
Tok...
tok....
tok....
"Assalamualaikum" ucap Umi Fatimah
"Wa'alaikummussalam" jawab Ning Zahwa membuka pintu namun tidak terlalu lebar, setelah melihat siapa yang datang ia bergegas mempersilahkan masuk
sementara di sisi lain Humairah tampak tak tenang karena ia tahu yang datang ialah Umi nya dan sang suami yang baru saja menikahinya...
"Bagaimana ini?" batinnya bertanya-tanya
ia melihat ada tiga pasang kaki yang masuk ke dalam kamarnya, Humairah tak berani menatap lurus ke depan karena menahan kesedihan yang ia rasakan saat ini...
"Nduk" ucap sang umi kepada sang putri satu-satunya
"Iyaa umi" jawab Humairah
"Angkatlah kepalamu, suamimu sudah ada di sini" ucap Umi Fatimah
"Umi..." suara Humairah ter isak
"Nduk, ini yang terbaik buat kamu" ucap Umi Fatimah menahan tawa nya, ia sebenarnya kasihan dengan sang putri yang harus dibohongi
"Umi, mohon maaf sebelumnya menyela apa tidak sebaiknya kita tinggalkan mereka berdua agar saling mengenal satu sama lain" ucap Ning Zahwa
"tapi kak..." ucap Humairah disela oleh Umi Fatimah
"nak, percayalah apa kata Umi" ucap Umi Fatimah
Umi Fatimah, Umi Salamah dan Ning Zahwa keluar dari kamar Humairah meninggalkan Humairah dan Gus Irham yang terdiam berdua. Di satu sisi Humairah tidak mengetahui siapa suaminya sehingga dia bersikap acuh terhadap keberadaan sang suami, disisi lain Gus Irham tampak sedih karena melihat sang istri hanya diam tak menyapa nya...
"Assalamualaikum" ucap Gus Irham dengan suara yang ia buat-buat
"wa'alaikummussalam" jawab Humairah yang masih menundukkan kepalanya
Gus Irham mendekat ke arah Humairah dan membacakan doa kepadanya, Humairah hanya diam saja tanpa berniat melihat ke arah suami nya. Setelah selesai Gus Irham hanya diam berdiri di depan Humairah dengan harapan Humairah akan melihat ke arahnya, namun usahanya untuk menunggu hanya sia-sia karena sudah tidak sanggup di cuek kan ia akhirnya mulai berbicara...
"Huma, apakah kamu tidak ingin melihatku setelah kita menikah? apakah pesonaku setelah menikah luntur?" tanya Gus Irham polos, karena kesal ia memilih untuk duduk di sofa
mendengar penuturan dan suara yang tak asing baginya, ia perlahan melihat ke arah sang suami yang duduk di sofa tak jauh dari kasurnya...
__ADS_1
saat bersamaan Gus Irham juga melihat ke arah Humairah yang perlahan mengangkat kepalanya...
"kenapa hanya melirikku?" tanya Gus Irham dengan nada kesal
"G... Gus..." ucap Humairah terbata
Gus Irham berjalan ke arah Humairah dan duduk bersimpuh di depannya membuat Humairah terkesiap
"Gus, duduklah di atas. Jangan seperti ini" ucap Humairah
"Sebentar saja" jawab Gus Irham
ia menjadikan kaki Humairah sebagai sandaran kepala nya
"Apakah kamu kaget Huma?" tanya Gus Irham
"Kenapa Gus tidak memberitahu saya?" tanya Humairah balik kepada Gus Irham
"ini semua memang keinginanku, aku hanya ingin memberikan kejutan kepadamu" ucap Gus Irham sembari tersenyum
"dan ya, saya benar-benar terkejut akan hal itu" jawab Humairah membuat Gus Irham tertawa
ia bangkit dari duduknya dan duduk di samping pujaan hati yang kini sudah menjadi istrinya itu, Gus Irham mengulurkan tangannya agar Humairah mencium tangannya karena sedari ia masuk mereka hanya saling diam...
