
kata calon suami yang di ucapkan oleh Nafa mampu membuat Humairah goyah, namun dengan segala keyakinannya dia mampu menjawab Nafa...
"Humairah" jawab Humairah
"Humairah?" tanya Nafa karena memang nama panggilan Humairah di pondok adalah Azzahra dan Nafa tidak mengetahui nama lengkap Humairah
"Humairah Aisyah Fatimatuzzahra Abdurrahman" jawab Humairah
"Ning Azzahra? kenapa panjenengan pegang handphone Gus Irham?" tanya Nafa
"salam kenal Nafa, sepertinya kamu sudah lebih dahulu tahu tentang saya" ucap Humairah
"oh ya, Gus Irham sedang shalat. beliau menitipkan handphone nya kepada saya, dan beliau meminta kepada saya untuk menjawab telepon maupun pesan yang ada di handphone nya" sambung Humairah
biarlah jika dirinya sekarang dikatakan jahat atau bahkan dikatakan egois, saat ini ia tidak ingin dipandang rendah oleh seseorang seperti sebelumnya...
"apa ada pesan untuk Gus Irham? nanti saya sampaikan" tanya Humairah
"emm sampaikan ke Gus Irham, tolong hubungi saya jika beliau sudah kembali. assalamualaikum" ucap Nafa kemudian menutup teleponnya
"wa'alaikummussalam" jawab Humairah saat telepon sudah di tutup
......................
setelah telepon di tutup, Humairah banyak ber istighfar karena telah berbicara sombong kepada orang lain yang bahkan dia belum pernah bertemu...
"Ya Allah maafkan hamba Mu ini yang berbicara dengan angkuh kepada orang yang bahkan tidak hamba kenal dengan baik" ucap Humairah
Humairah memilih untuk melanjutkan makan nya sembari menunggu Gus Irham kembali dari masjid, Humairah tahu saat Gus Irham di masjid jangan mengharapkan beliau cepat kembali karena hal itu mustahil terjadi. Bagi Gus Irham masjid adalah tempat paling tenang bahkan saat pulang ke rumah, maka dar lebih banyak menghabiskan waktu nya di masjid...
Dia menunggu Gus Irham namun tak kunjung kembali, sedangkan handphone Gus Irham sudah berkali-kali berbunyi dengan penelepon yang sama...
karena ingin buang air kecil, ia memutuskan untuk turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. namun saat akan turun tak sengaja dia hampir terjatuh karena keadaan tubuhnya yang masih lemah, bersamaan dengan itu Gus Irham kembali ke kamar dan berhasil menopang tubuh Humairah agar tidak terjatuh...
"kamu mau kemana Huma?" tanya Gus Irham
"ke kamar mandi Gus" jawab Humairah
"ayo aku bantu" ucap Gus Irham membantu Humairah berjalan
__ADS_1
sesampainya di depan kamar mandi Humairah langsung masuk, Gus Irham pun menunggu di depan kamar mandi. namun Humairah tak kunjung menutup pintu karena ingin memberitahu Gus Irham tentang telepon itu...
"ada apa Huma? saya tidak mungkin membantu kamu sampai ke dalam, belum boleh" tanya Gus Irham tersenyum
"Ya Ampun Gus, saya tidak berfikiran seperti itu" ucap Humairah mengelak
"lantas apa yang kamu pikirkan?" tanya Gus Irham
"maaf sebelumnya Gus, tadi saya lancang mengangkat telepon dari Nafa" ucap Humairah meminta maaf
"Nafa?" tanya Gus Irham
"tadi Nafa berpesan agar Gus menghubungi nya setelah Gus kembali dari masjid" ucap Humairah
"biarlah, urusan itu akan di selesaikan saat aku sudah kembali ke Indonesia" jawab Gus Irham
"tapi, itu handphone Gus dari tadi tidak berhenti berbunyi. tolong angkat saja, saya mempersilahkan Gus mengangkat nya" ucap Humairah kepada Irham
Irham memang tidak berniat mengangkat telepon tersebut karena takut akan membuat hati Humairah lebih sakit lagi karena dia berkomunikasi dengan Nafa...
