
Saat kejadian diusirnya maya, manda hanya diam dan fokus dalam pekerjaannya.
"Ayo pulang" ajak haris
"Tidak pak.. Terimakasih tawarannya, saya sudah memesan taksi" jawab manda
"Aku tidak menerima penolakan, mau aku antar atau tidak dapat gaji bulan ini" ucap haris menarik manda
"Tapi pak... Saya sudah pesan taksi, lagi sebentar dia sampai disini" kata manda
Manda merasa jengah dengan haris, namun haris tak menghiraukan apa yang keluar dari mulut manda.
Hingga sampai di parkiran haris masih terus menggenggam tangan manda.
"Sudah larut malam... Tidak baik seorang wanita pulang sendiri" ujar haris.
"Saya bisa jaga diri kok pak" sahut manda
"Kenapa kau takut sekali pulang bersamaku... Aku tidak akan memperkosamu sebelum kau menjadi istriku nanti" manda tercengang. Hal yang baru keluar dari mulut haris mampu membuat manda terdiam kaku. Bagaimana bisa haris bilang seperti itu.
"Siapa ju....juga yang berfikir pak haris akan berniat jahat apa lagi memperkosa saya... Itu tidak mungkin, aku ha...hanya ingin pulang sendiri" gugup manda
"Siapa bilang tidak mungkin... Aku bilang akan melakukannya saat kau menjadi istriku" lagi lagi ucapan itu membuat manda menjadi salting.
"Bapak kenapa suka sekali menggoda saya... Godaan bapak tidak akan mempan pada saya" sinis manda
"Aku tidak menggodamu... Itu ucapanku serius" ucap haris
"Terserah pak harislah" pasrah manda
"Ayo masuk mobil.." Haris sudah membuka pintu mobilnya untuk manda
Dengan terpaksa manda mengikuti kemauan haris untuk mengantarnya pulang...
__ADS_1
"Pake sabuk pengamanmu.., apa kau menunggu aku yang memakainkan nya?" Ucap haris
"Tidak pak.. Saya bisa sendiri" kata manda langsung memakai sabuk pengaman.
"Jangan panggil aku pak di saat kita diluar kantor manda" ucap haris
"Tapi pak ha...." Ucapan manda terpotong dengan kecupan singkat dari haris
"Itu hukumanmu... Jika kita sedang berdua jangan berbahasa formal padaku" seru haris tersenyum
"Iiiii...iya pak" lagi lagi haris mengecup bibir manda sedikit lama.
"Sudah ku katakan manda... Jangan panggil aku pak... Apa kau sengaja agar mendapatkan ciumanku?"
"Apa..... Tentu saja tidak" kilah manda merasa malu.
"Kalau ingin aku cium.. Katakan saja tidak usah mencari alasan honey... Aku akan memberikan ciuman yang romantis dan hot kalau perlu" haris berbicara tepat di depan wajah manda.
Haris membuat manda menahan nafasnya...
"Tidak.." jawab manda cepat
"Kalau begitu bernafaslah.. Agar kau tetap hidup" haris menahan tawanya melihat raut wajah manda yang begitu lucu
Ya tuhan... Jantungku
Haris melajukan mobilnya untuk mengantar manda pulang, seperti biasa tidak ada yang membuka obrolan... Kedua insan itu hanya diam, haris fokus dengan kemudinya sedangkan manda hanya melirik ke arah jalan raya.
Tak lama haris menghentikan mobilnya di depan rumah manda.
"Aku baru sadar bahwa rumahmu lumayan bagus" ucap haris
"Bukan rumahku" saut manda
__ADS_1
"Lalu rumah siapa?" tanya haris
"Rumah orang" sahut manda cuek
Dasar boss bodoh...
"Kau ingin membodohiku.., sudah mulai berani rupanya" ucap haris tersenyum sinis
"Ya sudah... Kau pulang sana.." ucap manda sedikit nada mengusir
Berani main main denganku honey batin haris..
"Kau mengusirku?.., tidak sopan.. Begini caramu dengan orang yang sudah mengantarmu pulang" uhar haris
"Lalu kau mau apa lagi... Tidak mungkin kan masuk ke rumahku.. Ini sudah malam" ucap manda sarkas
"Boleh juga.." haris berjalan melewati manda untuk masuk ke rumah manda.
"Mau apa kau hei..." teriak manda mengejar haris
"Tentu saja bertamu ke rumah calon mertuaku" ucap haris mengedipkan 1 matanya
calon mertua pala kau....
Manda menekan bel rumahnya beberapa kali sehingga keluarlah wanita paruh baya yang tersenyum melihat kedatangan manda anaknya.
"Akhrinya kau pulang juga..." ucap mama manda
"Iya ma... Baru aja sampe rumah" jawab manda menyalami tangan sang mama
"Siapa dia man" tanya mama melihat ke arah haris. Memperhatikan dari ujung kaki sampai kepala.
"Dia bos manda ma.... Namanya pak haris, pak haris kenalin ini mama saya" ucap manda gugup
__ADS_1
"Haris tante..." ujarnya tersenyum sebaik mungkin dan menyalami tangan mama manda
Pantas saja manda cantik... Ternyata mamanya cantik walaupun sudah tidak muda lagi.