
"saya hanya berharap panjenengan tidak mengulangi kesalahan tersebut, saya tidak ingin mendengar terlalu banyak maaf seperti hari ini. bahkan kata maaf itu melebihi jadwal saya minum obat" ucap Humairah terkekeh
"akan aku pastikan hal itu tidak akan terjadi lagi Huma" ucap Gus Irham
"jangan berjanji Gus, ikuti semua takdir ini sesuai alur yang sudah di tentukan oleh Allah saja. karena janji bisa menyakitkan jika tidak di tepati" jawab Humairah
"baiklah Huma" jawab Gus Irham
Humairah memanglah wanita yang berbeda, jika kebanyakan wanita senang mendengar pasangannya meminta maaf dan berjanji kepadanya. lain hal nya dengan Humairah, dia tidak suka jika Gus Irham berjanji kepadanya dan sering meminta maaf kepadanya ...
karena bagi Humairah kata maaf bukanlah kata yang mengobati hati, namun malah membuat sakit hati karena kesalahan yang dilakukan pasangan kita terbukti benar jika ia meminta maaf...
begitu juga dengan janji, ia tidak menyukai sebuah janji karena janji bisa di ingkari. Humairah lebih suka adanya bukti pasti dan sebuah tindakan langsung...
mereka berdua melanjutkan makan, setelah selesai mereka langsung kembali mengingat mereka akan berangkat dari bandara jam setengah 1 pagi...
sesampainya di apartemen, Gus Irham kekeh membawakan semua belanjaan Humairah sedangkan Humairah diminta untuk membawakan perhiasan yang tadi ia beli...
"mari saya bantu Gus" ucap Humairah ingin membantu Gus Irham
"tidak usah Huma, saya bisa membawa ini semua. lagian ini nggak berat kok" jawab Gus Irham
"baiklah Gus"
Humairah berjalan terlebih dahulu untuk membukakan pintu unitnya agar Gus Irham bisa memasukan semua barang tersebut...
"terimakasih Gus" ucap Humairah
"sama-sama" jawab Gus Irham
"kalau begitu aku kembali ke unit ku ya, nanti malam jam 11 kita berangkat ke bandara jadi siapkan barang-barang mu" ucap Gus Irham kepada Humairah
"baik Gus" jawab Humairah
setelah Gus Irham berjalan menuju unit nya, Humairah masuk untuk merapikan barang-barang bawaannya ke dalam koper. dia memang sengaja memesan bagasi lebih agar ia bisa membawa beberapa koper sekaligus, satu koper di isi oleh baju-baju dan keperluan Humairah sedangkan satu koper besar lainnya berisi oleh-oleh untuk keluarganya...
saat semuanya telah siap, Humairah memilih untuk meng istirahat kan dirinya terlebih dahulu mengingat mereka akan berangkat ke bandara jam 11 malam pasti akan melelahkan...
saat akan memejamkan matanya, handphone nya berdering...
"Abi" gumam Humairah
Humairah langsung mengangkat telepon dari Abi nya itu, karena selama dia sakit Humairah hanya berkomunikasi dengan Abi nya melalui Gus Irham...
__ADS_1
"Assalamualaikum Abi" Humairah mengucapkan salam pada Abi nya
"*wa'alaikummussalam Ning" jawab Abi Hasan
"bagaimana kabarmu Ning?" tanya Abi Hasan*
"Alhamdulillah sudah lebih baik Abi, nanti malam Azzahra akan berangkat kembali ke Indonesia Abi" ucap Humairah karena memang dia belum memberitahukan hal itu kepada keluarganya
"iya Ning, Gus Irham sudah memberitahu Abi 2 hari yang lalu" jawab Abi Hasan
"Ning hari Minggu nanti di rumah kita ada pengajian Akbar, Abi ingin Ning yang menjadi vokal shalawat seperti tahun lalu" pinta Abi Hasan
"Insyaallah Abi, akan Azzahra usahakan" jawab Humairah
"hati-hati ya, nanti saat akan berangkat jangan lupa hubungi Abi. sampaikan salam Abi kepada Gus Irham" ucap Abi Hasan
"baik Abi. baik akan Azzahra sampaikan kepada Gus Irham nanti" jawab Humairah
"assalamualaikum"
"wa'alaikummussalam" jawab Humairah
telepon tersebut berakhir. Humairah yang akan istirahat terlebih dahulu menyalakan alarm agar dia tidak terlambat bersiap nantinya...