"sudah kamu masuk dulu ke kamar mandi, nanti kalau kamu sudah selesai. kita angkat bersama" ucap Gus Irham
setelah selesai di dalam kamar mandi, ternyata Gus Irham masih setia menunggu nya di depan kamar mandi...
"sudah?" tanya Gus Irham
"kenapa Gus menunggu disini?" tanya Humairah
"aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu Huma" jawab Gus Irham kemudian membantu Humairah kembali ke tempat tidur
disaat bersamaan telepon tersebut berdering kembali, sebelum mengangkat Gus Irham melihat ke arah Humairah terlebih dahulu...
"angkatlah Gus" ucap Humairah
"baiklah" jawab Gus Irham sembari mendekat kan kursinya ke arah tempat tidur Humairah
"kita mendengar bersama, jika ada hal yang ingin kamu sampaikan tolong sampaikanlah" pinta Gus Irham, Humairah hanya mengangguk tanda meng iya kan
Gus Irham mengangkat telepon tersebut kemudian menyalakan loudspeaker nya
__ADS_1
"*hallo assalamu'alaikum Gus"
"saya menunggu panjenengan dari tadi kenapa tidak kunjung menelepon?" tanya Nafa dengan nada marah yang baru pertama kali Gus Irham dengar*
"wa'alaikummussalam" jawab Gus Irham
"mengapa Gus tak kunjung memberikan kabar kepada saya?" tanya Nafa kembali
"bukankah Abah dan Umi saya sudah memberikan kabar?" tanya Gus Irham dengan nada dingin
"jangan seperti itu Gus" bisik Humairah kepada Gus Irham karena dengan nada bicara seperti itu pasti Nafa akan sakit hati pada Gus Irham
"lantas kenapa Gus sekarang bersama dengan Ning Azzahra? kenapa Gus tidak kunjung kembali ke Indonesia. 4 hari lagi pertunangan kita Gus" imbuhnya tetap mempertanyakan hal itu
"Humairah sedang sakit disini, saya bertanggung jawab atas diri Humairah disini. Soal pertunangan maafkan saya, setelah Humairah sembuh kami akan langsung kembali ke Indonesia untuk meluruskan hal ini" ucap Gus Irham
"tapi Gus, kenapa panjenengan tak kunjung telepon saya? apa Ning Azzahra tidak menyampaikan nya?" tuduh Nafa kepada Humairah yang sedari tadi diam
"Humairah menyampaikan nya, saya tidak berniat menerima telepon dan membicarakan hal ini namun Humairah yang membujuk saya agar menerima telepon dari kamu" jawab Gus Irham dan mendapat sahutan dari Humairah
"ada baiknya seorang wanita tidak menghubungi laki-laki se malam ini Nafa, apalagi sampai menelepon beberapa kali. Gus Irham baru saja kembali dari masjid dan saya langsung menyampaikan pesanmu, jadi tolong jangan berfikir yang tidak-tidak tentang saya" sahut Humairah
"benar yang dikatakan Humairah, saya rasa cukup sekian pembicaraan kita malam ini. tidak enak jika sampai orang tua mu mendengar akan hal ini sebelum saya kembali, assalamualaikum" ucap Gus Irham kemudian menutup teleponnya
.........
"mengapa kamu melamun Huma?" tanya Gus Irham
"tidak saya hanya memikirkan, jika nanti saya yang menang dari Nafa. bukankah saya akan di cap sebagai perebut calon suami orang?" tanya Humairah
"mengapa kamu berfikir demikian?" tanya Gus Irham
"hubungan kita sebelumnya tidak ada yang mengetahui Gus, dan saat Gus akan bertunangan dengan Nafa tiba-tiba saja saya muncul" jawab Humairah
Gus Irham memberikan handphone nya kepada Humairah, ia memperlihatkan postingan di Instagram miliknya....
foto pertama Humairah bersama Gus Irham saat mereka baru saja menjalin hubungan, di susul dengan tahun-tahun berikutnya...
"bagaimana bisa postingan ini tahunnya sesuai dengan foto itu di ambil?" tanya Humairah
__ADS_1
"setiap kita bertemu dan mengambil foto, aku selalu langsung posting foto-foto tersebut namun langsung aku arsip kan. dan sekarang sudah saat nya foto-foto ini di keluarkan" jawab Gus Irham