
Lama berkenalan dengan keluarga wirata, haris mengajak manda untuk balik ke kantornya. Karna haris juga harus mengerjakan banyak pekerjaan di kantor.
"Padahal mom masih ingin berlama lama dengan manda" lirih mom
"Sudahlah mom... Sebentar lagi kalian akan sering bertemu" ucap haris
"Kapan kita ke rumah manda untuk melamar?" tanya daddy
"Bentar lagi dad... " sahut haris
"Ya sudah hati hati dijalan.. Jangan mengebut... Kau tidak sedang sendiri" ucap mommy
"Yes mom... Aku pamit" haris mengecup kedua pipi orang tuanya
"Aku pamit tante.. Om" pamit manda
Mereka kembali ke kantor karna urusan pekerjaan yang mengharuskan haris balik bekerja.
Padahal haris sudah membolehkan manda untuk pulang saja ,tapi ditolak dengan alasan profesional dan tidak mau mendapatkan hak istimewa dokantornya.
"Kau istirahat saja dulu... Dikamar itu" haris menunjukan kamar yabg ada di ruangannya.
"Aku balik ke kantor bukan untuk istirahat, aku ingin bekerja" ucap manda manja
"Baiklah.... Kau bantu aku mengerjakan laporan ini..." haris menarik manda agar duduk di depan mejanya.
"Aku bisa mengerjalan di mejaku" ucap manda
"Disini saja" kata haris
"Iya..." pasrah manda
"Haris..." panggil manda
Mennaikan satu alisnya " ada apa" ucap haris
"Apa kau tidak menyesal menyukaiku?" tanya manda
"Tidak..." ucap haris singkat
__ADS_1
"Apa ada jaminan kalau kau bosan denganku lalu ingin meninggalkanku" lirih manda menunduk..
Tentu saja manda berfikir seperti itu, haris adalah seorang yang kaya raya, sedangkan manda hanya gadis biasa yang hidup pas pasan.
Jiak suatu saat haris menyukai wanita lain manda harus siap siaga bukan?
Haris malah menatap manda intens, yang ditatap hanya bisa menunduk malu.
Entah sejak kapan haris sudah berada dibelakang manda dan melingkarkan tangannya di leher manda yang sedang duduk di kursi ,menaruh kepalanya di ceruk leher manda.
"Apa kau meragukan aku?" tanya haris
"Bukan begitu... Kau adalah orang kaya sedangkan aku hanya orang biasa, tidak pantas untukmu.. Apa lagi bersanding di altar denganmu" ucap manda
Entah bagaimana ait mata manda menetes ,padahal ucapannya tidak ada yang mengharukan.
Haris merasakn tangannya basah.. Ia tau manda menangis. Begitu terasa nafas tersenggal.
"Jangan menangis... Aku tidak suka melihat orang yang aku cintai mengeluarkan air mata"
Manda berdiri lalu memeluk haris.. Melingrkan tangannya di pinggang haris.
"Justru aku yang berterimakasih.. Karna kau mau menerimaku, menerima semua perlakuanku"
"Apa kau mau berjanji?" tanya manda
"Apa hmmmm" haris merapikan rambut manda.
"Kau berjanji tidak akan selingkuh dariku" kata manda
"Hahahahaha... Mendapatkanmu saja aku sudah susah payah dan selama bertahun tahun... Bagaimana mungkin aku akan mencari wnaita lain"
Manda langsung membungkam mulut haris dengan sebuah ciuman mesra.
Kali ini mandalah yang memulai.
Harus melebarkan matanya.. Dan terseyum, lalu memejamkan matanya menikmati ciuman yang diberikan manda.
"Kau begitu agresif honey" ucap haris setelah mereka melepas ciuamannya.
__ADS_1
"Maaf" ucap manda malu
Kali ini harislah mencium manda dengan lembut..
"Emhhhhh..." manda memeluk haris semakin erat
"Kaka..." dion diam terpaku melihat adegan kiss romantis di depannya
"Wowwwwww... Kalian romantis sekali" ucap dion membuat sepasang kekasih itu menjauh.
Manda yang malu.. Dan haris yang sudah sama malunya.
"Kenapa kalian salah tingkah begitu" dion yang tanpa merasa bersalah langsung duduk di sofa.
"Untuk apa kau kemari" tanya haris dingin
"Aku membawa hasip pekerjaanku" enteng dion
"Kaka ipar duduklah... Kenala kau berdiri saja" ucap dion
"Iiii...iya" gugup manda
"Kaka ipar... Bagaimana rasanya?" tanya dion
"Jangan mengganggunya dion" sentak haris
"Aku hanya bertanya.." ucap dion
"Taruh saja pekerjaanmu disini... Kau boleh keluar" usir haris pada adiknya itu.
"Kaka tega sekali.. Mengusirku" dion memasang wajah memelas
"Sudahlah... Kau diam disini saja, a...aku mau ke tempat temanku" ucap manda
"Tidak boleh... Kau diam disini" ucap haris
"Kau dengar kaka ipar.... Kaka ku ingin kau diam disini ,untuk melanjutkannya" kata dion memebuat rona merah di wajah manda
"Dion... Kelaur kau" teriak harid
__ADS_1