Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 55 ~ Kedatangan Tamu


__ADS_3

Datang ke kamar dengan wajah cemberut, tentu membuat Ricky yang berbaring di ranjang merasa penasaran apa yang Keisha temui di bawah. Terlebih tadi wajah istrinya terlihat ceria.


"Bub, kok kayak kesal sih?" tanya Ricky.


"Gimana nggak kesal coba! Masa aku ketemu kuntilanak di depan. Katanya aku nggak becus jagian suami, makanya mas sakit," omel Keisha.


Ricky mengerutkan keningnya, tidak mengerti kemana arah pembicaraan Keisha.


"Kuntilanak di siang hari?" tanya Ricky, berhasil membuat Keisha semakin kesal. Gadis itu meletakkan segelas air dan obat di atas nakas.


"Mantan terindah bapak datang, terus ngata-ngatain saya nggak bisa jagain, Bapak! Ya udah sekalian aja, saya nggak mau ngurusin!"


Keisha membalik tubuhnya hendak pergi, tetapi pinggang gadis itu malah dipeluk oleh sang suami.


"Kok panggilannya berubah lagi sih, Bub? Kan bukan aku yang salah. Aku juga nggak beri jalan buat dia masuk ke rumah tangga kita," guman Ricky manja. Tidak ingin melepaskan pelukannya meski Keisha berusaha melerai. Bahkan dia menenggelamkan wajah tampannya di perut rata sang istri.


"Aku sakit, harusnya dapat kasih sayang dari istri tercinta, bukan malah kena omel." Ricky mengerucutkan bibirnya. "Bubu jangan jutek-jutek dong!"


Melihat ekspresi Ricky yang tampak mengemaskan, Keisha langsung tertawa. Menangkup rahang tegas Ricky, lalu menunduk untuk mengecup bibir mengerucut tersebut.


"Gemesin banget sih masnya aku."


"Tampan lagi," sahut Ricky cepat.


"Iya sih tampan dikit." Keisha mendorong tubuh Ricky agar kembali tertidur. Duduk di sisi ranjang dan memberikan obat yang tadinya dia letakkan secara kasar di nakas. "Mas minun obat dulu, ya. Terus istirahat."


"Temenin tapi."


"Iya masku Sayang."


Usai memberi obat Ricky, Keisha menemani pria itu tidur di ranjang. Meremas rambut bagian belakang suaminya yang tengah menyembunyikan wajah diceruk leher Keisha. Cukup lama dia berbaring dalam posisi itu hingga akhirnya Ricky benar-benar terlelap tanpa banyak drama. Hal itu menandakan Ricky sungguh tidak sehat.


Merasa suaminya tidak akan terbangun meski ditinggalkan. Keisha akhirnya mengendap-endap keluar dari kamar menuju dapur demi membuatkan sesuatu untuk makan malam suaminya. Dia berkacak pinggang di depan kulkas, memperhatikan semua bahan-bahan dapur dan memikirkan apa yang harus dia masak.


"Masak apa ya?" Keisha tersenyum lantaran mendapatkan menu makanan yang bisa dia masak dengan cepat.

__ADS_1


Gadis itu memutuskan membuat bubur ayam yang memang bagus untuk orang sakit, terlebih bubur ayam tidak perlu dikunyah sehingga tidak akan membawa efek sakit kepala pada sang suami.


Dia mulai berkutat di dapur tanpa mempedulikan penampilannya yang mulai acak-acakan sebab rempong sendiri karena tidak ada mamah Ratna yang membantunya. Keisha tersentak lantaran sebuah tangan merayap dari belakang hingga akhirnya tangan kekar tersebut mengalung indah di leher.


"Mas, Iky? Kok bangun sih? Padahal aku belum selesai masak," cetus Keisha.


"Gimana bisa nyenyak, kalau nggak ada yang peluk. Dingin tau," rengek Ricky. Dia mengecup bagian belakang telinga Keisha.


"Dih, manja banget padahal baru luka gitu aja."


"Manja sama istri nggak masalah."


Keisha mengulum senyum, membalik tubuhnya untuk memeluk sang suami cukup erat. Entahlah, tapi Keisha semakin nyaman bersembunyi di tubuh kekar di hadapannya.


