
"tidak nak, jika bisa lebih baik kamu langsung menikahi nya. Umi, Abi, Kyai Hasan dan Bu Nyai Fatimah tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian disana. maka dari itu lebih cepat halal akan lebih baik, sebenarnya Kyai Hasan dan Abi mu meminta Gus untuk menikahi Ning Azzahra hari Minggu besok bertepatan dengan pengajian Akbar. namun semua keputusan ada di tangan Gus" ucap Umi Salamah
"jika hal itu sudah mendapat persetujuan dari Kyai Hasan dan Umi Fatimah, maka dengan senang hati saya akan melaksanakan nya" jawab Gus Irham
"Tapi Umi, apakah Huma sudah mengetahui hal ini?" tanya Gus Irham kembali
"Sepertinya untuk saat ini Ning Azzahra belum mengetahui nya, biarkanlah Kyai Hasan dan Umi Fatimah yang memberitahukan hal itu kepadanya" jawab Umi Salamah
"baiklah Umi" ucap Gus Irham
"Gus, ada baiknya kamu meminta bantuan kepada kakak dan kakak ipar Ning Azzahra untuk menyiapkan seserahan yang sesuai dengan selera Ning Azzahra" pinta Umi Salamah
"baik Umi" jawab Gus Irham
"Baiklah, Umi tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum" ucap Umi Salamah
"Wa'alaikummussalam" jawab Gus Irham
tidak disangka doa-doa yang ia panjatkan akhirnya di ijabah oleh Allah, dia sangat bersyukur karena dia tersebut di kabulkan dengan sangat cepat...
"Alhamdulillah Ya Allah, terimakasih atas segala ridho yang kau berikan kepada Hamba Mu ini" ucap Gus Irham
Gus Irham mulai menghubungi kakak-kakak dari Ning Azzahra untuk membantu menyiapkan seserahan yang akan ia berikan kepada Ning Azzahra nantinya, karena dia adalah anak satu-satunya dari keluarga Kyai Ahmad maka dari itu tidak ada yang bisa membantunya menyiapkan keperluan tersebut...
meski ada saudara-saudara yang lain namun sepertinya mereka juga belum mengetahui akan kabar pernikahan Gus Irham dan Ning Azzahra yang mendadak ini...
Ning Azzahra yang telah selesai melaksanakan shalat kembali ke dalam mobil nya, dia tampak heran melihat Gus Irham yang hanya senyum-senyum sendiri bahkan Gus Irham tidak mendengar Ning Azzahra mengucapkan salam...
"Assalamualaikum Gus" ucap Ning Humairah
Gus Irham masih tampak bahagia dengan lamunan nya sampai Ning Humairah menepuk pundaknya dan membuyarkan lamunan nya..
"Astaghfirullah Huma" ucap Gus Irham karena kaget
"saya memberi salam namun Gus tidak menjawabnya" ucap Humairah kesal karena salamnya tidak di jawab
"wa'alaikummussalam Humairah ku" jawab Gus Irham
"maaf ya aku sedang memikirkan suatu hal jadi tidak tahu bahwa kamu sudah datang" sambungnya
"tidak apa-apa Gus" jawab Humairah
"baik, kita lanjutkan perjalanan ya" ucap Gus Irham
__ADS_1
"baik Gus" jawab Humairah
mereka melakukan perjalanan di iringi dengan musik yang menjadi kegemaran Humairah saat ini, yaitu lagu dari Ustadz Jefri Al-buchori - Bidadari Surga...
dia berharap siapapun pendamping nya nanti akan bisa menyanyikan lagu tersebut saat mereka menikah..
Gus Irham dan Humairah sama-sama ikut bernyanyi saat lirik ini
"Kuinginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga ke murniaan nya
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya"
"Gus tahu lagu ini?" tanya Humairah
"aku setiap hari mendengarkan lagu ini Huma" jawab Gus Irham yang tengah fokus menyetir
Humairah hanya ber oh ria mendengar jawaban Gus Irham
"Gus kenapa arahnya kesini? bukankah seharusnya kita ke arah sana?" tanya Humairah karena Gus Irham salah berbelok
sebelumnya mereka akan menuju sebuah mall yang menyediakan berbagai jenis baju untuk anak kecil namun kali ini Gus Irham malah berbelok ke jalan lain...
