
setelah membaca surat dari Humairah, Irham masih termenung melihat tulisan itu...
"Kamu wanita baik Humairah, kamu pantas mendapatkan orang yang sama baiknya seperti dirimu" gumam Irham
Hati Irham kini tidak seperti dulu lagi kepada Humairah, semenjak saat pertama kali Humairah menanyakan tentang kepastian, disitulah rasa sayang Irham kepada humairah semakin berkurang...
flashback on...
.
.
.
setelah pertemuannya dengan Humairah dan berujung pertengkaran, Irham membagikan sebuah story di WhatsApp nya....
"wanita itu kodratnya dipilih, bukan memilih.
wanita itu kodratnya diberi pilihan, bukan memberi pilihan"
Humairah yang membaca status tersebut merasa hatinya sedang di cambik-cambik oleh Irham, baru kali ini irham menyindir Humairah lewat story WhatsApp nya...
"baru kali ini panjenengan menyindir saya Gus, bahkan tadi saya juga yang terus-menerus minta maaf kepada panjenengan karena masalah itu."
"saya akan tetap bertahan untuk hubungan kita Gus, bagaimana pun caranya" sambungnya
Humairah memilih untuk menenangkan dirinya dengan membaca Al Qur'an sampai dia merasa lebih baik, setelah itu barulah Humairah mengistirahatkan tubuhnya karena keesokan harinya dia harus datang ke kampus untuk mengambil nilai akhir semester nya...
flashback off....
......................
Hari ini adalah hari dimana Irham akan kembali ke Indonesia untuk acara lamaran nya, namun Humairah tidak mengetahui hal itu...
saat ini memang libur semester sehingga mahasiswa bisa kembali ke tempat asalnya, namun Humairah masih memilih tinggal beberapa hari di sini karena ada hal yang harus dia selesaikan...
sejak terakhir kali pertemuan mereka, Irham maupun Humairah sama sekali tidak bertukar kabar melalui WhatsApp maupun telepon. Baik Irham maupun Humairah memilih untuk menenangkan diri masing-masing sebelum mengambil keputusan yang lebih...
Irham yang sudah sampai di bandara memilih untuk langsung menuju ruang tunggu keberangkatan, ada rasa tidak tega terhadap Humairah karena meninggalkan dia sendiri namun jika Irham berbicara kembali pada Humairah akan membuat Humairah sakit hati nantinya...
"Maafkan aku Humairah, aku memang bukan laki-laki yang gentle karena perintah orangtua hubungan kita jadi seperti ini" gumamnya
tak terasa mata nya berkaca-kaca dan air matanya pun menetes...
Sedangkan tanpa sepengetahuan Irham dan Humairah, semenjak pertengkaran nya dengan Irham saat itu. Ilyas langsung memesan tiket untuk pulang ke Indonesia malam itu juga, demi adik yang sangat dia sayangi...
Dia tidak tega jika harus melihat Humairah sakit hati karena Irham yang akan dijodohkan dengan Nafa yang tak lain adalah santri di pondok yang di asuh oleh orang tua Humairah...
Setelah sampai di Indonesia dan bertemu keluarganya, diam-diam Ilyas datang ke rumah Nafa untuk memberitahu nya tentang hubungan Irham dan Humairah...
Sesampainya di rumah Nafa , disana sudah ada orang tuanya dan Nafa yang menyambut Ilyas dan orang tua Humairah, ada juga kedua orang tua Irham yang sengaja di undang oleh Ilyas...
__ADS_1
Mereka semua dipersilahkan masuk ke dalam rumah Nafa...
"silahkan di minum Kyai, Nyai dan Gus Ilyas" ucap ayah Nafa kepada Kyai Hasan dan Kyai Ahmad Abdillah yang tak lain adalah orang tua Irham
mereka sama-sama bertanya-tanya apa maksud Ilyas memintanya untuk datang ke rumah Nafa dengan tujuan ingin memberi tahunya suatu kebenaran...
"Langsung saja saya pada intinya pak" ucap Ilyas kepada orang tua Nafa
Disana mereka terlihat kebingungan, begitu pun Nafa...
"Saya disini mewakili adik sepupu saya yang tak lain adalah Ning Humairah Aisya Fatimatuzazzahrah Abdurrahman, ingin menyampaikan suatu kebenaran yang selama ini di pendam sendiri oleh Ning Humairah" ucap Ilyas dengan sopan
"Mohon maaf sebelumnya Gus saya memotong pembicaraan anda, lalu apa hubungan Ning Humairah dengan kami?" tanya Nafa
"Baik, saya akan menjelaskan bagaimana hubungannya" jawab Ilyas
"Mohon maaf sebelumnya Kyai Ahmad, ini akan melibatkan Gus Irham juga Karena itu saya turut mengundang panjenengan beserta umi" ucap Ilyas
"Ning Humairah dan Gus Irham tanpa sepengetahuan Panjenengan semua, mereka memiliki hubungan yang sudah terjalin lama. Beberapa teman mereka mengetahui hal itu, bahkan kakak iparnya juga mengetahui hubungan mereka berdua. Mereka sudah dekat sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah sampai saat ini, namun ada hal yang membuat saya kaget yang di katakan oleh Gus Irham saat saya berkunjung ke tempatnya kemarin. Beliau bilang jika sudah di jodohkan dengan Nafa, apakah itu benar Kyai?" Tanya Ilyas kepada Kyai Ahmad
"Ya benar Gus" jawabnya
"Oleh karena itu saya langsung pulang ke Indonesia, untuk mengetahui kebenarannya secara langsung. Mohon maaf sebelumnya Kyai jika saya ikut campur urusan ini, saya tidak ingin melihat Ning Humairah bersedih karena hubungannya dengan Gus Irham yang harus berhenti di tengah jalan" sambung Ilyas
"Apa maksud mu Gus?" tanya Kyai Hasan
"Kyai, Putra Putri panjenengan berdua saling mencintai namun tidak ada yang berani berbicara hal itu kepada keluarga masing-masing. bahkan sebelum dijodohkan dengan Nafa, Gus Irham berencana pulang untuk meminta Ning Humairah kepada panjenengan" ucap Ilyas
"saya ada buktinya" sambungnya mengeluarkan handphone yang berisi voice note yang dikirim oleh Irham kepada Ilyas saat itu
"nanti saat libur semester aku akan pulang ke Indonesia dan jujur kepada Abi serta umi, saat itu aku berjanji akan meminta Humairah langsung kepada Kyai Hasan. Aku tidak ingin menggantungkan hubunganku dengan Humairah semakin lama lagi"
..........................................
