Gus , Cinta Pertamaku

Gus , Cinta Pertamaku
Insiden di Telaga


__ADS_3

"Ya Allah Humairah, bagaimana bisa kamu seperti ini" gumam Gus Irham


"maafkan saya Huma" sambungnya


Gus Irham tidak sadar jika teleponnya belum mati dan semua orang disana mendengar apa yang dia ucapkan


akhirnya telepon tersebut di akhir i oleh Kyai Ahmad


"Kenapa Irham berbicara begitu Bi?" tanya umi Irham kepada suaminya


"entah apa kesalahan yang anak kita perbuat pada Ning Humairah Mi" jawab Kyai Ahmad


"maafkan anak kami Kyai Hasan dan Umi jika terjadi sesuatu pada Ning Huma, kami benar-benar tidak mengetahui akan hal itu. kami juga meminta maaf yang sebesar-besarnya karena mengambil keputusan tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada Irham" ucap Umi Salamah


"ini bukan kesalahan panjenengan semua Kyai dan Bu Nyai, karena kita semua tidak tahu akan kebenarannya" jawab Kyai Hasan


"kita tunggu saja kabar dari Gus Irham, semoga beliau cepat memberi kabar" ucap Umi Fatimah


Sementara keluar Nafa disana hanya bisa diam, mereka merutuki kesalahannya sendiri. bagaimana bisa mereka dengan lancangnya meminta agar Gus Irham menikahi anaknya dengan alasan Nafa yang sedang sakit, sedangkan dengan melakukan hal itu bahkan mereka sudah menyakiti hati Ning Humairah yang tak lain adalah Putri pemilik pondok pesantren tempat putrinya menuntut ilmu...


setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Ilyas berbicara untuk memecah keheningan


"Mohon maaf Kyai, sepertinya kita sudah bisa menghubungi Gus Irham kembali karena jarak antara Bandara dengan Apartemen lumayan dekat" ucap Gus Ilyas


"Baiklah Umi coba telfon Irham kembali" pinta Kyai Ahmad kepada Umi Salamah


Umi Salamah mencoba untuk menghubungi Gus Irham kembali, satu panggilan tidak dijawab oleh Gus Irham namun Umi Salamah mencoba untuk menelepon nya kembali hingga telepon ke 3 baru di angkat oleh Gus Irham...


"Assalamualaikum Gus" Ucap Kyai Ahmad


"Wa'alaikummussalam Abi" jawab Gus Irham


"apakah kamu sudah bertemu dengan Ning Humairah?" tanya Abi nya


"Belum Abi, tadi Irham sudah ke unit Ning Azzahra namun tidak ada siapapun disana. Bahkan Irham meminta kunci kepada penjaga takut ada apa-apa dengan Ning, namun di dalam tidak ada siapapun" ucap Gus Irham dengan suara parau


"Gus, kami disini ingin mendengar kabar baik darimu. Semoga kamu segera bertemu dengan Ning Humairah" jawab Umi Salamah


"Baik Umi, Irham akan mencari Ning Azzahra di tempat lain" ucap Gus Irham


"tolong jangan matikan telepon ya nak, supaya kami tau kabar secepatnya" pinta Umi Salamah

__ADS_1


"baik Umi" jawab Gus Irham


dia melanjutkan langkahnya untuk mencari Humairah ke kampus tepatnya di gedung jurusan mereka, namun hasilnya nihil...


sudah 3 jam lebih Gus Irham mencari keberadaan Humairah yang entah dimana, sampai dia mencoba untuk menghubungi Humairah via WhatsApp namun tak juga di balas ...


Gus Irham memilih untuk melihat histori chat nya dengan Humairah, ada satu pesan yang dia yakini Humairah saat ini sedang berada di sana...


saat itu Humairah mengajak Gus Irham untuk bertemu disana namun karena Gus Irham sedang sibuk dengan persiapannya pulang ke Indonesia, dia akhirnya mengabaikan pesan dari Humairah...