"baiklah"
Gus Irham memilih memarkirkan mobilnya di lantai 5 tempat toko-toko perhiasan berkumpul disana, beliau sudah menerima rekomendasi toko perhiasan yang bagus disana dari calon kakak iparnya...
"Gus seharusnya kita parkir di lantai 7 karena pakaian ada di lantai 7" ucap Humairah
"kita mampir di kanti 5 terlebih dahulu ya" ucap Gus Irham
kali ini Gus Irham lah yang berjalan terlebih dahulu sedangkan Humairah mengekor di belakang nya karena dia tidak tahu apa yang Gus Irham cari di lantai 5...
"Ayo Huma" ucap Gus Irham agar Humairah berjalan di sampingnya
langkah kaki Gus Irham terhenti di salah satu toko emas yang memang menjadi langganan keluarga Humairah maupun keluarga Gus Irham saat berada di sana...
sesuai dengan saran dari calon kakak iparnya, Gus Irham memilihkan cincin yang sudah dikirim oleh kakak ipar Humairah kepadanya. sebelumnya kakak ipar Humairah sudah bertanya kepada Humairah seperti apa wedding dream adik iparnya, kakaknya ber alasan jika akan membuat konten dengan tema tersebut namun nyatanya semua gambar itu dikirimkan ke Gus Irham...
Gus Irham memilihkan beberapa set perhiasan yang sama dengan keinginan Humairah...
__ADS_1
ini adalah pilihan yang paling disukai oleh Humairah...
"untuk apa Gus membeli semua ini?" tanya Humairah
"Umi akan ulang tahun beberapa hari lagi, jadi aku ingin menghadiahkan semua ini" jawab Gus Irham berbohong
"apakah cukup di tangan Umi Salamah jika menggunakan ukuran tangan saya?" tanya Humairah
"cukup Huma" jawab Gus Irham
"baiklah ayo kita ke lantai 7" ucap Gus Irham setelah selesai membayar semua barang tersebut
kali ini gantian Gus Irham yang mengikuti kemanapun Humairah pergi...
karena kakak-kakak berpesan untuk membelikan mereka oleh-oleh berupa baju kembar untuk keluarga maka Humairah mencarikan baju-baju tersebut sebagai oleh-oleh nya...
Adapun Gus Irham memilih untuk menunggu di tempat duduk yang disediakan karena tampaknya Humairah akan sangat lama memilihnya...
dan benar saja setelah menunggu kira-kira 2 jam, baru lah Humairah selesai dengan aktifitas belanjanya. sebelum pulang mereka menyempatkan untuk singgah di restoran yang sudah menjadi langganan mereka sekaligus restoran yang menjadi saksi Gus Irham meninggalkan dirinya...
"Jadi teringat suatu hal jika singgah disini" sindir Humairah kepada Gus Irham Yangs sedang minum
"uhuk uhuk" Gus Irham terbatuk-batuk mendengar perkataan Humairah
"sindiran mu pedas sekali Huma" ucap Gus Irham seraya tersenyum
"bukan sindiran Gus, saya hanya flashdisk saja" jawab Humairah tertawa pelan
"maafkan aku" ucap Gus Irham
"jangan terlalu sering meminta maaf Gus" jawab Humairah
"aku sudah banyak salah kepada mu" imbuhnya
"saya hanya berharap panjenengan tidak mengulangi kesalahan tersebut, saya tidak ingin mendengar terlalu banyak maaf seperti hari ini. bahkan kata maaf itu melebihi jadwal saya minum obat" ucap Humairah terkekeh
__ADS_1
"akan aku pastikan hal itu tidak akan terjadi lagi Huma" ucap Gus Irham
"jangan berjanji Gus, ikuti semua takdir ini sesuai alur yang sudah di tentukan oleh Allah saja. karena janji bisa menyakitkan jika tidak di tepati" jawab Humairah