
foto pertama Humairah bersama Gus Irham saat mereka baru saja menjalin hubungan, di susul dengan tahun-tahun berikutnya...
"bagaimana bisa postingan ini tahunnya sesuai dengan foto itu di ambil?" tanya Humairah
"setiap kita bertemu dan mengambil foto, aku selalu langsung posting foto-foto tersebut namun langsung aku arsip kan. dan sekarang sudah saat nya foto-foto ini di keluarkan" jawab Gus Irham
"tapi Gus"
"percaya lah padaku Humairah" ucap Gus Irham meyakinkan
"baiklah" jawab Humairah
"sekarang sudah malam, saatnya kamu tidur agar tubuhmu kembali pulih. Aku akan tidur di sofa, jika ada apa-apa yang kamu butuhkan panggil saja aku" ucap Gus Irham
"baik Gus" jawab Humairah
Humairah memilih untuk tidur membelakangi Gus Irham karena akan canggung rasanya jika dia dan Gus Irham berada dalam satu ruangan seperti...
"Ya Allah karena musibah yang menimpa hamba, dinding tinggi yang membatasi kami berdua mulai runtuh. Bahkan kini Gus Irham mampu melanggar batas-batasan yang dia ciptakan sendiri sebelumnya, akankah hal itu berlaku juga jika nantinya Nafa mengalami nasib yang sama seperti hamba Mu ini" batin nya
"Astaghfirullah pikiran negatif apa ini Ya Allah, mengapa hamba memikirkan hal-hal yang tidak-tidak"
Humairah membalik badannya menghadap ke arah Gus Irham yang tengah tertidur dengan wajah yang tenang...
"panjenengan semakin tampan saat tidur Gus, apalagi saat panjenengan tersenyum" batin Humairah
"wajah teduh dan tenang itu tidak pernah saya lihat sebelumnya. entah kedepannya hamba akan melihat hal seperti ini lagi atau Engkau hanya memberi hamba obat karena sudah lama tidak melihatnya" Humairah tersenyum
dia memutuskan untuk ikut mengistirahatkan kan tubuhnya karena rasa kantuk yang sudah tidak bisa dia tahan lagi...
......................
disisi lain, Nafa yang saat ini berada di pondok pesantren merasa sangat kecewa karena jawaban Gus Irham. Nafa ialah santri di pondok pesantren Kyai Hasan yang tak lain adalah Abi dari Humairah, disana memang diperbolehkan membawa alat komunikasi sehingga Nafa bisa menghubungi Gus Irham...
"kamu dari tadi telepon siapa fa?" tanya teman se kamar Nafa
"Gus Irham na" jawab Nafa kepada Gina
"ada masalah apa? kamu baru sampai tadi sore langsung mainan hp terus lo" ucap Gina
"Gus Irham tidak membalas pesanku sama sekali, sedangkan dia bilang hari ini dia akan melakukan penerbangan ke Indonesia" jawab Nafa
"mungkin sedang dalam pesawat fa" jawab gina ber positif thinking
__ADS_1
"tapi tidak mungkin dia di dalam pesawat, WhatsApp nya cek list dua dan dipanggil berdering" ucap Nafa
"kamu tunggu saja siapa tahu Gus sedang bersiap" tutur Gina
karena rasa tidak sabar Nafa, dia mencoba menelepon Gus Irham lagi dan kali ini di angkat...
"assalamualaikum Gus" ucap Nafa memberikan salam secara sopan
"wa'alaikummussalam" jawab seorang wanita di seberang sana membuat hati Nafa bercampur aduk
"he kenapa fa?" tanya Gina yang melihat Nafa tampak ter bengong
Nafa memilih untuk me loadspeaker panggilan tersebut agar Gina juga mendengar nya...
"maaf ini handphone Gus Irham kan?" tanya Nafa memastikan jika yang ia hubungi memang benar Gus Irham
"iya betul" jawab wanita tersebut
"maaf anda siapa ya kok bisa pegang handphone calon suami saya" ucap Nafa dengan nada yang sudah meningkat
kata calon suami yang di ucapkan oleh Nafa memang sengaja di tekankan, dia berharap agar wanita yang mengangkat telepon tersebut tahu akan posisinya...
