HAI GADIS I LOVE YOU

HAI GADIS I LOVE YOU
Ep 7


__ADS_3

Iya yo.., sudah deh tidak usah sok bersedih seperti itu wajahmu " geli manda memukul pundak ryo


"Hehe.. Ya sudah man.. aku pulang dulu, bye manda" pamit ryo


-----------------------------------------------


Manda uring uringan di tempat tidurnya, memikirkan bagaimana caranya agar bisa membantu ryo besok, manda menghela nafas gusar, kalau ia menerima kembali kerja di perushaan haris, kembalilah kehidupan nerakanya, begadang semalaman, lembur dan juga jadi santapan amarah ceo.


"Hah..... Bagaimana ini"


"Apa yang harus aku lakukan"


"Gimana caranya agar terlepas dari pak haris"


Manda berusaha mencari cara sampai matanya mengantuk dan tertidur begitu lelap tanpa sengaja.


®®®


Pagi harinya haris bersiap untuk ke kantor... Dilihatnya semua keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan, namun beda halnya dengan haris yang memilih untuk berangkat ke kantor dan mengabaikan perutnya yang perlu diisi.


"Apa kau tidak sarapan dulu'?" tanya mommy


"Aku sudah telat mom (mencium pipi sang mommy), nanti aku makan di kantor, dad... aku berangkat dulu, " pamit haris berjalan terburu buru.


Haris menuju mobilnya yang sudah disiapkan oleh supir pribadinya.


"Apa tidak terlalu pagi tuan?" tanya herry supir haris


"Tidak" kata haris dingin


"Baik tuan... Mari" sahut herry membuka pintu mobil untuk haris


Tak lama haris sampai di depan perusahaannya.


Haris berjalan begitu berwibawa dan sangat terlihat tampan juga mempesona, walaupun terkenal sebagai boss dingin dan galak, namun tak mengubah pandangan orang tentang fisiknya yang begitu sempurna dan menjadi idaman para wanita juga orang tua yang ingin memiliki menantu sepertinya.


"Apa manda sudah datang ke kantor?" tanya haris pada resepsionis


"Be...belum pak" jawab resepsionis dengan gugup dan menunduk.


"Apa begini caramu bekerja sebagai resepsionis kantorku?, menunduk jika orang sedang bertanya?, kau bekerja dibagian ini, seharusnya tau cara bersikap terhadap orang di depanmu" ucap haris pada resepsionis yang bernama dilla dengan pandangan tajam

__ADS_1


"Ada apa... kenapa tegang sekali?" tanya seseorang yang baru saja datang


Seorang pria yang tampan, berkulit putih, tinggi namun masih lebih tinggi haris sih.


"Dion?..." sentak haris terkejut.. namun segera mungkin haris menetralkan kembali wajahnya dengan tatapan dingin


"Hai kak...apa kabar " dion tersenyum melihatkan deretan giginya.


haris mendekati dion lalu berbisik...


"Kenapa kau disini hah, jangan bilang kau bolos dari kampus dan pulang" bisik haris marah


"Ya ampun kak, jangan marah marah, lihat karyawanmu semua melihat kita" bisik dion


"Ikut keruanganku.." desis haris menarik kasar tangan dion


Tanpa bertanya apapun dion mengikuti langkah kaki haris ke ruangannya.


"Jelaskan.. Kenapa kau bisa sampai di negara ini" ujar haris menyelidik


"Apa kaka sedang mengintrogasiku?" tanya dion terkikik geli


"Apa mom dan dad tau kau pulang?" tanya haris


Dering telpon ruangan haris berbunyi, dengan sigap haris mengangkatnya langsung namun tatapan mata masih tertuju kepada sang adik.


"Suruh dia masuk sekarang" kata haris pada seorang yang menelponya.


Sesaat pintu ruangan langsung terbuka menampilkan sosok wanita cantik yaitu amanda.


"Maaf mengganggu" kata manda cuek


"Duduklah.." pinta haris


"Kak.. Siapa wanita cantik ini?" tanya dion penasaran menatap manda dari ujung rambut hingga kaki.


"Diam.." ucap haris mengintruksi pada dion


"Hemmmm baiklah baiklah... Aku diam, siapa juga mau mengganggu pacarmu" kata dion mengalah


Manda hanya diam melihat kedua pria yang sedang berargumen di depannya.

__ADS_1


"Maaf kau salah.. Aku bukan pacarnya, tapi mantan karyawan pak haristan" ucap manda jujur mendapat tatapan tajam oleh haris


"Wahhhhh... Aku suka gayamu nona, sangat berani" kata dion sumringah


Manda menyeritkan keningnya.. Lalu memutar bola matanya malas.


"Aku tidak menerima surat mengunduran dirimu di perusahaan... Jadi kau masih status karyawanku disini" haris duduk dan masih bersikap wibawa.


"Ohh... Kalau itu tenang saja pak haris, aku sudah menyerahkan surat pengunduran diriku ke HRD" sontak membuat mata haris melotot keluar.


"Sial aku lupa memberitahu HRD soal ini" batin haris kesal


"Apa temanmu belum bercerita.. Kalau sampai kau........" manda memotong ucapan haris


"Kalau sampai aku keluar pak haris akan memecat ryo.. Itu kan yang ingin kau bilang" ucap manda


"Iya... " sahut haris cepat dan singkat


"Anda aneh pak haris... aku bekerja disini dan selalu mematuhi semua perintah anda tapi apa yang anda lakukan pada saya?, anda malah memaki dan selalu menyalahkan kinerja saya... Harusnya anda senang kalau karyawan bodoh anda ini keluar bukan...?" ujar manda yang sudah naik pitam


Haris tidak bisa mengeluarkan kata kata, ia sudah benar benar kalah talak saat ini, semua yang dikatakan manda adalah benar.. Dia yang sudah membuat manda menyerah untuk kerja dengannya.


Tapi percayalah haris tidak pernah serius membentak manda, ia hanya ingin dekat dengan mandanya... Hanya itu.. Namun caranya salah.


Dion yang melihat kebisuan kakanya merasa iba.. Ia memikirkan cara untuk membantu kakanya.


"Maaf nona... Mungkin pak ceo mu ini sedang banyak masalah, maka dari itu dia suka marah marah padamu, tolong dimaklumi" kata dion yang mencoba berbicara sopan pada manda.


"Ya.. Ya.. Ya serah kau mau bilang apa, yang jelas aku tetap akan keluar dari perusahaan ini, termakasih karna pernah menerima orang bodoh sepertiku bekerja di tempat ini" sindir manda menatap sinis haris


"Sebentar manda..!!!, kau tadi bilang sudah menyerahkan surat pengunduran di bagian HRD bukan?, tunggu sebentar" ucap haris menelpon seseorang.


"Bawa surat pengunduran diri atas nama amanda ke ruangan saya sekarang juga" perintah haris lewat telpon


"Apa yang kau lakukan?" tanya manda menajamkam tatapan pada haris


Kini manda sudah tidak segan berbicara kasar atapun marah pada haris karna rasa kesal dan juga emosinya


Tak lama seseorang datang membawa surat pengunduran diri manda pada haris.


"Kau boleh keluar" perintah haris pada orang tersebut.

__ADS_1


"Permisi pak" pamitnya


__ADS_2