Gus , Cinta Pertamaku

Gus , Cinta Pertamaku
SAMPAI DI INDONESIA


__ADS_3

"sudah sekarang istirahat lah, jangan lupa mengabari Abi jika akan berangkat Gus" pesan Gus Ali


"baik Gus" jawab Gus Irham


"Assalamualaikum"


"wa'alaikummussalam" jawab Gus Irham


setelah telepon ditutup, Gus Irham memilih untuk memejamkan mata sejenak karena seharian ini tubuhnya merasa sangat lelah setelah berkeliling dengan Humairah...


beberapa saat ia terlelap, alarm yang ia atur di ponsel mulai berbunyi. hal itu membuatnya bangun dari tidur dan mulai bersiap, mengingat ia juga harus menghubungi Humairah terlebih dahulu karena yang ia tahu Humairah adalah seorang gadis yang sangat suka tidur jadi akan susah untuk membangunkannya...


selesai bersiap Gus Irham langsung menuju depan unit Humairah, tampak disana Humairah sudah menunggu nya...


"maaf ya lama" ucap Gus Irham karena sudah membuat Humairah menunggu


"tidak Gus, saya baru saja keluar" jawab Humairah


"baiklah ayo jalan" ajak Gus Irham


Gus Irham kali ini hanya membawa tas kecil karena semua barangnya sudah ia kirim terlebih dahulu saat ia batal terbang ke Indonesia, maka dari itu ia bisa membantu Humairah membawakan koper nya...


"sini aku bantu" ucap Gus Irham menawarkan bantuan


"tidak usah Gus, saya bisa bawa kok" jawab Humairah


tanpa aba-aba Gus Irham mengambil alih satu koper dari tangan Humairah


"Gus" ucap Humairah saat kopernya sudah berpindah tangan


"ayo jalan" jawab Gus Irham


mereka menempuh perjalanan ke bandara dengan saling bertukar cerita, meskipun lebih banyak Gus Irham yang bercerita karena Humairah tipikal orang yang pendiam...


di dalam pesawat pun waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk tidur, bahkan satu jam sebelum sampai di Indonesia mereka baru terbangun dari tidurnya...


karena sebelumnya sudah menghubungi Gus Ali, maka saat mereka keluar dari gate sudah terlihat Gus Ali yang duduk di kursi tunggu bersama dengan Gus Ilyas...


mereka berdua berjalan menuju tempat Gus Ali dan Gus Ilyas...


"Kakak" panggil Humairah kepada Gus Ali kemudian bersalaman dengan Gus Ali

__ADS_1


"Assalamualaikum Gus" ucap Gus Irham sembari menyalami Gus Ali dan Gus Ilyas


"wa'alaikummussalam" jawab Gus Ali dan Gus Ilyas bersamaan


"kebiasaan kamu ya, bukannya mengucap salam malah manggil kakak kakak" ucap Gus Ali sembari menyentil dahi sang adik


"kalian sudah makan?" tanya Gus Ali


"sudah Gus, kami makan di pesawat" jawab Gus Irham


"baiklah kalau begitu kita langsung pulang saja ya" ucap Gus Ali di angguki oleh Gus Irham dan Humairah


"oh iya Gus, kamu pulang bersama Gus Ilyas nggeh. saya pulang bersama Azzahra" sambungnya


"nggeh Gus, terimakasih atas jemputan nya" ucap Gus Irham


"baiklah kalau begitu saya undur diri dulu ya, Assalamualaikum" ucap Gus Ali berpamitan


"wa'alaikummussalam" jawab Gus Irham dan Gus Ilyas bersamaan


"hati-hati Gus" ucap Gus Irham


"nggak sia-sia gue kena tonjok sama lo kalau akhirnya Azzahra bisa senyum lagi" ucap Gus Ilyas tiba-tiba


Gus Irham menengok ke arah temannya itu, dia memang salah saat itu terbawa emosi karena Gus Ilyas mencampur i urusannya...


