
mereka ber empat menunggu Kyai Hasan dan Kyai Ahmad di ruang keluarga karena saat di ruang tamu dapat terlihat dari luar sehingga tidak dapat fokus pada pembicaraan...
ketiga kakak Humairah pun juga turut di undang dalam pembicaraan ini karena mereka lah yang selalu melindungi Humairah kapanpun dan dimana pun...
mereka berdiskusi mengenai kelanjutan hubungan Humairah dan Irham, sampai pada suatu titik mereka memutuskan untuk menyatukan Humairah dan Irham setelah menyelesaikan masalah pertunangan Irham dengan Nafa yang sudah tidak mungkin dilanjutkan lagi...
Umi Salamah dan Kyai Ahmad menceritakan bagaimana bisa mereka mengambil keputusan untuk menerima perjodohan yang di usulkan orang tua Nafa sebelumnya ...
"mungkin nantinya hal ini akan kami selesaikan bertahap kyai, karena kami menerima permintaan orang tua nduk Nafa karena itu permintaan nduk Nafa, dia menderita sakit keras kyai" ucap Kyai Ahmad
"mohon maaf Kyai, kalau boleh tahu Nafa sakit apa ya? karena selama tinggal disini dia sangat baik-baik saja bahkan tidak pernah masuk ruang kesehatan maupun izin sakit" tanya Gus Ali yang tak lain adalah kakak Humairah
"Orang tua nya berkata bahwa dia mengidap leukimia Gus" jawab Kyai Ahmad
"mohon maaf Kyai, bukannya saya memfitnah orang tua Nafa namun setahu saya penyakit leukimia tersebut harus rutin ke dokter jika sudah parah. dan akan kelihatan bagaimana kondisi nya saat dia merasakan sakit" ucap Gus Ibrahim, selain mengurus pondok dia juga berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit milik kakeknya
"terimakasih informasinya Gus, saya akan memastikan kebenarannya. karena Irham adalah anak kami satu-satunya, kami tidak ingin dia menjalin hubungan yang berlandaskan kebohongan" ucap Umi Salamah
setelah selesai melakukan perbincangan, akhirnya umi Salamah dan Kyai Ahmad pamit undur diri karena sudah semakin sore ...
"baiklah kalau begitu kami undur diri terlebih dahulu, semoga kita bisa menyambung perbincangan ini secepatnya" ucap Kyai Ahmad
"assalamualaikum" sambungnya
"wa'alaikummussalam" jawab semua keluarga kyai Hasan
setelah kyai Ahmad meninggalkan kediaman mereka, satu hal yang menjadi pikiran mereka saat ini adalah keadaan Humairah putri kesayangan mereka...
mereka semua masuk ke ruang tengah, bukan hanya Abi dan ummi Humairah yang khawatir namun kakak juga kakak iparnya sangat meng khawatir kan Humairah...
"Abi, bagaimana kalau kita telepon Gus Irham?" tanya Umi Fatimah
"Iya mi, Abi juga ingin mendengar bagaimana keadaan Humairah" jawab Kyai Hasan
"Ali, coba kamu hubungi Gus Irham" ucap Kyai Hasan kepada anak sulungnya, Gus Ali memang yang paling dekat dengan Gus Irham di antara anak Kyai Hasan yang lainnya karena mereka berdua sering berdiskusi mengenai perkembangan pesantren
__ADS_1
"baik Abi" jawab Gus Ali
"keras kan suaranya Gus" pinta Kyai Hasan
Gus Ali mencoba menghubungi Gus Irham beberapa kali namun tidak ada jawaban, sampai yang terakhir kalinya telepon Gus Ali berhasil tersambung dengan telepon Gus Irham...
"Assalamualaikum Gus" ucap Gus Irham di sambungan telepon
"wa'alaikummussalam, bagaimana keadaan Humairah Gus?" tanya Gus Ali
"Alhamdulillah Ning Azzahra sekarang sudah dipindahkan ke ruang inap gua" jawab Gus Irham dengan suara parau nya karena menangisi Humairah yang pingsan tadi
"lalu bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Gus Ali
"Alhamdulillah Ning Azzahra sudah sadar Gus" jawab Gus Irham
"Apa saya bisa berbicara dengan adik saya Gus?" tanya Gus Ali kepada Gus Irham sedangkan Abi dan Ummi nya hanya mendengarkan saja karena beliau meminta hanya Gus Ali yang berbicara
"baik Gus" jawab Gus Irham
"Azzahra, Gus Ali beliau ingin berbicara" ucap Gus Irham dengan pelan karena sedari Humairah sadar, dia tidak mengucapkan sepatah katapun meski Gus Irham mengajaknya berbicara
Humairah menerima handphone yang diberikan oleh Gus Irham...