Semua yang mendengarkan hal itu merasa terkejut karena itu memang benar suara asli Irham dan nomor yang menghubungi Ilyas memanglah nomor Irham...
"Ya Allah apa yang sudah hamba mu ini lakukan Ya Allah" ucap Kyai Ahmad
"Mohon maaf Kyai, kami benar-benar tidak tahu jika Gus Irham sudah mempunyai pasangan hingga kami lancang meminta agar Gus Irham meminang anak kami" ucap ayah Nafa
"Saya juga ada beberapa bukti hubungan Gus Irham dan Ning Humairah" ucap Ilyas memperlihatkan gambar-gambar yang di ambil saat Humairah dan Irham jalan bersama, merayakan ulang tahun, tahun baru, maupun saat date...
Kyai Hasan, Kyai Ahmad dan yang lainnya melihat foto-foto dan video tersebut kaget karena ekspresi wajah anak-anak mereka yang sangat bahagia saat bersama...
"Mohon maaf Kyai, saya tidak tahu jika anak kita mempunyai hubungan" ucap Kyai Ahmad
"Sudahlah, kita sama-sama tidak tahu akan hubungan itu" jawab Kyai Hasan
sedangkan umi fatimah dan umi saliha yang duduk bersebelahan sama-sama menguatkan satu sama lain, baik Irham maupun Humairah adalah anak kesayangan mereka. Mereka tidak ingin menyakiti anak mereka karena hubungan yang terpaksa...
"Maafkan saya Kyai, Umi dan Gus. karena obsesi saya Gus Irham dan Ning Humairah jadi harus berpisah, saya siap mundur demi mereka berdua bersatu kembali" ucap Nafa
__ADS_1
"kita dengar penjelasan dari Ning Humairah dan Gus Irham terlebih dahulu" ucap Kyai Hasan dan di setujui oleh semua orang
Kyai Hasan berusaha menelfon Humairah sedangkan Kyai Ahmad menelfon Irham...
"untuk menelepon Humairah mungkin akan sedikit sulit, karena dia tidak ada kabar dari tadi malam. kakak-kakaknya sudah berusaha menghubungi namun hasilnya nihil" ucap Kyai Hasan
"Apa kamu tahu dimana Humairah Gus ?" tanya Kyai Hasan kepada Gus Ilyas
"Mohon maaf Kyai, saya terakhir kali bertemu Ning Humairah saat berpapasan di lorong apartemen. saat itu Ning Humairah menuju unit Gus Irham" jawab Ilyas
Kyai Hasan, Umi Fatimah dan Gus Ilyas pun mencoba mengirim pesan kepada Humairah...
Irham yang terlebih dahulu mengangkat telepon karena dia masih berada di ruang tunggu bandara, untung saja pesawat yang akan membawanya pulang mengalami delay waktu kurang lebih 2 jam lamanya sehingga dia masih berada di bandara...
"Assalamu'alaikum Gus" Ucap Kyai
"Wa'alaikummussalam Abi" jawab Irham di sebrang sana
"Gus, ada yang ingin Abi tanyakan"
"Silahkan Abi"
"Kamu tahu Ning Humairah putri Kyai Hasan?" tanya Kyai Ahmad
ia ingin berbasa basi terlebih dahulu sebelum pada intinya...
"I.... iyaa Bi" jawab Irham gugup karena sang Abi menanyakan tentang Humairah
"Apakah kamu tahu dia dimana? Kyai Hasan bilang katanya Ning Humairah tidak bisa dihubungi sedari tadi malam" ucap sang Abi
"Apa bi?" tanya Irham kaget
" Ning Humairah tidak bisa dihubungi dari kemarin Gus, apa kamu bisa membantu mencarinya?" tanya Abi nya kembali
"baik Abi" ucap Irham langsung bergegas pergi dari bandara dan kembali ke apartemen
"Ya Allah Humairah, bagaimana bisa kamu seperti ini" gumam Gus Irham
"maafkan saya Huma" sambungnya
Gus Irham tidak sadar jika teleponnya belum mati dan semua orang disana mendengar apa yang dia ucapkan
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa vote, like dan komen yaa 🥰🥰🥰