Gus , Cinta Pertamaku

Gus , Cinta Pertamaku
DIJODOHKAN


__ADS_3

"Assalamualaikum calon imam" sambung perempuan itu


"Wa'alaikummussalam" jawab Irham


nampaknya Irham melupakan keberadaan Humairah disana, saat ini hati Humairah seperti tersayat oleh pisau yang tajam...


"Gus?" ucap Humairah nanar memanggil Irham yang masih sibuk dengan handphonenya meskipun telepon tersebut sudah berakhir..


Irham hanya mengangkat kepalanya menghadap kearah Humairah tanpa menjawab panggilan darinya..


"Siapa? Kenapa memanggil panjenengan dengan sebutan seperti itu?" Tanya Humairah menatap mata Irham, dia ingin melihat kejujuran dari Irham sebelum menyimpulkan yang tidak-tidak


"Saudara ku" jawab Irham datar


Berbeda dengan apa yang diucapkan nya, mata Irham seperti menyembunyikan sesuatu. Humairah hanya mengangguk tanda mengiyakan apa yang di ucapkan oleh Irham. Namun saat Humairah ingin meminum jus yang sudah di pesan nya, tiba-tiba Irham berbicara kembali...


"Mulai saat ini saya membebaskan kamu untuk memilih siapa yang akan menjadi pendampingmu , jangan tunggu saya lagi jika kamu tidak yakin" ucap Irham


Deg...


Ucapan itu mampu membuat Humairah bagai tersambar petir di siang hari


"Gus? Apa yang panjenengan katakan?" Tanya Humairah, dia berharap apa yang di dengarnya bukan lah yang sebenarnya dikatakan Irham


"Lepaskan saja hubungan ini jika kamu tidak yakin!" Ucap Irham penuh penekanan


Humairah hanya bisa menatap nanar seseorang yang berada di depannya itu, bagaimana bisa Irham mengatakan hal itu dengan mudah..


"Saya akan tetap menunggu bagai..." Belum juga Humairah menyelesaikan apa yang dikatakan nya


"Bagaimana jika aku yang sudah lelah dengan hubungan kita?" Tanya Irham membuat air mata yang sudah di tahan oleh Humairah menetes


"Humairah, aku lelah setiap kali kamu menanyakan perihal kepastian tentang hubungan kita. Kamu mampu menunggu bertahun-tahun namun hanya menunggu 1 tahun lagi kamu mengeluh?" Sambung Irham, sepertinya dia kali ini benar-benar mengeluarkan isi pikirannya


"Gus, maaf kan saya jika saya lancang seperti itu. Hubungan kita bahkan sudah terjalin lama, bagaimana panjenengan semudah itu memutuskan suatu hal" ucap Humairah sembari menyeka air matanya


"Saya sudah berjanji untuk tidak menanyakan hal itu lagi sampai panjenengan yang berbicara terlebih dahulu kepada saya, namun pesan-pesan saya itu apa panjenengan balas? Tidak kan" sambungnya


"Saya mohon jangan seperti ini" ucapnya sesenggukan


Irham hanya membuang nafas kasar, dia mencoba untuk mengontrol emosinya agar tidak semakin menjadi. Bukan maksud Irham berkata seperti itu, pasti ada alasan yang menuntutnya berkata demikian...


"Gus" Humairah mencoba memanggil Irham yang masih melamun


"Semudah itukah panjenengan melepaskan saya?" tanya Humairah memandang Irham dengan mata yang sudah memerah karena menangis


Irham tak menjawab satu kata pun


"Dengan diamnya panjenengan, saya anggap itu tidak. saya akan tetap menunggu panjenengan gus" ucap Humairah menjawab pertanyaannya sendiri


dia kali ini terlihat sangat rapuh di depan Irham, bahkan Humairah tidak pernah membayangkan ihram berkata demikian kepada nya...


Dengan perasaan campur aduk, akhirnya mereka memakan makanan yang sudah di pesan...


Setelah selesai dengan makanan dan dirasa perasaan Humairah membaik, akhirnya mereka bergegas untuk kembali ke apartemen masing-masing...


