
Sampainya di kantor haris tidak menemukan manda... Ia tadi kehilangan jejak taksi yang membawa manda.
"Harusnya aku tidak melakukan itu... Wanita sangat muda marah" gerutu haris
"Kau kenapa kak?" tanya dion yang melihat kakanya seperti tidak tenang.
"Aku membuatnya marah.... Dia pergi yon" ucap haris
"What.... Tunggu tunggu, maksud kaka siapa?" tanya dion bingung
"Manda pergi yon... Manda" kata haris
"Kenapa bisa?... Apa yang kaka perbuat sampai kaka ipar marah" ucap dion
"Aku membandingkannya dengan wanita lain... Aku hanya bercanda"
"Kaka bagaimana... Wanita itu paling benci dibandingkan dengan wanita lain... Apa lagi yang melakukan itu calon suaminya sendiri... Pasti dia berfikir kalau kau tidak mencintainya... Sungguh bodoh, jika aku jadi kaka.. Aku akan selalu bersikap manis pada kaka ipar" kesal dion
"Kenapa kau marah padaku... Aku meminta bantuan bukan meminta ocehanmu" teriak haris
"Ya..ya...ya aku kesal karna ulah bodoh kakaku... Benar benar tidak tau cara menghargai wanita" ucap dion
"Apa kau bilang.... Hai aku ini kakamu, bicaralah yang sopan sedikit" sentak haris
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya dion
"Aku akan menunggunya datang" ucap haris
"Harusnya kau mencarinya bukan berdiam diri disini kak" omel dion lagi
"Apa yang kalian lakukan..." bentak manda yang baru saja datang dan menyaksikan pertengkaran kaka beradik.
"Kaka ipar"
"Honey"
"Diamlah... Kalian berisik" ucap manda melangkah menuju mejanya.
"Kau masih marah padaku?" tanya haris tapi tak kunjung di jawab manda
"Kaka ipar... Kau dari saja?" tanya dion
"Aku habis dari luar mencari angin.." sahut manda
__ADS_1
"Aoa kau sudah makan... Tadi kau lapar kan dan kita tidak makan apapun di cafe, apa mau aku pesankan?" tanya haris. Dan lagi lagi tidak ada respon
Dion yang melihat itu langsung mewakilkan kakanya untuk bertanya.
"Kaka ipar... Apa kau sudah makan?" tanya dion
"Sudah... Apa kau sudah makan?" tanya manda balik pada dion
"Sudah kak ipar" balasnya
Haris yang sedari tadi di abaikan merasa kesal...
"Aku bertanya padamu tapi tak kau jawab... Sedangkan adikku kau jawab langsung... Disini akulah calon suamimu bukan dion" jelas haris
"Lalu kenapa?... Bisa saja nanti saat menikah dionlah yang mengucapkan janji sehidup semati di altar bukan kau" sarkas manda
"Apa..." teriak haris dan dion bersamaan
"Kenapa.... Apa perkataanku salah?, calon suamiku saja boleh menginginkan wanita lain... Kenapa aku tidak boleh" ucap manda
"Apa maksudmu... Kapan aku menginginkan wanita lain?" tanya haris tak terima
"Pikir saja sendiri... Dan aku sudah bilang kepada anak dari tuan arthajaya kalau kau ingin berkenalan lagi dengannya... Dan merasa menyesal telah meninggalkannya" ucap manda dingin
"Apa apaan kau ini... Kenapa kau mengambil tindakan sesukamu... Aku tidak mau.. Kau saja yang bertemu dengannya" kesal haris
Dion yang melihat pasangan calon suami istri ini bertengkar tidak habis pikir... Bagaimana kehidupan mereka saat sudah menikah nanti.
"Aku lebih baik pergi... Kalian lanjutkan saja perangnya" ucap dion
"Aku hanya bercanda honey... Kau jangan marah ,sungguh hanya kau wanita yang aku inginkan tidak ada yang lain.. Dan tidak akan pernah ada selain dirimu" ucap haris lirih
"Gombal.... Aku tidak mempan dengan rayuanmu itu"
"Aku sungguh jujur honey... Aku tidak berbohong,"
"Hmmmmm... Aku tau" ucap manda
Haris hanya melongo" kau tau aku bercanda?... Lalu kenapa kau marah" ucap haris
"Karna aku ingin mengerjaimu balik" manda langsung tertawa melihat haris yang geleng geleng kepala
"Hahahhahaha... Memangnya kau kira aku bodoh... Maaf calon istri haristan sudah kebal dengan ucapan ucapan kasarmu itu... Walaupin awalnya menyakitkan" ucap manda
__ADS_1
"Kau..... Hah, aku tidak habis pikir kau mengerjaiku honey"
"Apa aktingku bagus sayang?" tanya manda menaik turunkan alisnya
"Hmmmm.... Aku suka panggilanmu" haris mendekati manda dan menarik tangannya agar berdiri
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya manda
"Tentu saja memberi hukuman pada calon istrku" kata haris tersenyum penuh arti
"Jangan macam macam..." ucap manda
"Tidak... Kau tenang saja, aku hanya ingin ini" haris mengusap bibir manda dengan lembut
"Tidak mau..." ucap manda
"Kau harus mau... Itu milikku"
"Ini bibirku... Tentu saja milikku" ucap manda
"Tapi aku yang akan menikmatinya mencicipinya ,menghisapnya bahkan membuatya bengkak" ucap haris
"Kau ini.... Mesum" ujar manda
"Aku hanya akan mesum denganmu saja... Ayolah cium aku.... Sekali saja" mohon haris
"Tidak"
"Kau harus dipaksa hmmm"
"Aku akan menciummu nanti setelah kita menikah... Aku janji" ucap manda serius
"Tidak... Aku mau sekarang, setelah menikah tentu saja aku ingin ciuman bahkan lebih dari ciuman" ucap haris tersenyum
"Baiklah tutup matamu dulu" kata manda
"Untuk apa?" tanya haris
"Kau ingij aku cium bukan... Ikuti saja perintahku" kata manda kesal
"Baiklah" haris menutup matanya..
Manda dengan perlahan mendekatkan wajahnya dengan haris..
__ADS_1
Chhuuupppppp
Manda mengecup bibir haris dengan cepat haris menahan tengkuk manda memperdalam ciuman mereka.