
"lihatnya begitu banyak nya pesan yang masuk menanyakan pernikahan kita" jawab Humairah memperlihatkan WhatsApp nya
"handphone ku juga sama Huma, banyak sekali yang bertanya" jawab Gus Irham yang sudah merebahkan tubuhnya di samping Humairah
"nanti saja kita jawabnya, sekarang saatnya untuk istirahat" ucap Gus Irham menarik Humairah ke dalam pelukannya
belum juga Humairah menjawab ternyata Gus Irham sudah tertidur dengan pulas, Humairah juga memakluminya karena mereka sama-sama baru sampai kemarin dan hari ini harus melewati rangkaian acara yang begitu banyak nya. Ia pun ikut terlelap dalam pelukan suaminya
di lantai bawah, keluarga mereka masih berbincang-bincang dengan para tamu yang memang mereka undang karena malam hari nanti masih ada lagi acara wisuda di pondok
"pengantin baru nya dimana kyai?" tanya salah satu tamu yang sama pengasuh pondok
"mereka masih istirahat, kasihan tadi malam baru saja sampai namun pagi ini sudah di repot kan dengan rangkaian acara yang padat" ucap Kyai Hasan
"saya juga lihat begitu bengkak nya mata mereka berdua, sepertinya sangat kecapekan saat perjalanan. saya dengar mereka juga pulang mendadak bersama karena Ning Huma baru saja mengalami kemalang, apakah benar kyai?"
"benar, Huma terpeleset ke dalam danau namun Alhamdulillah Gus Irham berhasil menyelamatkannya" jawab Kyai Hasan
setelah membicarakan kedua pengantin baru itu, para Kyai membahas perkembangan pondok mereka masing-masing atau bisa dibilang saling sharing mengenai pondok mereka
karena sudah menjelang sore akhirnya mereka meng istirahatkan diri di kamar yang sudah disediakan oleh Kyai Hasan, kamar tersebut berada di samping rumah utama
sepeninggal para Kyai, Kyai Hasan yang ingin masuk ke dalam kamar pun langkahnya terhenti karena ada tamu
"Mohon maaf Abah, ada tamu" ucap Ning Zahwa
"siapa nduk?" tanya Kyai
"Nafa bersama dengan santriwati lainnya Abah" jawab Ning Zahwa
"panggilkan ummi mu nduk" pinta Kyai Hasan
__ADS_1
Kyai Hasan berjalan menuju ruang tamu sedangkan Ning Zahwa pergi untuk memanggil ummi yang sedang berada di dapur pondok pesantren
"assalamualaikum ummi" ucap Ning Zahwa menyalami ummi nya
"wa'alaikummussalam ada apa nduk?" tanya ummi Fatima
"Abi meminta ummi untuk pulang karena ada tamu" ucap Ning Zahwa
"oh baiklah, ayo"
mereka berdua berjalan bersamaan namun ummi berada lebih depan
"siapa tamu nya nduk?" tanya ummi
"Nafa bersama teman-temannya ummi" jawab Ning Zahwa
"apakah Huma dan Gus Irham juga ikut menemui?" tanya ummi
"baiklah kalau begitu"
setelah masuk ke dalam rumah, ummi melihat tiga orang santriwati yang duduk di depan Kyai Hasan. mereka bertiga menyalami ummi yang duduk di samping sang suami...
"baik, jadi ada perlu apa ya nduk?" tanya Kyai Hasan
"mohon maaf kyai, apakah Gus Irham dan Ning Humairah nya ada nggeh?" tanya Nafa
"Mereka berdua sedang ber istirahat" jawab Kyai Hasan
"apakah saya bisa bertemu mereka sebentar saja?" tanya Nafa
"maaf nduk, kalaupun mendesak tidak bisa sekarang karena kasihan mereka pasti kelelahan karena kemarin baru sampai rumah" jawab Ummi Fatimah
__ADS_1
"apakah saya boleh menunggu disini Bu nyai sembari membantu persiapan untuk nanti malam?" tanya Nafa
Ummi Fatimah melihat ke arah Kyai Hasan dan menantunya, Kyai Hasan hanya mengangguk kecil karena tak enak jika menolak. Persiapan tersebut dilakukan di dapur bukan di dalam rumah, karena rumah dan dapurnya terpisah oleh lorong...
"Ning Zahwa, ajak lah nduk-nduk ini ke dapur ya" pinta Ummi Fatimah
"baik Ummi" jawab Ning Zahwa
"mari" ucap Ning Zahwa kepada Nafa dan teman-temannya
"kalau begitu kami bertiga pamit nggeh Kyai, Bu nyai. assalamualaikum" ucap teman Nafa
"wa'alaikummussalam" jawab Kyai Hasan dan Ummi Fatimah bersamaan
setelah mereka ber empat pergi, tinggal lah Kyai Hasan dan Ummi Fatimah yang berbincang
"Abi, apakah masalah dengan keluarga nduk Nafa belum terselesaikan?" tanya Ummi Fatimah
"sudah mi, bahkan sebelum anak-anak kita kembali ke Indonesia. orang tua Nafa juga sudah mengetahui kebohongan anaknya, bahkan Nafa juga ada saat itu disana. Abi juga heran kenapa dia mencari Huma dan Gus Irham" ucap Kyai Hasan
"semoga tidak ada hal nekat yang ia perbuat seperti sebelumnya bi" ucap Ummi
"semoga saja"
mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar untuk ber istirahat
sementara Nafa dan teman-temannya yang sedang mengikuti Ning Zahwa ke dapur, mencuri-curi pandang ke ruangan-ruangan yang mereka lewati karena baru pertama kalinya mereka masuk ke ndalem
"besar banget ya ternyata" ucap salah satu teman Nafa
"iya besar banget, pasti kamar Ning Huma ada di atas yang ber balkon itu" sahut salah satu temannya
__ADS_1