
Sementara Nafa dan teman-temannya yang sedang mengikuti Ning Zahwa ke dapur, mencuri-curi pandang ke ruangan-ruangan yang mereka lewati karena baru pertama kalinya mereka masuk ke ndalem
"besar banget ya ternyata" ucap salah satu teman Nafa
"iya besar banget, pasti kamar Ning Huma ada di atas yang ber balkon itu" sahut salah satu temannya
"kenapa sih kalian bicara in itu" ucap Nafa jengkel
"maaf naf, kami nggak bermaksud kok" jawab temannya
"mbak mbak, kalian bantu-bantu disini ya. ini juga ada teman kalian yang lainnya jadi tolong kalian bagi tugas" ucap Ning Zahwa
"baik Ning"
"yasudah kalau begitu saya kembali ke rumah dulu ya, assalamualaikum " pamit Ning Zahwa
"wa'alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh " jawab seluruhnya
Nafa dan teman-temannya mulai membantu mbak-mbak yang ada disana, ini kali pertama mereka ikut membantu di ndalem karena sebelumnya jika ada kegiatan seperti ini mereka selalu mendapatkan bagian untuk dekorasi panggung
"Nafa, apa sih rencana kamu sampai-sampai kamu yang biasanya nggak mau bantuin di ndalem terus sekarang malah menawarkan diri untuk membantu disini?" tanya teman Nafa lirih
"lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan kawanku" ucap Nafa yang juga sama lirihnya
"haduh, lama-lama aku pusing juga sama rencana kamu itu"
beberapa jam kemudian...
disisi lain, Gus Irham dan Ning Humairah yang tadinya istirahat kini sudah bangun namun masih berada di dalam kamar
"sayang" ucap Gus Irham kepada sang istri yang baru ia nikahi pagi tadi
Humairah yang sedang menoleh wajahnya dengan make up tipis pun menoleh ke arah Gus Irham
"iya Gus, ada yang diperlukan?" tanya Ning Humairah
"apakah harus ada suatu keperluan baru aku bisa memanggil istriku?" tanya Gus Irham
"haduh bukan begitu Gus maksud saya" jawab Humairah
"iya aku mengerti apa maksudmu sayang" ucap Gus Irham
"jangan terlalu tebal ya bedaknya" sambung Gus Irham kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian
ucapan Gus Irham membuat rona merah di pipi Humairah, ia tersenyum malu-malu karena teguran sang suami
__ADS_1
"belum-belum sudah deg-degan begini, Ya Allah" gumam Humairah
setelah selesai merias wajahnya, Humairah kembali duduk di kursi sembari menunggu sang suami yang masih berada di kamar mandi
namun tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, Humairah berjalan untuk membukakan pintu
"sebentar" ucap Humairah
seseorang yang mengetuk pintu tersebut mengejutkan Humairah, karena sebelumnya ia belum pernah bertemu secara langsung
"Ning, saya diminta untuk membawakan makanan untuk Ning Humairah" ucap Nafa dengan senyuman yang dibuat-buat olehnya
memang sebelumnya Gus Irham meminta mbak yang ada di rumah tersebut untuk membawakan Humairah makan karena Humairah melewatkan makan siang, namun ia tidak tahu bahwa Nafa lah yang akan membawakan makanan untuknya...
"oh iya terimakasih" jawab Humairah sembari meraih nampan yang dibawa oleh Nafa
"siapa sayang?" tanya Gus Irham yang melihat Humairah berdiri di ambang pintu
"oh ini Gus, makanan yang Gus minta tadi" jawab Humairah
"yasudah dibawa ke dalam saja" jawab Gus Irham sembari mengeringkan rambutnya karena sehabis keramas
Gus Irham hanya lewat saja tanpa memperhatikan siapa yang membawakan makanan untuk mereka, namun Nafa memperhatikan Gus Irham dengan sangat detail...