Di dalam mobil hanya ada keheningan, namun tiba-tiba musik yang di putar oleh Irham tadi berlanjut ke lagu yang sesuai dengan keadaan mereka berdua...


lagu ini sendiri memiliki makna mengenai hubungan yang telah lama dijalin namun berada dalam persimpangan dilema.


Bertahun tahun tong jalani kisah cinta ini


Selalu sa minta Tuhan jaga ko di sa pu hati

__ADS_1


Tiba-tiba semua berubah


Ko diam-diam sembunyi rahasia


Dan hari ini sa janji di tempat ini


Biar sa terluka asalkan ko bahagia


Sa rela lepas ko deng dia


Dan sa rasa kecewa lihat ko dengan dia


Bahagia jalan cinta tra memihak ke sa


Luka yang masih sa bawa tetap teringat tra lupa


Karna dulu ko sa cinta dan sekarang su tarada


Pigi-pigi ko stop kembali


Lagi-lagi sa yang tersakiti


Hati sepi biar sa hadapi


Mo kembali juga su tra bisa lagi


Sa su tra jadi pelangi di ko hati


Ijin sa pamit pergi


Sekarang sa yang rasa luka bukan ko


Ko su deng dia semoga bahagia


Dan hari ini sa janji di tempat ini


Biar sa terluka asalkan ko bahagia


Sa rela lepas ko deng dia


Cukup sa rasa luka Sa su tra mau lagi


Trakan ingat ni kisah Biar de hilang sendiri


Sa su tra mau tra mau sakit hati


Cukup yang lalu Yang sekarang jangan lagi


Ko kira sa ni kuat tahan ni luka


Paksakan hati tuk sempat Pertahankan dia


Tapi sa tra bisa sa harus apa


Sa bawa luka sakit sa rasa


Sekarang sa yang rasa luka bukan ko


Ko su deng dia semoga bahagia


Dangke su pernah ada untuk sa


Su tra lagi tong baku sapa

__ADS_1


Dan su tra lagi Tong baku marah


Dan su bukan sa lagi yang genggam ko tangan


Kan su ada dia dan harus sa relakan


Cukup sa saja ko kas luka jang lagi dia


Sa tra mau ko terluka


......................


mereka berdua hanya diam seribu bahasa. Humairah lebih memilih untuk menghadap ke arah kaca pintu mobil sedangkan Irham menatap lurus ke arah depan...


Sesampainya di basement apartemen mereka...


"gu.." ucap Humairah terpotong


Tanpa bicara satu kata pun tiba-tiba Irham membuka pintu kemudinya kemudian dia turun dari mobil dan membanting pintunya, sedangkan Humairah yang ingin berbicara dengan Irham sebelum mereka kembali ke unit masing-masing kaget dengan sikap Irham saat ini...


Humairah akhirnya memilih untuk turun dari mobil Irham kemudian berjalan ke arah unit nya..


......................


Di apartemen Irham...


Saat ini Irham kedatangan tamu, yang tak lain adalah Ilyas sepupu Humairah sekaligus sahabat Irham...


"ham, gue mau bicara deh sama lo" ucap Ilyas kepada Irham yang duduk di sampingnya


"apa?" tanya Irham


"gimana Humairah?" tanya Ilyas


"baik" jawab Irham singkat namun ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin


"Gue tau kalian nggak baik-baik saja, Huma itu adek gue ham. Gue udah kenal dia dari kecil, sifatnya, sikapnya, apa yang buat lo nggak yakin sama dia?" tanya Ilyas kepada Irham


"Dia baik, jadi dia harus dapat yang sama baiknya" ucap Irham santai


"maksud lo apa ham? dia udah nunggu lo bertahun-tahun" jawab Ilyas


"Aku dijodohin sama nafa oleh abi dan umi" ucap Irham membuat Ilyas kaget


"apa? sejak kapan?" tanya Ilyas


"1 bulan lalu" jawab irham singkat


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................


jangan lupa vote, like dan komen yaa 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2