
"ini bukan pakaian saya Gus" jawab Humairah
"ini aku yang sengaja membelikannya" ucap Gus Irham
tanpa ba bi bu akhirnya mereka berdua berganti pakaian tersebut, Humairah berganti pakaian di kamar mandi sedangkan Gus Irham di dalam kamar...
Gus Irham selesai terlebih dahulu sedangkan Humairah belum selesai karena harus menghapus riasan tebalnya dan mengganti menjadi riasan tipis...
"sayang, apakah sudah selesai?" tanya Gus Irham
"sebentar Gus" jawab Humairah
setelah selesai Humairah keluar dari kamar mandi dan menaruh semua alat make up nya ke tempat semula...
Gus Irham berjalan mendekat ke arah nya, hal tersebut terlihat dari kaca meja rias Humairah. Sepertinya memeluk Humairah dari belakang akan menjadi kebiasaan Gus Irham mulai hari ini, Humairah memberanikan diri menyentuh tangan Gus Irham membuat sang suami melihat dari pantulan kaca...
mereka tampak serasi menggunakan pakaian yang bisa dibilang couple namun hanya warna nya saja karena Gus Irham tahu bahwa Humairah tidak menyukai hal-hal berbau couple...
"sebentar" ucap Gus Irham mengambil ponsel yang berada di saku nya lalu memotret mereka berdua yang ada di pantulan kaca
Dalam jepretan pertama Humairah menutupi wajahnya dengan bunga namun yang kedua Gus Irham mengambil bunga itu agar Humairah tak menutupi wajahnya lagi...
"sayang" panggil Gus Irham kepada Humairah membuat sang istri menoleh ke arahnya
namun detik berikutnya membuat Humairah terkesiap karena Gus Irham mencium bibirnya dan memotretnya namun ia tutupi dengan handphone, setelah itu mereka berdua saling memandang. Humairah dengan wajah yang masih memerah hanya bisa menundukkan kepala karena malu, sedangkan Gus Irham malah mengarahkan wajah Humairah untuk menghadap ke arahnya...
"sayang"
"iya Gus" jawab Humairah
"hmm ini tidak adil rasanya" ucap Gus Irham
"tidak adil bagaimana Gus?" tanya Humairah
"Sayang, bisa tidak kamu jangan memanggilku se formal itu. Jangan memanggilku Gus saat kita berdua seperti ini" pinta Gus Irham
"Kenapa Gus?" tanya Humairah
"kita sudah suami istri loh masak mau se formal itu?" tanya Gus Irham lagi
"lalu saya harus memanggil apa?" tanya Humairah balik
"Sayang, Suamiku atau apa gitu yang" ucap Gus Irham
__ADS_1
"baiklah sayang saja, kalau Suamiku kedengarannya seperti bagaimana gitu" jawab Humairah
"yasudah coba panggil aku begitu" ucap Gus Irham meminta dipanggil sayang oleh Humairah
"ha" ucap Humairah yang kaget
"kenapa sayang?" tanya Gus Irham dijawab dengan gelengan kepala oleh Humairah
"satu kali saja, kalau nggak nanti kita nggak akan keluar-keluar" jawab Gus Irham
"sa... sayang" ucap Humairah
Bukannya jawaban iya atau apa, Gus Irham malah mencium Humairah. Ciuman tersebut semakin diperdalam hingga menjadi lum*t*n namun detik setelah nya terdengar ketukan pintu yang membuat mereka berdua harus mengakhiri aktifitas panas tersebut....
tok ...
tok ...
tok ...
awalnya Gus Irham tidak menggubris dan meneruskan aksinya, namun karena Humairah menepuk bahu nya akhirnya dia menyudahi aktifitas tersebut lalu berjalan dengan malas untuk membukakan pintu. Sedangkan Humairah sedang menyesuaikan suhu tubuhnya agar kembali normal seperti semula dan merapikan jilbab yang ia pakai...
setelah selesai berbincang dengan orang di balik pintu, Gus Irham duduk di sofa dan membaca sebuah kertas...
