Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 37 - Makan Malam


__ADS_3

"Tante nggak pernah nyangka kalau kamu tega ngelakuin itu sama Iky, Amel. Selama ini tante percaya sama kamu, tante udah anggap kamu seperti anak. Tapi nyatanya diam-diam kamu nyakitin hati Iky dan sekarang malah datang berniat mau ngancurin rumah tangganya," ucap bu Ratna, menatap Amelia penuh kekecewaaan.


"Amel bisa jelasin semuanya tante, Amel terpaksa nikah karena ...."


"Pergi dari rumah saya sekarang juga dan jangan pernah kembali, apalagi untuk menganggu rumah tangga Ricky dan Keisha!" bentak bu Ratna. Wanita paruh baya itu mendorong tubuh Amelia agar tidak memeluknya.


Ratna dan Amelia sedang berada di depan rumah, berbeda dengan Ricky dan Keisha yang memutuskan untuk masuk ke kamar. Pria itu tengkurap di sofa dengan Keisha berada di bawahnya.


"Jangan sedih lagi, bapak tuh tampan dan hampir mendekati sempurna. Banyak perempuan di luar sana yang rela jadi istri kedua bapak," ucap Keisha. Memainkan rambut suaminya yang bersembunyi di ceruk leher, sementara sebelah tangannya dipilin-pilin oleh Ricky layaknya anak kecil yang sedang kesal.


"Karena pak Iky sekarang udah ngerasa percaya diri setelah kita nikah. Maka saya janji nggak bakal ninggalin bapak seperti yang dilakukan sama kuntinak jelek itu," lanjut Keisha.


"Awas aja kalau ingkar janji," gumam Ricky, masih asik pada posisinya, tanpa mempedulikan Amelia dan mamahnya yang sedang bertengkar di lantai bawah.


Pengkhianatan yang pernah Ricky alami membuat pria itu sempat berkecil hati dan hilang percaya diri. Untung saja Keisha masuk ke hidupnya tanpa diduga, membawa pelangi yag indah untuk mereka nikmati bersama.


***


"Sial, harusnya mamah Iky berpihak padaku, bukan malah membela bocah ingusan itu," gumam Amelia sangat geram.


Gadis itu meremas gelas yang dia genggam, sakin kesalnya tubuh Amelia sampai bergetar hebat.


"Liat aja apa yang akan aku lukukan Keisha. Kau harus menaggung akibatnya karena berani merebut Iky dan kasih sayang tante Ratna," lanjut Amelia.


Wanita itu melempar gelas yang dia pegang ke lantai. Suara pecahannya sampai mengema di dalam apartemen wanita itu. Amelia benci jika miliknya direbut oleh orang lain, termasuk cinta dan kasih sayang yang pernah dia dapatkan dari Ricky.


Amelia tertawa tanpa sebab, terlebih saat teringat foto yang dikirimkan Keisha semalam. "Aku janji bakal misahin kalian berdua apapun caranya!"

__ADS_1


***


Mendapatkan kasih sayang melimpah dari ibu mertua adalah hal yang diidam-idamkan semua perempuan, termasuk Keisha yang sejak kecil tidak terlalu merasakan peran ibu dalam hidupnya. Sejak kepergian Amelia beberapa jam yang lalu, bu Ratna dan Keisha tampak sangat akrab. Bercerita banyak hal dan menghabiskan waktu bersama menyakut kecantikan wanita.


"Setelah ini kita kemana lagi ya?" tanya bu Ratna pada Keisha yang tampak fokus memperhatikan kukunya tengah dihias oleh salah satu karyawan salon yang mereka datangi.


"Makan gimana, Mah. Kei lapar keliling mulu," sahut Keisha, membuatnya mendapatkan cubitan di hidung oleh bu Ratna.


"Benar kata Iky, kamu tuh beda dari gadis lainnya. Taunya cuma makan dan tidur doang."


"Soalnya kalau makan dan tidur nambah tenaga, Mah." Keisha menyengir, tanpa mempdulikan Ricky yang sejak tadi duduk di ruang tunggu seorang diri.


Pria itu sesekali berdecak kesal ketika melihat jarum jam yang terus berputar, tetapi dua perempuan kesayangannya belum ada tanda-tanda selesai untuk perawatan kecantikan.