Gus Irham yang baru saja masuk ke unit nya setelah mengantar Humairah berbelanja merasa sangat senang karena kabar yang di sampaikan oleh Umi nya, hal itu seketika membuat ia yang awalnya sangat lelah menjadi terasa bugar kembali...
"Alhamdulillah Ya Allah, terimakasih engkau telah mengabulkan semua doa-doa ku" ucap Gus Irham
Gus Irham memilih untuk mengambil wudhu terlebih dahulu sebelum istirahat karena dia akan merasa tenang jika sudah ber wudhu...
barulah dia mengecek ponsel miliknya yang ia taruh dalam tas, ada satu panggilan masuk yang membuatnya kaget karena telepon tersebut dari Gus Ali. Biasanya jika Gus Ali yang telepon maka berhubungan dengan Kyai Hasan
Gus Irham mencoba untuk menghubungi Gus Ali kembali, tak butuh waktu lama untuk panggilan tersebut di angkat...
"Assalamualaikum Gus, maaf saya dari kamar mandi baru saja membuka handphone" ucap Gus Irham
"wa'alaikummussalam, oh tidak apa-apa Gus" jawab Gus Ali
"apakah Gus dan Azzahra sudah kembali?" tanya Gus Ali
"sudah Gus, kami baru saja kembali" jawab Gus Irham
"Gus, semua persiapan untuk seserahan sudah kami pesankan. besok akan di kirim ke kediaman Gus" ucap Gus Ali
__ADS_1
"terimakasih Gus, tanpa bantuan Gus dan Ning semua saya tidak bisa menyiapkan semuanya" ucap Gus Irham
"kita akan menjadi ipar Gus, jadi jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan kepada saya" jawab Gus Ali
"baik Gus" ucap Gus Irham
"kalian akan sampai di Indonesia pukul berapa?" tanya Gus Ali
"kalau sesuai jadwal penerbangan kami akan sampai sekitar pukul 11 malam Gus" jawab Gus Irham
"baiklah kalau begitu" ucap Gus Ali
"emm Gus ada yang ingin saya tanyakan " ucap Gus Irham
"ada apa Gus? tanyakan saja, jika saya bisa menjawab akan saya jawab" tanya Gus Ali
"Gus, apakah Ning Azzahra sudah mengetahui jika akan menikah dengan saya?" tanya Gus Irham
"kami disini memang sengaja tidak memberitahukan hal tersebut kepada Azzahra, hanya keluarga inti saja yang tahu akan hal ini. Azzahra akan diberitahu saat sudah sampai di rumah Gus" jawab Gus Ali
"apakah tidak apa-apa Gus jika Ning Azzahra tidak mengetahui hal tersebut lebih dahulu?" tanya Gus Irham
"tenang saja Gus, ada kami disini yang akan mengatur semuanya. Gus pasti tahu jika Azzahra tidak akan mempercayai sesuatu lewat ucapan saja tanpa adanya bukti, maka dari itu kami disini ingin menyerahkan bukti kepada Azzahra terlebih dahulu bahwa Nafa telah berbohong kepada kita semua" jawab Gus Ali
"saya takut jika Ning Azzahra..." ucapan Gus Irham terpotong oleh Gus Ali
"Gus takut jika Azzahra menolak menikah dengan Gus?" tanya Gus Ali
"benar Gus, karena pernikahan ini seperti terburu-buru" jawab Gus Irham
"menikah dengan Gus Irham adalah impian Azzahra sedari dulu, maka tidak akan mungkin jika Azzahra menolak pernikahan dengan Gus" jawab Gus Ali
"terimakasih Gus, saya sangat-sangat berterimakasih karena Gus dan Ning berperan penting dalam hubungan kami" ucap Gus Irham
"*sudahlah jangan seperti itu, kita kan akan menjadi saudara. sudah selayaknya saudara saling membantu seperti ini" jawab Gus Ali
"sudah sekarang istirahat lah, jangan lupa mengabari Abi jika akan berangkat Gus" pesan Gus Ali*
"baik Gus" jawab Gus Irham
"Assalamualaikum"
"wa'alaikummussalam" jawab Gus Irham
__ADS_1