
"Apa kau sudah percaya dengan cintaku?" tanya haris setelah menyelesaikan ciumannya
"Sedikit..." ucap manda masih dengan duduk dipangkuan haris dengan nafas tersengal
"Kita akan menikah secepatnya... Apa kau setuju?" tanya haris
"Apa tidak terlalu cepat.." ucap manda
"Tidak... Aku ingin kau selalu ada disampingku.. Aku menunggumu sudah sangat lama" lirih haris
"Baiklah... Tapi apa aku masih boleh bekerja?" tanya manda
"Tentu.. Kau akan kerja bersamaku.. Seperti ini" haris tersenyum karna manda sedikit patuh dan polos hari ini.
"Besok aku akan mengajak keluargaku ke rumahmu, bersiaplah dirumah besok" kata haris
"Hah.. Besok, kenapa mendadak" manda turun dari pangkuan haris
"Apa yang mendadak... Aku sudah biacara dengan papamu, dia setuju kalau aku memajukan pernikahan kita"
"Hmmmmm.... Baiklah kalau begitu aku akan cepat menjadi istri orang kaya" ucap manda balik ke meja kerjanya
Tok..tok..tok
"Masuk" ucap haris
"Kak... Mom menelponku, katanya ponselmu susah sekali dihubungi, segeralah pulang, jika kau tidak ingin mendengar amukannya" seru dion
"Nanti aku akan pulang dengan manda" ucap haris
"Apa kau serius ingin mengajak manda, baru saja aku ingin mengajaknya kencan" pancing dion
"Sudah ku katakan padamu, dia akan menajdi kaka iparmu secepatnya" sinis haris
"Ya ya ya... Lagi pula aku hanya bercanda" ledek dion
"Dion... Bisakah kita berbicara sebentar?" tanya manda
"Tidak bisa" sahut haris
__ADS_1
"Aku bertanya pada dion bukan dirimu" kesal manda
"Aku tidak ijinkan kau berdua dengannya" suara haris sedikit meninggi
"Ayolah... Aku hanya bicara sebentar saja... Boleh ya sayang" ucap manda sengaja memanggil haris dengan sebutan sayang
"Kau bilang apa..?"
"haris sayang" kata manda
Haris langsung tersenyum senang...
"Baiklah.. Jangan berlama lama dengannya nanti kau tertular virus" ucap haris
"Kau selalu begitu kak... Aku akan menculik manda" dion langsung menarik manda keluar
"Hai... Jangan menariknya" teriak haris namun tak dihiraukan
Haris langsung tersenyum saat mengingat kata kata sayang yang diucapkan manda di depan adiknya.
Aku semakin mencintaimu honey
®®®
"Ada apa kaka ipar.." goda dion
"Aku ingin bertanya padamu soal kakamu itu" ucap manda
"Kaka ku?.." ulang dion
"Iya dion.. Kakamu, calon suamiku" kata manda
"Apa yang mau kaka iparku tanyakan, aku akan beri tahu"
"Apa benar kakamu tidak pernah dekat dengan wanita lain selain aku?"
"Emmmmm.... Banyak" ucap dion
"Apa.." teriak manda
__ADS_1
"Hehe.. Aku bercanda kaka ipar" ucap dion tertawa
"Kau ini... Aku sedang serius ,kau malah mengajak bercanda"
"Kaka ku itu orang yang dingin terhadap wanita... Hanya kau yang dekat dengannya"
"Apa kau yakin?" tanya manda
"Yakin.. Sangat yakin, hanya saja wanita yang menginginkannya begitu banyak" ucap dion
"Aku tau itu..., wajar saja dia kan seorang bos kaya raya.." sinis manda
"Jangan cemburu kaka ipar.." ledek dion menyenggol pundak manda
"Lalu... Apa kakamu pernah kencan dengan wanita lain ,maksudku mencoba kencan dengan wanita lain" tanya manda
"Pernah.... malah sering kaka ipar"
"Sering.... Kau ini bagaimana, katanya dia dingin sama wanita lalu kenapa sering kencan dengan banyak wanita" marah manda
"Jangan marah kaka ipar, tapi kencan mereka gagal.. Karna kaka tidak tertarik pada mereka... Itu adalah kencan yang diatur oleh mom"
"Aku tidak peduli... Yang jelas dia bohong padaku... Itu tandanya dia sering pergi berkencan dengan wanita... Selain diriku" manda pergi dari ruangan dion
Mati aku... Kaka maafkan aku, mulutku tidak bisa disegel
Manda kembali ke ruangan haris dengan keadaan kesal dan marah. Semua ucapan haris dianggapnya bohong.
Sedangkan haris yang melihat manda marah menjadi bingung. Apa yang membuat manda marah seperti itu.
"Kau kenapa honey?" tanya haris
Cih... Pake nanya kenapa lagi, semua gara gara kau ******** tengik
"Honey.... Apa dion membuatnya kesal?, bilang padaku agar ku hukum dia"
"Yang harusnya duhukum adalah kau.. Bukan dion" sinis manda. Haris menganga mendengar ucapan manda.
Kenapa dirinya yang harus dihukum pikir haris. Apa kesalahan yang dibuatnya sehingga manda marah.
__ADS_1
"Kenapa harus aku..." ucap haris. Manda malah menatapnya tajam.
"Pikirlah sendiri" ketus manda