Humairah menerima tangan Gus Irham dan menciumnya, di saat itulah Gus Irham membacakan doa dengan memegang kepala Humairah...
"Gus" panggil Humairah kepada Gus Irham yang masih memeluknya erat
"tenang saja, semuanya akan terbongkar nanti" jawab Gus Irham yang sudah mengetahui pikiran Humairah
itu memang kelebihan Gus Irham, namun hal itu juga yang membuat Humairah kelabakan ketika sedang kesal dengan Gus Irham membuat sang Gus mengetahui pikiran nya...
tok...
tok...
tok...
suara ketukan pintu membuat Gus Irham dengan malas melepaskan pelukannya
"kenapa ada yang mengetuk pintu di saat seperti ini" ucapnya dengan nada sedikit kesal, sedangkan Humairah hanya tertawa melihat tingkah lucu sang suami
"iya sebentar" jawab Gus Irham
__ADS_1
"sayang, ayo kita turun. keluarga kita sudah menunggu di bawah" ucap Gus Irham
ucapan itu membuat pipi Humairah memerah, panggilan sayang itu baru kali ini ia dapatkan dari Gus Irham
Humairah dan Gus Irham turun dengan bergandengan tangan, awalnya Humairah menolak karena malu dilihat banyak orang namun saat turun tangga ia kesusahan sehingga mau tidak mau berpegangan dengan Gus Irham...
"wah itu pengantin nya sudah turun" ucap Kyai Ahmad yang tak lain ayah Gus Irham
"di kamar nya jangan lama-lama dulu ya nak, rangkaian acara hari ini belum selesai" ucap Kyai Hasan membuat wajah kedua pengantin baru itu menjadi kemerahan
karena disana hanya ada keluarga inti saja sehingga banyak sekali yang menggoda mereka berdua
"Umi cincinnya" ucap Gus Irham kepada sang Umi
Umi Salamah memberikan cincin kepada sang putra, lalu Gus Irham menyematkan cincin tersebut ke jari manis Humairah begitupun sebaliknya...
"Nak mari kita foto bersama dulu" ucap Umi Fatimah
"Baik Umi" jawab Gus Irham
setelah selesai sesi foto bersama dan foto dengan mahar-mahar yang dibawa oleh sang mempelai laki-laki, mereka berbincang bersama di ruang tamu tersebut. sebelumnya mereka sengaja menata satu kursi tersendiri untuk dua pasangan yang baru menikah itu...
"bagaimana perasaanmu nduk?" tanya Kyai Hasan
"Abi" ucap Humairah dengan nada malu karena sang Abi menggoda nya
"jangan di goda dulu besan, kasihan nduk Huma yang paling tidak tahu menahu mengenai pernikahan ini" ucap Kyai Ahmad sembari tertawa membuat mereka semua disana tertawa kecuali Humairah
karena asyik berbincang-bincang sampai tidak sadar bahwa sudah menunjukan pukul 8.00 pagi, dan artinya satu jam lagi sudah ada pengajian akbar yang akan digelar...
"tidak terasa sudah jam segini, nduk ajak lah suami mu berganti pakaian di kamarmu. Baju nya sudah di siapkan di atas tempat tidur" ucap Umi Fatimah
"baik Umi" jawab Humairah
"ingat ya Gus, hanya berganti pakaian saja" ucap Kyai Ahmad kepada sang putra
"astaghfirullah Abi" jawab Gus Irham dengan wajah yang memerah
mereka berdua naik ke atas untuk berganti pakaian, memang benar pakaian mereka sudah di siapkan oleh Ning Zahwa namun pakaian ini bukan miliknya...
"mengapa hanya di pandangi sayang?" tanya Gus Irham sembari memeluk Humairah dari belakang
"ini bukan pakaian saya Gus" jawab Humairah
__ADS_1
"ini aku yang sengaja membelikannya" ucap Gus Irham
tanpa ba bi bu akhirnya mereka berdua berganti pakaian tersebut, Humairah berganti pakaian di kamar mandi sedangkan Gus Irham di dalam kamar...