"Assalamualaikum kak" ucap Humairah dengan suara parau nya
"wa'alaikummussalam Humairah, bagaimana keadaanmu?" tanya Gus Ali
"aku baik-baik saja kak" jawab Humairah
"kenapa kak Ilyas tidak menungguku dan menemaniku disini kak?" tanya Humairah
"Ilyas sudah berada di Indonesia Azzahra, untuk sekarang hanya Gus Irham lah yang bisa menunggu mu disana" jawab Gus Ali
"bagaimana bisa Huma berada dalam satu ruangan dengan laki-laki yang akan menikah kak" ucapan Humairah ini bagaikan petir yang menyambar bagi Irham
__ADS_1
Irham yang awalnya duduk diam di sofa yang tak jauh dari tempat Humairah berbaring pun berdiri, berjalan mendekat ke arah Humairah yang memunggungi nya...
"Azzahra, untuk sekarang jangan kamu memikirkan hal lain ya. kami disini hanya ingin melihat kamu pilih kembali, tolong jangan memikirkan hal yang tidak-tidak terlebih dahulu" tutur Gus Ali
"Azzahra, ada baiknya kamu berbicara terlebih dahulu dengan Gus Irham. janganlah menyimpulkan sesuatu yang tidak-tidak sebelum kamu tahu kebenaran nya" ucap sang Abi yang mengambil alih telepon dari tangan Gus Ali
"Abi, Huma ingin pulang" ucap Humairah, tak terasa air mata menetes dari mata indahnya
Gus Irham yang melihat hal itu merasa sangat tergores hatinya, selama ini dia hanya mengedepankan ego nya sendiri tanpa melihat bagaimana sakit nya menjadi Humairah...
"selesaikan dulu kesalahpahaman mu dengan Gus Irham nak, kami disini menunggu apa pun keputusan yang kalian ambil" jawab Abi
"mohon maaf Abi, bukannya Huma lancang. namun Gus Irham sudah memutuskan hal tersebut lebih dahulu, bagaimana Huma bisa menghalanginya. hubungan kami bahkan tidak ada yang tahu, mungkin jika Huma tidak mengalami kejadian seperti hari ini kalian semua tidak akan tahu hal itu" ucap Humairah yang sudah sesenggukan
"*jangan menangis nak, bicaralah dengan Gus Irham ya. pulang lah nanti bersama dengan Gus Irham" pinta sang Abi
"sudah dulu ya, assalamualaikum" sambung Abi nya*
"wa'alaikummussalam"
telepon dimatikan oleh Kyai Hasan. setelah telepon mati, Humairah memberikan telepon itu kepada Gus Irham yang sudah berdiri di depannya...
"terimakasih" ucap Humairah sembari membalikkan badannya
"Huma" panggil Gus Irham
"maafkan aku" sambungnya
"Aku dan Nafa tidak akan menikah" hal itu membuat Humairah kaget
Gus Irham menceritakan semua hal yang terjadi sebelumnya yang tidak diketahui oleh Humairah, tentang penyakit Nafa dan hal yang mengharuskan Gus Irham menikahi Nafa...
"maafkan aku Huma, saat aku pulang ke pondok waktu itu aku ingin membicarakan tentang hubungan kita kepada Abi dan umi. namun ada insiden yang sangat tidak pernah aku duga, aku tidak sengaja bertemu dengan Nafa. secara tiba-tiba dia bersujud di hadapanku dan meminta agar aku menikahi nya, dia memohon di depan banyak orang dengan mengatakan bahwa dia mempunyai penyakit yang serius" jelas Gus Irham
"lantas jika saya yang memohon kepada Gus di depan banyak orang, apakah Gus meng iya kan permohonan saya?" tanya Humairah
__ADS_1
"Huma, aku sudah berniat melamar mu saat itu. namun kedua orang tua Nafa ternyata lebih dahulu memohon kepada Abi dan Umi" jawab Gus Irham