
Selesai dari danau... Haris mengantar manda untuk pulang ke rumah, dan ingin bertemu dengan orang tua manda untuk saling mengenal lebih dekat.
"Apa orang tuamu ada di rumah?" tanya haris
"Ada..."
"Aku ingin bertemu mereka... Apa boleh?" ucap haris
"Apa jika aku larang... Ka----- Aammm maksudku sayang akan tetap ingin bertemu" ucap manda
"Iya..." sahut haris cepat
"Sudah tau begitu, kenapa bertanya padaku lagi" sinis manda
"Apa salahnya aku meminta ijin calon istriku" haris menekankan kata calon istri pada manda
"Masih calon... Belom resmi"
Haris tersenyum " aku tau.. Kau sudah tidak sabar bukan, tenang saja... Kita akan segera menikah.. Dan kau akan menjadi istriku.. NYONYA HARISTAN.
Tidak sabar apanya.. Justru aku was was kalau jadi istrimu... pria mesum
"Apa aku boleh bertanya?" ucap manda
"Kenapa tidak... Apapun akan ku jawab, kalau kau yang bertanya" sahut haris tenang
"Kenapa aku tidak boleh menggunakan kata kau sedangkan dirimu boleh?, itu tidak adil untuk ku" ucap manda menampilkan wajah melasnya
"Itu berlaku untukmu saja" jawab haris
"Kenapa begitu... Pokonya aku tidak mau, ayolah aku bisa memanggilmu tanpa embel embel pak... Tapi tidak dengan sayang.. Aku bisa memanggilmu haris.. Bagaimana?" tawar manda
Haris berfikir sejenak " bolehlah... Itu berlaku juga di kantor.. Jika kau melakukan kesalahan, kau harus tetap memanggilku sayang"
Kenapa dia senang sekali dipanggil sayang.. Apa kurang kasih sayang sampai aku jadi korbannya yang harus memanggilnya begitu...menyebalkan sekali
__ADS_1
"Baiklah... Sekarang fokuskan nyetirmu, aku tidak ingin mati muda" ucap manda
"Tentu honey"
Setengah jam dalam perjalanan akhirnya mobil haris sampai di perkarangan rumah manda, rumah yang cukup besar dan sejuk karna banyak pepohonan.
Ting...nong
Ting...nong
Ting...nong
Tidak ada juga yang membuka pintu membuat manda kesal..
"Mungkin mereka sedang tidur" ucap haris
"Tidak mungkin" jawab manda
"Kenapa lama sekali membuka pintunya" cerca manda
"Tadi mama sedang di dapur... Papamu lagi dikamar.... Nak haris ayo masuk" ucap mama manda
"Iya tante.. Terimakasih" ucap haris
"Tante buatkan minum sebentar ya, manda kau mandilah dulu" perintah mama
"Iya ma... Aku ke atas dulu ris" pamit manda
Haris baru kali ini begitu meneliti rumah manda, awal masuk rumah ini haris masih enggan untuk terlalu memperhatikan. Banyak foto foto keluarga bejejeran di tembok.. Rumah manda tergolong mewah menurut haris. Ia bisa merasakan kenyaman di rumah manda.
"Siapa yang datang ma.." ucap sosok yang baru saja menuruni tangga.
"Ehh pa... Sini duduk, mama baru habis buat minum buat nak haris" ucap mama
__ADS_1
"Bukankah anda bos dari manda.." tebak papa manda
"Iya om... Saya haris bos dari perusahaan tempat manda bekerja" ucap haris sopan
"Nak haris sering kesini lho pa... Mengantar manda pulang" seru mama
"Benarkah?" tanya papa menatap haris
"Apa pak haris tidak repot sering mengantarkan anak kami pulang ke rumah?" tanya papa
"Jangan memanggil ku pak... Om lebih tua dariku, panggil saya haris saja" ucap haris
"Untuk mengantar manda.. Saya tidak keberatan sama sekali, saya senang bisa mengantarnya pulang" jujur haris
Kedua orang tua manda saling pandang dan tersenyum.
"Kalau begitu terimakasih ya nak haris..." kata papa
"Iya om sama sama, emmmmm begini om kedatangan saya kemari untuk berbicara sesuatu hal kepada om dan tante, mungkin ini terlalu cepat untuk om dan tante, tapi saya benar benar serius dengan ucapan saya nantinya om" kata haris yang mengeluarkan keringat dingin.
"Jangan gugup nak haris... Bicaralah pelan pelan" ucap mama
"Kedatangan saya kemari... Ingin izin pada kalian untuk melamar manda menjadi istri saya om tante" ucap haris
"Apa orang tua nak haris sudah mengetahui niat nak haris dengan manda?" tanya papa
"Minggu depan saya akan mengajak keluarga kemari untuk melamar secara resmi kepada om dan tante" kata haris bersungguh sungguh.
"Om tidak akan melarang nak haris, selama manda bahagia, om akan setuju" kata papa tersenyum
"Tante juga nak haris... Tante senang kalau nak haris menjadi menantu tante"
"Terimakasih om, tante" ucap haris senang
Manda mendengar semua percakapan orang tuanya dengan haris... Dia tidak bisa bergeming, dan hanya diam di tangga terkahir. Kakinya kelu saat ingin melangkah menghampiri orang tuanya.
__ADS_1