"siapa yang datang sayang?" tanya Humairah dengan berusaha membiasakan panggilan sayangnya
Kang Rohib adalah seorang santri kepercayaan yang sering membantu Abi nya di ndalem
"kenapa kita tidak dipanggil saja untuk turun makan" gumam Humairah
"mungkin mereka ingin memberikan waktu berdua untuk kita sayang" jawab Gus Irham
"ayo duduk sini, cepat makan" pinta Gus Irham
Humairah duduk di sampingnya dan mulai makan bersama, setelah selesai dia bergegas mengajak sang suami untuk turun karena takut telat
"baiklah mari kita turun sekarang" ajak Humairah
"kenapa buru-buru sayang?" tanya Gus Irham
"sekarang sudah jam 8.40 para ustadz dan ustadzah biasanya sudah berkumpul di bawah" jawab Humairah
"emm begitu ya, kalau begitu tunggu sebentar" ucap Gus Irham membuka tas yang ia bawa
__ADS_1
dia mengeluarkan satu kotak perhiasan yang sepertinya ia kenal. Gus Irham mulai memakaikan perhiasan tersebut ke tangan, leher dan jari Humairah...
"sepertinya saya mengenal perhiasan ini" ucap Humairah
"hahaha, kamu masih mengingatnya sayang?" tanya Gus Irham
"tentu sangat ingat, oh jadi waktu itu Gus berbohong ya" jawab Humairah
"berbohong demi kebaikan, kalau aku bilang itu untukmu saat itu pasti kamu akan menolaknya" ucap Gus Irham dan Humairah juga tidak menyangkalnya jika ia akan menolak pemberian Gus Irham saat itu
"baiklah ayo kita turun" ucap Gus Irham menggandeng tangan Humairah
Humairah hanya mengikuti saja dibelakang Gus Irham namun Gus Irham malah mensejajarkan diri nya dengan Humairah agar berjalan beriringan..
karena di dalam rumah sudah tidak ada anggota keluarga yang lalu lalang maka mereka memutuskan untuk keluar menuju halaman tempat acara berlangsung, Humairah berusaha melepaskan genggaman tangan Gus Irham karena ini sudah berada di luar rumah namun sang suami tidak mau melepaskan tangannya...
"Sayang, ini sudah di luar rumah" bisik Humairah kepada Gus Irham
"lalu?" tanya Gus Irham
"belum ada yang mengetahui pernikahan kita" ucap Humairah kepada Gus Irham membuat laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu berhenti berjalan dan menoleh ke arah Humairah
"hmm kenapa aku meminta untuk di rahasiakan jika akhirnya nggak bisa leluasa seperti ini ya" gumamnya membuat Humairah tertawa
"berjalan lah di sebelahku, jangan di belakangku. kita berbincang seperti biasa saja" ucap Gus Irham
"baiklah" jawab Humairah
akhirnya mereka berjalan beriringan dengan saling berbincang entah membicarakan tentang pondok maupun tentang kuliah mereka, namun hal itu juga mampu mencuri perhatian semua santri yang berjalan searah dengan mereka berdua...
"Gus Irham dan Ning Humairah pakaiannya seperti couple ya" ucap salah satu santri
"bukan seperti lagi, itu mah couple beneran" jawab yang lain
"apakah couple goals yang kita idam-idamkan sudah kembali bersama ya" gumam salah satunya
"aamiin, semoga saja seperti itu" ucap semua bersamaan
Sedangkan dibelakang mereka ada 3 orang yang sedang menahan kesal, mereka tak lain adalah Nafa, Rika dan Dila. Nafa merasa bahwa hubungannya dengan Gus Irham belum berakhir namun bisa dibilang hubungan tersebut bahkan belum ter ikat...
"yang sabar naf, pasti nanti kamu akan jadi pemenang nya" ucap Dila
"iya naf, tetep optimis kamu pasti bisa" sahut Rika
__ADS_1
Gus Irham dan Humairah berhenti sedikit lama di belakang panggung karena ada telepon dari handphone Humairah, awalnya ia meminta Gus Irham untuk masuk terlebih dahulu namun Gus Irham menolak...
"siapa sayang?" tanya Gus Irham kepada sang istri