"Kira-kira kalau semua perawatan di toko ini dipakai, berapa jam?" tanya Ricky pada pegawai yang bertugas di bagian depan.


"Kalau semuanya dari ujun rambut sampai ujung kaki, saya kurang tau, Pak."


"Pak Iky."


Ricky lantas menoleh ketika namanya di panggil oleh seseorang. Dia tersenyum, matanya enggan untuk berkedip melihat Keisha yang berdiri di ambang pintu. Sungguh malam ini gadis itu sangat cantik dan terlihat sangat fresh. Belum lagi Keisha memakai dress satin yang senada dengan bu Ratna.


"Gimana penampilan saya? Kayak bidadari kan? Makanya bapak natap sampai nggak kedip gitu," ucap Keisha menghampiri suaminya. Langsung mengamit lengan pria itu. "Pak Iky bosan nunggu?"


"Nggak sama sekali. Ayo kita makan malam dulu sebelum pulang," sahut Ricky. Dia membuka pintu mobil agar Keisha dan bu Ratna masuk. Setelahnya dia melajukan mobil untuk mencari tempat makan malam yang mungkin cocok untuk mereka bertiga.


"Keisha, mau tau satu rahasia nggak?" tanya bu Ratna dan dijawab anggukan oleh Keisha, sedangkan Ricky yang mendengarnya segera mengintip dari spion, terlebih perasaan pria itu mulai tidak enak.

__ADS_1


"Bohong tuh kalau suami kamu nggak bosan. Iky tuh nggak sabaran dan nggak suka nunggu," ucap Ratna.


"Masa sih Mah? Apa jangan-jangan tadi pak Iky ngumpat kia lagi karena marah."


"Kayaknya sih iya, ntar sampai di rumah suruh tidur di kamar tamu aja,* cetus bu Ratna memanas-manasi.


"Mah!" tegur Ricky, berhasil membuat dua wanita yag duduk di jok belakang cekikikan. Bu Ratna yang gaul dan Keisha yang tidak bisa diam adalah perpaduan sempurna jika jalan-jalan. Namun kesenangan mereka akan memakan korban bernama Ricky yang kesabarannya setipis tisu di bagi dua.


Ricky membanting setir kemudi memasuki area restoran yang cukup mewah. Bu Ratna masuk ke restoran lebih dulu, sementara Ricky menunggu Keisha yang tampak kesusahan dengan hak tinggi yang dibelikan oleh bu Ratna tadi.


"Pakai sepatu yang tadi aja."


"Nggak mau, orang yang beliin mamah. Katanya saya cantik kalau pakai ini," jawab Keisha.


"Ck, padahal jadi diri sendiri nggak masalah." Ricky berdecak kesal, meski begitu tetap mengenggam tangan Keisha memasuki restoran agar tidak terjaduh.


"Tau nggak Pak, saya belum pernah sesenang ini sebelumnya. Biasanya saya tuh kemana-mana sendiri atau paling nggak sama Aurin. Sekarang saya ngerasa punya keluarga baru. Makasih ya, Pak. Udah beri saya kesempatan buat berusaha jadi lebih baik." ucap Keisha.


"Sudah tugas saya sebagai suami."


Keisha tersipu malu mendengar kalimat Ricky. Dia beralih memeluk lengan pria itu dengan senyuman merekah, tanpa menyadari ada satu laki-laki yang memperhatikannya sejak tadi.


Laki-laki bertopi yang mempunyai postur tubuh hampir sempurna. "Bisa-bisanya dia masih bisa tersenyum setelah permainin perasaan gue," gumamnya.


"Liatin apa kamu?" tanya Azka yang kebetulan lewat di parkiran tersebut. Pria itu mengikuti arah pandangan Mahesa yang tertuju pada sahabatnya. "Kamu mantau mereka?"


"Ng-ngak pak, saya nyari kunci motor saya yang hilang."

__ADS_1


"Sayang, kok masih di sini sih? Angkara sama Sheila udah nunggu lama di dalam," ucap Salsa yang menemui suaminya karena tidak kunjung datang, padahal tadi hanya izin mengambil ponsel yang ketinggalan.


"Ayo." Azka meninggalkan Mahesa yang sudah berkeringat dingin.


__ADS_2