
*esok harinya
manda menghela nafas kasar.. karna haris memberinya pekerjaan tambahan hingga harus lembur kembali seperti dulu.
manda benar benar dibuat kesal setengah mati... matanya sudah sangat mengantuk.
untung saja dion mau menemaninya bekerja dan mebantunya mengerjakan berkas berkas yang di berikan haris. sedangkan haris entah kemana...
"huhhh selesai juga akhirnya..."seru manda merenggangkan otornya yang terasa begitu pegal
"sepertinya kau begitu lelah.." ucap dion
"siapa yang tidak lelah.. bekerja lembur sampai larut malam begini... kakamu itu tidak punya perasaan sama sekali terhadap perempuan" kata manda kesal
"hahahahaha... kau lucu sekali, dia memang seperti itu" ucap dion tertawa
"siapa yang suruh kalian bercanda saat sedang bekerja..., kalau kalian sudah selesai mengerjakan semua laporannya, periksa kembali... aku tidak ingin ada kesalahan" dion dan manda begitu kaget mendegar suara haris yang sudah ada di pintu ruangan.
"pak haris sejak kepan berdiri disitu" tanya manda
"iya kak.. kenapa kau berdiri saja disana" tanya dion menatap haris
"jangan banyak bicara kalian berdua... apa kalian sudah mengerjakan dengan baik?" ujar haris dengan tatapan tajamnya.. setajam silet
"sudah selesai kak... kita akan periksa dulu" jawab dion
kita...??? cuih sejak kapan mereka semakin akrab.
"baiklah.. cepat selesaikan, aku akan menunggu kalian menyerahkannya" ujar haris berjalan menuju meja kerjanya.
ternyata haris tidak hanya tegas pada manda tetapi pada adiknya sendiri pun sama,.
tapi dion tidak merasa kesal seperti manda. justru masih terlihat santai.
"untuk apa bapak disini... bukannya masih bisa diserahkan besok" ucap manda
"aku ingin kapan pun itu terserahku, disini aku bossnya"
kalau dia sudah bilang seperti itu... apa boleh buat... aku hanya seorang pegawainya
"sudahlah kak... kenapa kau kejam sekali padanya" sambung dion
"diem kau... ini urusanku" ucap haris
"sepertinya kembali bekerja disinu adalah pilihan yang salah untukku" gerutu manda
"jangan mengerutu manda," haris yang tiba tiba sudah ada dibelakang manda. membuatnya kaget.
"astaga pak haris... sejak kapan pindah kebelakang saya, seperti hantu saja" ucap manda. haris hanya diam dan menatap mata manda.
__ADS_1
"ekhemmm.... inget masih ada aku disini" cetus dion. haris langsung menjadi salah tingkah
"sudahlah... lanjutkan pekerjaan kalian, agar cepat pulang" ucap haris sarkas
tak lama semua pekerjaan pun beres dan manda siap untuk menyerahkannya ke haris.
dengan wajah was was dan takut kejadian akan seperti waktu itu.
"sudahlah jangan tegang... biar aku yang memberikannya pada kaka" bisik dion
"tidak.... biar aku saja, kau sudah banyak membantuku" ujar manda berbisik
manda memberanikan diri menyerahkan pekerjaannya.
"pak haris... ini berkas laporan yang baru saya kerjakan dengan dion" ucap manda
tanpa bersuara haris mengambil berkas tersebut dari tangan manda dan langsung memeriksanya.
"lumayan bagus.... kalau saja kerjamu begini setiap hari, aku tidak akan suka marah padamu" ucap haris
manda hanya diam mendengar ucapan haris padanya. walaupun pekerjaannya kali ini benar tidak kemungkinan besok akan seperti ini lagi kan.
"sudah begitu larut... ayo pulang" kata haris.
"baik pak... selamat malam" ucap manda bergegas pergi dari ruangan hatis
"pulang pak" jawab manda
"aku akan mengantarmu pulang"
"manda akan pulang bersama denganku kak" sambung dion
"iya pak.. saya akan pulang bersama dion, bukannya bapak sudah tahu" ujar manda
"dion tidak bisa mengantarmu pulang.. karna mommy menyuruh ya pulang secepat mungkin sekarang" alibi haris
"mom tidak ada menghubungiku bilang kak" ucap dion yang sangat tahu kalau kakanya mencari alasan.
haris langsung menatap adiknya dan memberi kode agar segera pulang.
"A..... oke oke aku akan pulang menemui mommy" kata haris
"ayo kau pulang denganku" haris menarik tangan manda sampai menuju parkiran.
"bisa tidak pak.. jangan menarik kasar tangan saya.. sakit" manda meringis menyentuh pergelangan tangannya yang sudah merah
shitttttt... aku melukainya... maafkan aku honey.
lagi lagi haris hanya bisa mengucapkan kata manis dalam hatinya.. tak berani mengucapkan lewat bibirnya.
__ADS_1
"tidak usah manja... itu bisa di obati nanti" kata haris dingin"
"saya pulang sendiri saja pak... tidak perlu diantar" manda sudah kelewat emosi karna perilaku haris
"masuk" titah haris
"pak saya bisa pul...." ucapan manda terpotong cepat oleh haris
"masuk" ucapnya lagi dengan nada lebih tinggi.
"tidak mau... kau selalu jahat padaku, kau selalu menindasku, aku tidak mau kenal denganmu lagi, aku muak denganmu pak haris yang terhormat.. jangan menemui ku lagi.." manda berbalik dan berjalan dengan cepat meninggalkan haris..
namun langkahnya terhenti saat haris memeluknya dari belakang dengan sangat erat.
"lepaskan aku... jangan menyentuh ku" ucap manda sarkas
"kau miliku.." haris semakin mempererat pelukannya pada manda
manda mencerna ucapan haris yang membuatnya bingung.
"jangan bercanda pak haris... aku bukan budakmu yang seenaknya kau bilang milikmu, yang seenaknya kau marahi, kau bentak kau atur... aku memang bekerja untukmu tapi kau perlakukan aku keterlaluan" manda menangis terisak.
"maaf.." lirih haris
"maafkan aku..." hanya itu yang mampu haris ucapkan
"lepaskan tanganmu pak... biarkan aku pulang" sahut manda
"aku akan mengantarmu pulang" haris menarik pelan manda ke mobilnya.
sepanjang jalan manda hanya diam tanpa melirik ke arah haris, sedangkan haris begitu resah karna manda mendiamkannya.
"jangan diamkan aku" kata haris menatap manda
"aku turun dulu pak... hati hati di jalan" kata manda membuka pintu mobil namun masih terkunci rapat...
siapa lagi kalau bukan ulah haris..hehe
haris menarik manda lalu meciumnya hal yang akan membuatnya candu.
"itu hukuman untukmu karna mendiamkan aku" ucap haris saat menyudahi ciumannya
jantung manda berdetak hebat... tidak bisa berontak dan juga marah pada haris.
"pulanglah... selamat malam honey" ucap haris mencium kening manda lama
honey.....
kata itu terus terngiang ngiang di kepala manda...
__ADS_1