"Humairah" jawab wanita diseberang telepon menyebutkan namanya
"Humairah siapa fa? atau jangan-jangan..." ucap Gina terpotong oleh Humairah
"Humairah Aisyah Fatimatuzzahra Abdurrahman" jawab Humairah
"benar dugaan ku" ucap Gina
"Ning Azzahra? kenapa panjenengan pegang handphone Gus Irham?" tanya Nafa
"salam kenal Nafa, sepertinya kamu sudah lebih dahulu tahu tentang saya" ucap Humairah
"oh ya, Gus Irham sedang shalat. beliau menitipkan handphone nya kepada saya, dan beliau meminta kepada saya untuk menjawab telepon maupun pesan yang ada di handphone nya" sambung Humairah
gina yang ada di sana terus berpikir, ada hubungan apa sebenarnya antara Gus Irham dan Ning nya tersebut. karena tampak beberapa kali Gina pernah melihat mereka jalan bersama meskipun tidak berdua namun hal itu sudah menjadi perbincangan yang hangat dikalangan santri disana, namun Nafa tampaknya menutup telinga akan hal itu karena sangat tergila-gila dengan Gus Irham....
"apa ada pesan untuk Gus Irham? nanti saya sampaikan" tanya Humairah
"emm sampaikan ke Gus Irham, tolong hubungi saya jika beliau sudah kembali. assalamualaikum" ucap Nafa kemudian menutup teleponnya
.........
__ADS_1
"Nafa, kenapa kamu berbicara seperti itu kepada Ning Azzahra?" tanya Gina
"lantas aku harus berbicara seperti apa kepada orang yang sedang berduaan dengan calon suami ku" jawab Nafa dengan emosi
"Nafa, buka lah telinga mu lebar-lebar. gosip kedekatan Ning Azzahra dan Gus Irham bahkan sudah terdengar dari beberapa tahun lalu" ucap Gina
"gosip itu tidak benar kan adanya, semua orang pasti ber opini hal itu karena mereka berdua selalu di cocok-cocok an oleh santri-santri dengan alasan serasi" jawab Nafa
"nanti akan aku tanyakan langsung pada Gus Irham saat dia telepon" sambung Nafa
karena kegiatan di pondok sangat padat sehingga dia baru kembali ke kamar sekitar pukul 9 malam, dia langsung mengecek ponsel siapa tahu Gus Irham sudah menghubungi dirinya. namun hasilnya nihil, alhasil dia menelepon Gus Irham kembali...
"telepon lagi?" tanya Gina
"iya, Gus Irham belum menghubungi ku. atau jangan-jangan Ning Azzahra tidak memberitahu kan pesanku" ucap Nafa menduga-duga
"jangan berkata seperti itu, Ning Azzahra orang yang baik tidak mungkin seperti itu" jawab Gina membuat Nafa memutar bola mata
....
"hallo assalamu'alaikum Gus" ucap Nafa
"saya menunggu panjenengan dari tadi kenapa tidak kunjung menelepon?" tanya Nafa dengan nada marah yang baru pertama kali Gus Irham dengar
"wa'alaikummussalam" jawab Gus Irham singkat, memang begitulah nada bicara Gus Irham kepada Nafa
"mengapa Gus tak kunjung memberikan kabar kepada saya?" tanya Nafa kembali
"bukankah Abah dan Umi saya sudah memberikan kabar?" tanya Gus Irham dengan nada dingin
"jangan seperti itu Gus" bisikan Humairah tersebut masih bisa di dengar oleh Nafa yang ada di seberang telepon
"suara Ning Azzahra lagi?" tanya Gina membuat Nafa mengangguk kan kepala
"lantas kenapa Gus sekarang bersama dengan Ning Azzahra? kenapa Gus tidak kunjung kembali ke Indonesia. 4 hari lagi pertunangan kita Gus" imbuhnya tetap mempertanyakan hal itu
"Humairah sedang sakit disini, saya bertanggung jawab atas diri Humairah disini. Soal pertunangan maafkan saya, setelah Humairah sembuh kami akan langsung kembali ke Indonesia untuk meluruskan hal ini" ucap Gus Irham
"tapi Gus, kenapa panjenengan tak kunjung telepon saya? apa Ning Azzahra tidak menyampaikan nya?" tuduh Nafa kepada Humairah yang sedari tadi diam
Gina menepuk bahu Nafa agar dia sadar apa yang sedang di ucapkan nya
"Humairah menyampaikan nya, saya tidak berniat menerima telepon dan membicarakan hal ini namun Humairah yang membujuk saya agar menerima telepon dari kamu" jawab Gus Irham dan mendapat sahutan dari Humairah
__ADS_1