"Tau nggak? Aku sebenarnya sedih mas luka gini, sampai diperban. Tapi aku nggak mau keliatan sedih, soalnya alay."


"Lah kok alay?"


"Pokoknya alay aja."


Hubungan keduanya sudah semakin membaik, usia pernikahan pun memasuki bulan ke 3, tetapi keduanya belum pernah benar-benar menyatakan cinta satu sama lain.


Ricky melerai pelukannya, menunduk lalu mendekatkan wajahnya dengan bibir sang istri. Baru saja bibir keduanya hampir menyatu, suara seseorang terdengar dari arah pintu.


"Ada orang nggak sih? Boleh masuk nggak?" tanya seseorang yang sangat Ricky kenali suaranya.


"Ada tamu, pak Iky sambut dulu. Ak-aku kayak gembel." Keisha seketika panik saat menyadari penampilannya acak-acakan.


"Lewat belakang kalau gitu, soalnya Bubu seksi banget," sahut Ricky dan dijawab anggukan oleh Keisha. Sepeninggalan gadis itu, Ricky lantas mematikan kompor lalu menemui teman-temannya di depan.


"Udah gue duga." Ricky senyum miring melihat inti Avegas datang ke rumahnya secara lengkap. Bahkan di antara mereka ada yang membawa pasangan atau anak-anak mereka.


"Cantik banget putri lo, Ka. Nanti kita besanan ya?" Goda Ricky setelah mempersilahkan teman-temannya duduk.


Azka membawa Salsa dan putrinya, begitupun dengan Keenan yang membawa Glora bersama putranya. Sementara Dito datang bersama Samuel dan Rayhan tentu bersama Giani meski belum menikah.

__ADS_1


"Sheila jodoh anak gue!" celetuk Keenan, yang memangku balita 3 tahun bernama Kenzo.


"Ck, gue nggak mau Sheila punya mertua modelan kalian semua!" tegas Azka, membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut lantas tertawa.


Kedatangan mereka tidak lain untuk menjenguk Ricky yang baru saja dari rumah sakit diantar oleh Dito. Bahkan sebelum ke sini, Inti Avegas telah menemui Mahesa untuk memberi pelajar sebab berani melukai 6 di antara mereka.


"Istri lo mana?" tanya Salsa.


"Ganti baju, habis main-main di dapur. Biasa bocil kematian," jawab Ricky dengan wajah sumbringan. Setiap membahas Keisha, retina pria itu tampak berbinar.


"Hayo main apa?" sahut Rayhan.


"Main kuda-kudaan nggak sih?" timpal Dito mengulum senyum.


"Ssttt, pembahan kek gitu bukan buat bercandaan!" tegur Azka dan seketika inti Avegas mengalihkan pembicaraan tentang seputar masalah Ricky dan Mahesa.


Saat itulah Keisha datang dengan baju tidur sangat tertutup, duduk di samping Ricky yang masih kosong.


"Udah lama ya? Maaf tadi habis mandi," celetuk Keisha.


"Udah 27 tahun, kemana aja lo?" celetuk Rayhan.


"Eh itu-itu ...."


"Canda kali, gue haus nih. Ada minum nggak?"


"Ya ampun sampai lupa, tunggu bentar saya siapin ...." Keisha mengehentikan pergerakannya lantaran Ricky mencegah. "Kenapa?"


"Aku udah pesan, bentar lagi datang. Duduk dan gabung sama kita-kita aja," jawab Ricky.


Keisha mengangguk, gadis itu beralih menatap dua balita yang tampak asik bermain bersama. Alih-alih ikut nimbrung bersama teman-teman sang suami. Dia malah mengejar dua balita mengemaskan itu hingga ke ruang keluarga.


Tawa Keisha, Kenzo dan Sheila sampai terdengar di ke ruang tamu, membuat Ricky merasa sangat senang.


"Entah istri lo beneran bocil, atau suka sama bocil," celetuk Keenan.

__ADS_1


"Masih bocil, belum bisa jagain baby. Yang ada mereka berantem dan yang nangis mamahnya." Ricky tertawa lantaran bayangan Keisha dan anak mereka nanti bertengkar karena hal sepele.


__ADS_2