"Gus, bisakah kita bertemu sebentar di telaga. Ada hal yang ingin saya sampaikan ke panjenengan" isi pesan Humairah yang di abaikan oleh Irham


"telaga" ucap Gus Irham yang terdengar sampai seberang telepon


"ada apa dengan telaga Gus?" tanya Kyai Ahmad


"sepertinya saya mengetahui keberadaan Ning Azzahra Abi" ucapnya kepada sang ayah


"saya berangkat dulu Abi" ucapnya berpamitan


"berhati-hatilah nak" ucap Kyai Ahmad karena saat ini Gus Irham mengendarai mobilnya seorang diri


disepanjang perjalanan dia merutuki kesalahannya karena mendiamkan Humairah dan mengatakan hal yang membuat Humairah bersedih...


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya Gus Irham sampai di telaga yang dimaksud oleh Humairah sebelumnya...


Gus Irham turun dari mobilnya, dia melihat ke sekeliling telaga yang tampak sepi itu. dia mencoba untuk mencari Humairah ke sekeliling telaga, dan akhirnya dia melihat seorang wanita tengah berdiri di pinggir jembatan untuk naik perahu...


Gus Irham berjalan mendekat ke arah Humairah, namun belum juga sampai tiba-tiba Humairah melompat ke telaga. Gus Irham yang melihat hal itu seketika panik dan langsung berlari..


"Azzahra" teriak Gus Irham membuat panik semua orang di seberang telepon


sebelum melompat dia sempat menjatuhkan handphonenya karena berlari. Dia tahu bahwa Humairah tidak bisa berenang, hal itulah yang membuatnya panik...


Gus Irham langsung ikut melompat ke danau untuk menolong Humairah, untung saja dia masih bisa menggapai tangan Humairah sehingga nyawa Humairah masih bisa tertolong...


setelah berhasil mengangkat tubuh Humairah ke atas, Gus Irham mencoba untuk memanggil nama Humairah agar dia sadar kembali...


"Azzahra bangun" ucap Gus Irham sembari menggoyangkan tubuh Azzahra


"Zahra jangan seperti ini" sambungnya

__ADS_1


suara Gus Irham terdengar dari seberang telfon membuat semua orang disana panik


"Gus ada apa?"


"apa yang terjadi dengan Ning Humairah?" tanya Umi dan Abi nya


menyadari teleponnya yang belum terputus dengan orang tuanya , Gus Irham bergegas untuk mengambilnya..


"Umi Azzahra tenggelam, dia belum sadarkan diri. apa yang harus Irham lakukan mi?" tanya Gus Irham dengan suara isak kan nya karena menangis


"apakah disana ada seorang wanita Gus?" tanya umi Salamah


"tidak ada umi, kami hanya berdua disini" jawab Gus Irham


"Gus tolong bantu Humairah agar bisa tersadar, Gus pasti tau pertolongan apa yang harus kamu lakukan" ucap Kyai Ahmad


"tapi Abi" jawab Gus Irham dipotong terlebih dahulu oleh sang ayah


"hanya kamu yang bisa menolongnya sekarang" ucap Kyai Ahmad


akhirnya Gus Irham melakukan apa yang Abi nya katakan, dia mencoba untuk memompa dada Humairah agar air yang masuk ke dalam tubuhnya keluar...


"maafkan aku Azzahra" ucapnya sebelum menyentuh tubuh Humairah


air keluar dari mulut Humairah sedikit demi sedikit, namun belum ada tanda-tanda Humairah akan siuman. hal itu membuat Gus Irham semakin merasa bersalah, dia tidak mau kehilangan Humairah dengan cara seperti ini. cara terkahir adalah memberi nafas buatan kepada Humairah, dia berharap hal itu dapat mengembalikan kesadaran sang pujaan hati...


setelah memberi nafas buatan hingga ke lima kali, baru lah Humairah tersadar namun tubuhnya tetap lemas...


"G.. Gus" ucapnya dengan suara lemah membuat Irham menghentikan tangisannya


"Azzahra" ucapnya dengan reflek memeluk tubuh Humairah


dia membawa Humairah ke dalam dekapannya karena rasa bahagia


"bagaimana nak?" tanya Kyai Ahmad di seberang telepon


"Azzahra sudah sadar Abi" jawab Gus Irham


"segera bawa Ning Humairah ke rumah sakit nak" pinta sang Umi


"Azzahra ayo kita ke rumah sakit ya" ucap Gus Irham yang akan mengangkat tubuh Humairah ke dalam gendongannya

__ADS_1


"saya bisa jalan Gus" ucap Humairah menolak


"baiklah"


__ADS_2