
Dion membuka pintunya dengan cepat dan tersenyum lebar kepada haris.
"Kau kenapa?" Tanya haris melihat wajah tekuk adiknya
"Tidak ada kak.." Sahut dion
"Mom menyuruhmu turun untuk makan, dad juga sedang menunggu kita" ujar haris menyentuh pundak dion
"Baik kak, ayo kita turun" ajak dion melangkah lebih dulu melewati haris.
Haris hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan adiknya itu.
Dimeja makan mereka tak banyak bicara, terutama dion yang hanya diam.. Semua tak luput dari pandangan haris.
"Apa kau ada masalah?" Tanya haris di sela sela makan mereka.
"Makanlah dulu baru berbicara" tegur daddy
"Maaf dad" ucap haris melanjutkan makannya
Dion hanya menatap kakanya dengan tersenyum, seakan memberitahu bahwa dirinya baik baik saja.
Selesai makan haris memerintahkan dion untuk menemuinya di ruang kerja.
"Aku tunggu kau di ruangan kerjaku" bisik haris di dekat dion adiknya.
Dion langsung melangkah menemui haris di ruang kerjanya dengan sedikit takut.
"Kak.. Ada apa?" Tanya dion
"Apa kau ada masalah?" Tanya balik haris
"Tidak kak" jawab dion bohong. Dia sangat tau kalau kakanya begitu hawatir.
"Aku kakamu... Kita hidup bersama dari kecil bahkan saat kau bayi aku sudah bersamamu... Kau tidak bisa berbohong padaku yon"
"Kak maafkan aku" lirih dion
"Apa yang terjadi... Ceritakan padaku" ucap haris menatap tegas pada dion
"Tidak ada kak.. Percayalah" dion mencoba meyakinkan haris namun sia sia.
"Kau tidak ingin berbagi masalah denganku?... Apa kau tidak menganggapku saudara?"
"Bukan begitu kak... Aku seorang pria, aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri..." sahut dion
"Keluarlah" kata haris dingin
__ADS_1
"Kak.."
"Keluar..." sentak haris
Dion tidak suka jika kakanya marah, haris adalah sosok kaka yang sangat peduli padanya... Bahkan nama dion diberikan oleh kakanya sendiri kata sang mommy
Pada akhirnya dion menceritakan semua apa yang ia alami saat ini pada haris.
"Aku diputuskan oleh pacarku sintia, aku sangat percaya padanya bahkan karna aku terlalu percaya... aku menceritakan padanya bhawa aku bukan anak kandung dad dan mom, aku mengira dia akan..." haris memotong perkataan dion.
"Kau mengira dia akan menerimamu walau kau bukan anak kandung keluarga wirata?, aku sudah tau kisah cintamu akan seperti ini yon... Aku dari dulu menasehatimu agar meninggalkan sintia sintia itu.. Tapi kau dibutakan oleh cinta sialanmu itu... "
haris berbicara setenang mungkin, Walaupun setiap ucapannya begitu tegas dan terdengar tajam.
"Aku menyesal kak... Ternyata dia tak serius denganku.. Dia memanfaatkan ku, dibelakangku dia berselingkuh" seru dion lirih
"Wanita bedebah seperti sintia tak cocok untukmu yon, kau adikku yang sudah sah di mata hukum... Dan menjadi anak kandung dad dan mom, walaupun kita tidak memiliki darah yang sama... Tapi aku dan orang tua kita merawatmu sedari bayi....."
Dion begitu terharu mendengar ucapan haris kakanya.. Memang selama ia di keluarga wirata.. Tak pernah sekalipun orang tuanya membeda bedakannya dengan haris anak kandung mereka.
Dad dan mom begitu menyangi dion seperti anak kandung... Hingga mereka mengesahkan dion secara hukum.
Memang keluarganya telah memberitahukan dion bahwa ia bukan anak kandung mom dan daddy nya.. Awalnya ia kecewa namun ia juga bersyukur bertemu dengan keluarga yang begitu menjaga dan mencintainya.
Flasback
Haris mengira orang itu benar benar sedang membuang sampah, namun saat haris ingin masuk kerumah.. Ia mendengar suara tangisan bayi yang begitu keras.
"Suara siapa itu" ucap haris dengan suara khas anak 5 tahun
"Mommy...." haris berlari masuk ke rumahnya dan mencari mommy nya karna takut.
"Hai son.. Ada apa?" tanya mommy
"Mom... Ada suara... Aku mendengar suara orang menangis" ucap haris memeluk sang mommy
"Benarkah?... Dimana son?" tanya mommy
"Di luar mom" kata hari menarik mommy nya keluar rumah
"Ada apa ini?" tanya daddy yang menuruni tangga
"Dad... haris mendengar suara tangisan " ujar mommy
"Really?" tanya daddy pada haris
"Yes dad" sahut tegas haris
__ADS_1
Mereka keluar rumah bersama untuk melihat apa benar yang dikatakan haris..
Dan ternyata memang ada suara tangisan bayi di sekitar rumah mereka.
Mr wirata dan istrinya berkeliling mencari cari asal tangisan bayi tersebut.
Haris yang mengingat tentang seseorang membuang sampah langsung berlari melihat ke arah tempat sampah dan betapa kagetnya dia melihat seorang anak kecil menangis dibalut kain batik.
"Mom..... Mommy" teriak haris begitu keras
"Ada apa ris.... Astaga" mrs wirata membekap mulutnya melihat seorang bayi mungil di tempat sampah.
"Mom... Tolong ambil dia" ucap haris
Akhirnya mrs wirata mengambil bayi tersebut dan menimangnya hingga tidak menangis kembali.
"Bayi siapa itu mom" tanya daddy yang baru datang mendekat.
"Tidak tau... Haris menemukannya di tempat sampah.. Kasian sekali" mrs tidak bisa menahan tangisnya dan memeluk bayi tersebut.
"Kita kedalam saja" ajak mr wirata
Mereka menaruh bayi mungil yang sedang tertidur pulas itu di kamar haris karna permintaan haris sendiri.
"Siapa yang tega membuang bayi lucu itu" kata mrs wirata
"Apa kau ingin aku menyelidiknya?" tanya mr wirata.
"Jangan dad... Aku tidak mau adikku pergi" cetus haris membuat kedua orang tuanya tercengang.
"Adikku" ucap ulang mr wirata
"Iya dad... Aku ingin adik, dia adikku, jangan bawa dia pergi dad" haris menangis memeluk kaki sang daddy
"Benar dad... Bayi itu dibuang oleh orang tuanya.. Itu berarti mereka tidak menginginkan dia bukan?" ucap mrs wirata
"Baiklah... Aku akam urus semuanya, dia akan menjadi bagian keluarga kita, kita akan merawatnya seperti anak kandung kita" kata mr wirata tersenyum
"Makasih dad" haris memeluk daddy nya.
"Siapa kira kira mama anak ini nanti ya" pikir mr wirata
"Biar aku pikirkan" kata mrs wirata
"Dion... Edion Arfandy wirata" celetuk haris
Orang tuanya tersenyum dan mengangguki permintaan haris putranya.
__ADS_1
Flasback off