"maaf Yas, gue nggak ada maksud ngajak lo berantem waktu itu. gue reflek karena lo tiba-tiba marah-marah dateng ke tempat gue" jawab Gus Irham


"gue malah bersyukur ham, kalau gue nggak lo tonjok mungkin gue nggak berangkat ke Indonesia duluan. untungnya lo keceplosan kalau mau ke Indonesia jadi gue bisa colong start buat bilang yang sebenarnya sama semuanya" jelas Gus Ilyas


"makasih atas bantuan lo Yas" jawab Gus Irham


"gue pengen denger cerita soal Azzahra yang bisa sampai tenggelam di bendungan itu gimana?" tanya Gus Ilyas


"gue nggak tahu pastinya Yas, pas gue dateng ke sana Azzahra udah tenggelam dan teriak minta tolong. nggak ada saksi juga disana, dan nggak mungkin juga kalau Azzahra berniat meng akhiri hidupnya" Jawab Gus Irham


"ya iya lah ham, masak putus dari lo aja mau meng akhiri hidup. yang antri ke Azzahra itu banyak cuma dia dari dulu nunggu kepastian dari lo, lo nya aja yang nggak kunjung memberikan kepastian malah tiba-tiba bilang mau tunangan sama wanita lain" ucap Gus Ilyas mengeluarkan unek-unek nya


"soal itu gue udah jelasin ke Azzahra, mungkin lo juga udah dapat penjelasan dari Abi sama umi. Lo tau sendiri kan kalau berhubungan sama nyawa seseorang, Abi sama umi pasti mendahulukan itu entah anaknya sejalan dengan pikiran mereka atau tidak" jawab Gus Irham


"iya ham, tapi yang penting sekarang semua kebenaran sudah berada di pihak lo sama Azzahra. Semoga akad lo lancar nggak ada halangan apapun, gue cuma bisa bantu doa aja semoga apa yang kalian cita-cita kan bisa kesampean semua" tutur Gus Ilyas

__ADS_1


"makasih Yas, tanpa lo mungkin gue udah salah jalan" jawab Gus Irham


"sama sama bro"


sesampainya di pondok pesantren Kyai Ahmad yang tak lain adalah orang tua Gus Irham, ia langsung turun dari mobil dan menyapa semua yang ada di dalam rumah. tampak calon kakak iparnya juga ada disana sedang membantu persiapan akad Gus Irham besok, karena Gus Irham adalah anak tunggal sehingga tidak ada keluarga inti yang bisa membantunya...


"Assalamualaikum" ucap Gus Irham


"wa'alaikummussalam" jawab semuanya yang ada disana


"sudah sampai Gus" ucap Kyai Ahmad


"Alhamdulillah sudah Abi" jawab Gus Irham


"istirahatlah Gus, persiapannya sudah hampir selesai" tutur Umi Salamah


"baiklah Abi, Umi, dan Ning sekalian saya naik ke atas terlebih dahulu" pamit Gus Irham


Gus Irham memilih untuk masuk ke kamarnya, meskipun tadi di pesawat ia bisa tidur dengan pulas namun kursi pesawat tidak bisa mengalahkan empuknya spring bed yang ia punya...


sebelum menyambung tidur, ia mengambil wudhu terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat malam karena ini sudah hampir tengah malam...


dia berdoa agar diberikan kelancaran untuk segala urusannya


setelah selesai shalat, ia yang berniat untuk tidur kembali mengingat sesuatu yang harus ia hafalkan untuk besok. dia tidak mau jika harus mengulang akad berkali-kali karena kekeliruannya...


saat akan menulis teks di secarik kertas, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya...


Tok....


Tok....


Tok....


"iya sebentar" jawab Gus Irham


"ham, ini ada titipan dari kakak ipar nya Azzahra" ucap si pengetuk pintu yang tak lain adalah Gus Ilyas


ia memang tak langsung pulang karena sedang menunggu kakak-kakak nya menyelesaikan dekorasi pada seserahan yang akan diberikan kepada Humairah besok...


"oh iyaa makasih Yas" jawab Gus Irham setelah menerima titipan itu

__ADS_1


__ADS_2