saja Keisha takut.


"Sering?" tanya Ricky.

__ADS_1


Keisha mengelengkan kepalanya.


"Kadang-kadang aja, aku nonton pas ada teman yang kirim link."


"Ck." Ricky berdecak kesal. Dia meraih nampang di atas nakas. Memakan bubur ayam itu secara rakus lantaran marah pada istri kecilnya. Bukan karena Keisha menonton film tidak wajar, tetapi masalahnya bersama pria-pria nakal di luar sana. Terutama anggota Avegas yang notabenenya anak didik dia.


"Mas, marah?"


"Banget, Bub, kamu nonton sama laki-laki, tau nggak na*fsu mereka itu nggak bisa dikendaliin kalau udah menguasai! Makanya sekarang marak kasus pemerkos*aan, sebab pria normal sekalipun nggak bakal bisa berpikir jernih kalau Naf*su udah di kepala. Yang mereka pikirkan hanya cara memuaskan tanpa peduli yang mereka lakukan kejahatan," omel Ricky.


"Maaf kalau gitu. Aku janji nggak bakal nonton gituan sama mereka."


Ricky melirik istrinya yang cemberut. Ada yang aneh melihat Keisha menatapnya sambil mengulum senyum. Padahal tadi wajah gadis itu terlihat takut.


"Kenapa?"


"Mas mau aku prakterkin yang aku tonton malam ini?"


"Jorok banget!"


***


Pagi yang mendung, semendung suasana hati Keisha lantaran tidak berangkat bersama sang suami. Ricky tiba-tiba ada urusan penting di kantor, jadi gadis itu berangkat bersama Aurin.


"Aelah, ditinggal kerja doang kek ditinggal nikah," celetuk Aurin. Kedua gadis cantik itu sedang berjalan di koridor sekolah menuju kelas. Di belakang Keisha dan Aurin, ada Tommy yang setia mengintili kemana-mana. Pria itu akan meninggalkan Aurin saat bel pelajaran berbunyi atau pulang ke rumah.


"Lo nggak tau apa-apa, Rin. Pak Iky kemarin sempat masuk rumah sakit karena Mahesa. Kepalanya dijahit tau."


"Serius?" Tommy mempercepat langkahnya mendengar nama Mahesa.


"Hooh. Gue makin benci sama Mahesa," jawab Keisha.

__ADS_1


"Lo tau dia di mana?" tanya Aurin.


"Dia disekap sama teman-teman pak Iky. Tau nggak? Ternyata pak Ricky dulunya anggota Avegas loh, bahkan jadi inti pas muda dulu. Sampai sekarang masih dihargai sama anggota Avegas."


"Serius?" Mata Aurih membola, berbeda dengan Tommy yang tampak biasa-biasa saja. Pria itu telah mengetahuinya beberapa minggu yang lalu, lantaran menjadi detektif dadakan. Memeriksa seluruh akun Ricky sampai akar-akarnya.


"Tau gue. Dulunya pak Ricky tuh playboy, tiap hari posting status ceweknya ganti-ganti mulu. Minum-minum, rokok dan ke club udah makanan dia tiap hari. Nggak nyangka kan kalian kalau liat kepribadian pak Ricky sekarang?" celetuk Tommy tanpa menyadari air muka Keisha berubah 180 derajat.


"Playboy? Jangan bilang pak Iky sering celup sana celup sini?"


"Bisa jadi ...."


"Udah, cukup!" bentak Keisha. "Kalian berdua malah tambah ngancurin mood gue." Keisha berjalan lebih dulu meninggalkan Aurin dam Tommy, lantaran kesal mendengar fakta tentang suaminya di masa lalu.


Alih-alih masuk ke kelas, Keisha malah menuju kantin yang sunyi, sebab bel pelajaran sekolah telah berbunyi. Dia mendudukkan diri di kursi kosong. Berusaha menghubungi sang suami, tetapi tidak dijawab padahal sudah panggilan ke lima.


"Apa masih sibuk? Ih kok aku jadi curiga sih sama dia? Dulunya dia playboy, besar kemungkinan sampai sekarang masih gitu. Gimana kalau gue istri yang keseratus dia? Apa jangan-jangan Amelia juga korban?" Berbagai prsangka buruk mulai hinggap di kepala Keisha dan itu membuat dirinya takut sendiri.


"Nggak boleh!" Keisha mengebrak meja. Pak Iky cuma milik gue!" serunya.


"Neng Kei, kenapa teriak-teriak?" tanya ibu kantin yang sejak tadi memperhatikan. "Bel udah bunyi loh, Neng. Bentar lagi guru Bk periksa kantin."


"Kebetulan saya mau dihukum, Bu," sahut Keisha. "Eh teh nya satu ya!" lanjutnya.


Ibu kanting mengangguk, segera membuatkan es teh untuk Keisha yang dia kenal tidak takut melanggar aturan sekolah. Tepat setelah es teh pesanan Keisha jadi, guru bk datang membawa tongkat sepanjang satu meter. Mengintrupsi agar semua siswa yang berada di kantin sekolah.


"Semuanya, kamu juga!" bentak guru Bk pada Keisha yang tetap menyesap es teh hingga tandas. Barulah setelahnya berjalan menuju lapangan bersama yang lain.


"Udah hampir 3 bulan kamu nggak pernah ketemu saya sebagai siswa bermasalah, kenapa sekarang berulah lagi?"


"Mau pak, bosan jadi siswa teladan mulu. Lagian saya kesal sama satu guru di sekolah," jawab Keisha. Bersiap menghormat tiang bendera dan lima laki-laki yang Keisha tidak kenal.

__ADS_1


__ADS_2