"terimakasih ya mbak" ucap Humairah lagi karena Nafa tidak berkedip menatap Gus Irham yang sedang mengeringkan rambut namun membelakangi mereka
"saya permisi, assalamualaikum" ucapnya
"wa'alaikummussalam" jawab Humairah kemudian menutup pintu
"ini Gus makanan nya" ucap Humairah menaruh makanan tersebut di meja
"kamu makan sayang, itu makanan untuk kamu" jawab Gus Irham
"memangnya Gus sudah makan?" tanya Humairah
"belum, tapi aku tidak lapar" jawab Gus Irham
"nggak bisa begitu dong Gus, kalau begitu ini kita bagi saja. Huma makan, Gus juga harus makan dong" ucap Humairah dengan nada sedikit kesal karena sang suami hanya menghawatirkan orang lain bukan dirinya sendiri
Humairah membagi dua makan tersebut namun terhenti oleh ucapan Gus Irham
"kalau mau berbagi jangan dibagi seperti itu sayang, suapi aku dong" goda Gus Irham
"Gus, astaghfirullah" ucap Humairah
__ADS_1
"kenapa? kan sekarang kita sudah halal" jawab Gus Irham
"ayo makan" sambung Gus Irham duduk di samping Humairah
Gus Irham membuka mulutnya bersiap-siap menerima suapan dadi Humairah, Humairah yang melihat hal itu pun mengatakan satu suapan sendok ke suaminya...
"kamu juga makan" ucap Gus Irham meraih sendok yang ada di tangan Humairah kemudian berganti menyuapi Humairah
rona merah terlihat di pipi Humairah yang putih itu
mereka melanjutkan makan dengan suap-menyuap meskipun sebenarnya sama-sama menahan detak jantung mereka agar tidak terdengar satu sama lain....
setelah selesai makan, mereka berdua pun turun untuk bergabung bersama dengan keluarga yang lainnya. Humairah sengaja membawa nampan bekas mereka makan tadi agar siapapun yang akan mengambilnya tidak perlu datang ke kamar mereka...
"loh sudah turun" ucap Kyai Hasan
"iya kyai" jawab Gus Irham
"kok manggilnya masih begitu Gus, kan sekarang Gus sudah menjadi anak saya juga. panggil saja Abi seperti Humairah memanggil Abi" ucap Kyai Hasan
"baik Abi" jawab Gus Irham
"oh iya itu nampannya mau dibawa kemana nduk?" tanya Ummi Fatimah
"ini Ummi, Huma mau bawa ke dapur" jawab Humairah
"Lo kenapa?, kan nanti mbak ambil di depan kamar seperti biasanya" tanya Ummi
"tidak Ummi, sekarang kan Huma sudah bersuami jadi Huma tidak bisa membiarkan mbak-mbak masuk ke kamar Huma seperti dulu lagi" jawab Humairah
"baiklah nduk, kalau begitu kamu taruh saja di dapur" ucap Ummi Fatimah
"Ummi mau kemana?" tanya Humairah
"Ummi mau cek persiapan di dapur belakang nduk" jawab Ummi Fatimah
"apakah Huma boleh ikut Ummi?" tanya Humairah
"ayo kalau mau" jawab Ummi Fatimah
"pamitan dulu sama suami mu itu" pinta Ummi Fatimah sembari menunjuk Gus Irham yang sedang berbincang dengan Kyai Hasan
"kan cuma ke belakang Ummi" ucap Humairah
"meskipun cuma ke belakang, nanti suami mu nyariin kamu kemana-mana kasihan. apalagi di dapur belakang banyak mbak-mbak pondok, kamu mau suami mu melihat mbak-mbak di belakang saat mencari mu?" tanah Ummi Fatimah
__ADS_1
Humairah berjalan ke arah Gus Irham kemudian ia berpamitan kepada sang suami
"Gus, saya izin mau ikut Ummi ke dapur belakang. hanya sebentar saja" ucap Humairah..